[Review] Il Tiramisu by Dy Lunaly

Judul Buku: Il Tiramisu

Penulis: Dy Lunaly

Penyunting: Dila Maretihaqsari

Penerbit: Bentang (PT Bentang Pustaka)

Terbit: April 2016

Bahasa: Indonesia

Tebal: 334 halaman

ISBN: 978-602-291-174-6

Harga Resmi: Rp 59.000,-

Harga Diskon: Rp 50.150,-

Peresensi: Launa Rissadia

Rating: 3.5/5

Sinopsis

Gytha terpaksa menerima tawaran kerja sebagai host chef di salah satu acara televisi. Ia memenuhi utang budi kepada teman lama meski sebenarnya tidak yakin bisa melakukannya. Ditambah lagi Gytha tidak sendiri. Executive Chef di Olive Garden itu akan menjadi host bersama Wisnu, seorang penyanyi yang sedang naik daun.

Meski rupawan dan mutlak digandrungi para wanita, pria itu memberi kesan pertama yang buruk kepada Gytha. Wisnu Kanigara, tidak lebih dari seorang selebritas yang angkuh dan menyebalkan. Lebih menyebalkan lagi karena mereka harus sering bersama dan terlihat akrab.

Sejak itu, kehidupan Gytha tidak lagi tenang. Ia menjadi incaran media gosip Tanah Air yang haus berita akan kedekatannya dengan Wisnu. Media terus berusaha mengorek apa pun tentangnya. sampai-sampai hal yang paling dirahasiakan Gytha, tentang masa lalu kelamnya, berhasil diungkap media. Gytha sungguh menyesali keputusannya mengambil pekerjaan ini. Ia menyesal mengenal Wisnu. Ia juga menyesal telah terjebak dalam rasa yang tak seharusnya ia simpan untuk pria itu.

Review

JPEG_20160509_203244_214399396

Buntelan dari Dy Lunaly

Dy Lunaly. Sebagian dari kalian pasti sudah ada yang mengenalnya, bahkan menjadi penikmat karya-karyanya. Untuk saya sendiri, saya belum pernah membaca satupun karyanya dan baru mengenalnya belum lama ini. Il Tiramisu adalah karya Dy Lunaly yang saya baca pertama kali. Novel ini merupakan novel roman populer kedua yang ditulisnya setelah My Wedding Dress yang terbit akhir 2015 lalu. Bisa dibilang ia merupakan penulis yang produktif. Sejak 2012 Dy Lunaly sudah menerbitkan empat novel remaja, yaitu My Daddy ODHA, Remember Dhaka, NY Over Heels, dan Pssst!. Dengar-dengar sekarang ia sedang mempersiapkan karya terbarunya yang bakal keluar Oktober tahun ini. Kira-kira cerita apa lagi, ya, yang bakal diberikan Dy Lunaly untuk pembacanya? Hm… penasaran, deh.

Everyone have some loneliness in their hearts.

Il Tiramisu menceritakan tentang kisah seorang Executive Chef di Olive Garden―salah satu restoran fine dining Italia terbaik di Jakarta―yang bernama Gytha Syareefa Thaheer. Suatu ketika Diandra Dwi Wijaya atau yang akrab dipanggil Aya―teman SMP Gytha―menawarkan pada Gytha untuk menjadi host sebuah acara masak di TV berjudul “Everybody Can Be a Chef“. Sikap Diandra yang selalu bisa membuat orang lain merasa memiliki utang budi padanya telah membuat Gytha terpaksa menerima tawaran tersebut. Meski sebetulnya Gytha tidak berminat dan ia bukanlah orang yang senang tampil.

Tidak pernah ada yang benar-benar sederhana di dunia ini. Sesuatu yang terlihat sederhana pada awal pasti menyimpan kerumitan setelahnya.” (Hlm. 28)

Bukan cuma itu yang membuat Gytha merasa bernasib sial. Kesialannya pun bertambah dengan hadirnya seorang penyanyi yang sedang naik daun sebagai co-host acara tersebut; Wisnu Kanigara. Kesan pertama Gytha pada Wisnu tidaklah baik. Bagi Gytha, Wisnu adalah seorang penyanyi yang arogan dan menyebalkan. Sama seperti Wisnu, pertemuan kali pertama dengan Wisnu membuat Gytha merasa ada hal yang tidak beres dengan dirinya.

Seiring berjalannya waktu, perasaan di antara keduanya pun tumbuh. Wisnu yang senang memerhatikan gerak-gerik Gytha begitu hapal dengan kebiasaan-kebiasaan Gytha, yang bahkan Gytha sendiri pun justru tidak menyadarinya. Ada beberapa hal dari diri Gytha yang membuat Wisnu terkejut sekaligus kagum oleh sikap atau ucapannya Gytha. Terlebih ketika Gytha mampu menebak arti dari lirik lagu yang dibuatnya. Tidak seperti kebanyakan orang yang menganggap arti lagu tersebut adalah perihal cinta.

Masa lalu memang tidak bisa mendefinisikan siapa kamu. Tapi, masa lalu itu nggak pernah bisa dibuang.” (Hlm. 242)

Nggak peduli sekuat apa pun berusaha, kita nggak mungkin kabur dari diri kita sendiri.” (Hlm. 296)

Perpisahan tidak pernah mudah. Terlebih ketika perpisahan itu terpaksa dilakukan.” (Hlm. 320)

Baca lebih lanjut

[Review] Mimpi yang Menyembuhkan Hati Seorang Perempuan by Eka Kurniawan

15306795_1760340224290993_1568728343778426880_nJudul Buku: Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi

Penulis: Eka Kurniawan

Genre: Fiksi – Sastra

Penerbit: PT Bentang Pustaka

Cetakan 1: Maret 2015

Bahasa: Indonesia

ISBN: 978-602-291-072-5

Halaman: 170 halaman

Harga: Rp 34.000,-

Rating: ♫♫♫♫

Sinopsis

Kalian orang-orang tolol yang percaya kepada mimpi.

Mimpi itu memberitahunya bahwa ia akan memperoleh seorang kekasih. Dalam mimpinya, si kekasih tinggal di kota kecil bernama Pangandaran. Setiap sore, lelaki yang akan menjadi kekasihnya sering berlari di sepanjang pantai ditemani seekor anjing kampung. Ia bisa melihat dadanya yang telanjang, gelap dan basah oleh keringat, berkilauan memantulkan cahaya matahari. Setiap kali ia terbangun dari mimpi itu, ia selalu tersenyum. Jelas ia sudah jatuh cinta kepada lelaki itu.

Kumpulan cerita Eka Kurniawan yang sangat khas: eksploratif dan penuh kejutan; satir dan merefleksikan kenyataan; intim dan menyadarkan.

Review

Beberapa tahun yang lalu, empat belas cerpen dalam buku ini sudah pernah diterbitkan di beberapa media. Di sini pun ada cerpen yang belum pernah diterbitkan, tetapi sayangnya cuma satu cerpen. Walau begitu, bagi saya semuanya terasa baru karena saya sama sekali belum pernah baca kelima belas cerpen yang ada di buku ini. 😀

Di mata saya, Eka Kurniawan adalah seorang penulis yang jarang menerbitkan buku. Tapi sekalinya mengeluarkan buku, buku tersebut menjadi buku yang fenomenal. Seperti buku Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas yang terbit tahun lalu, atau Cantik itu Luka yang sudah dicetak ulang sebanyak tujuh kali & diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang, Korea, Malaysia, Inggris, Perancis, dan yang terbaru bakal diterjemahkan ke dalam bahasa Belanda.

Menurut saya, ide Eka Kurniawan dalam membuat cerita itu tidak biasa meski cerita yang disajikan begitu sederhana dan dekat dengan keseharian kita. Hal yang tidak terpikirkan untuk dijadikan sebuah cerita, di tangan Eka Kurniawan bisa menjadi cerita yang seru, menarik, dan unik. Permasalahan-permasalahan sederhana dibuat menjadi sangat kompleks, namun tetap terasa kesederhanaannya dan tidak dibuat-buat. Saya kagum dengan ide dan kemampuan Eka dalam membuat cerita biasa menjadi cerita unik yang kaya akan makna.

Baca lebih lanjut