PT Gramedia Pustaka Utama, Review 2017, Review Buku

[Review] Hasrat dan Perjalanan Seorang Cewek Bandel by Intan Paramaditha

Judul buku: Gentayangan: Pilih Sendiri Petualangan Sepatu Merahmu

Penulis: Intan Paramaditha

Penyelia naskah: Mirna Yulistianti

Desain sampul: Suprianto

Foto sampul: Ugoran Prasad

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Cetakan I: 16 Oktober 2017

Bahasa: Indonesia

ISBN: 978-602-03-7772-8

Halaman: 512 halaman

Harga: Rp125.000,-

Rating: 5/5

Sinopsis

Jangan sembarang menerima pemberian, demikian nasihat orang-orang tua dulu, tapi kau telanjur meminta paket itu: hadiah sekaligus kutukan. Iblis Kekasih telah memberimu sepasang sepatu merah.

Kau terkutuk untuk bertualang, atau lebih tepatnya, gentayangan. Bernaung, tapi tak berumah.

Sebuah novel dengan format Pilih Sendiri Petualanganmu, Gentayangan berkisah tentang perjalanan dan ketercerabutan, memotret mereka yang tergoda batas, yang bergerak dan tersangkut, yang kabur namun tertangkap. Tergantung jalan mana yang kau pilih, petualangan terkutuk sepatu merah akan membawamu ke New York kota tikus, perbatasan Tijuana, gereja di Haarlem, atau masjid di Jakarta, di dalam taksi pengap atau kereta yang tak mau berhenti, hidup atau mati (atau bosan). Selamanya gentayangan, berada di antara, kau akan temukan cerita para pengelana, turis, dan migran tentang pelarian, penyeberangan, pencarian atas rumah, rute, dan pintu darurat.

Cewek baik masuk surga, cewek bandel gentayangan.

Review

“Gentayangan, tak berpikir tentang pulang. Semua ini lebih penting dari apa pun buatmu, dan mungkin juga buat mereka yang terperangkap di kota yang sama, rumah yang sama.” (Hlm. 162)

Gentayangan: Pilih Sendiri Petualangan Sepatu Merahmu adalah novel perdana sekaligus karya terbaru dari Intan Paramaditha. Setelah terakhir kali mengeluarkan kumpulan cerpen Sihir Perempuan pada tahun 2005 yang diterbitkan ulang dengan kemasan baru oleh PT Gramedia Pustaka Utama  pada bulan April 2017. Berbeda dengan kumpulan cerpen Sihir Perempuan dan Kumpulan Budak Setan, novel bertema perjalanan dan petualangan dengan format Pilih Sendiri Petualanganmu ini bergenre misteri dan benar-benar tidak sehoror kedua kumpulan cerpen tersebut.

Intan Paramaditha adalah penulis yang hidup berpindah kota dan negara selama lebih dari satu  dekade. Intan telah menerbitkan beberapa karya fiksi, di antaranya kumpulan cerpen Sihir Perempuan, lima besar Khatulistiwa Literary Award (Kusala Sastra Khatulistiwa) 2005 dan diterbitkan kembali setelah 12 tahun; Kumpulan Budak Setan, proyek kumpulan cerita horor bersama Eka Kurniawan dan Ugoran Prasad (2010); dan naskah pertunjukan teater Goyang Penasaran (Teater Garasi, 2011-2013). Intan juga memenangkan penghargaan cerpen terbaik Kompas tahun 2013 dan cerpen-cerpennya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan Jerman dalam buku Spinner of Darkness & Other Tales.

“Terkadang perjalanan memang bisa memanggil kembali trauma.” (Hlm. 125)

“Perjalanan tak selalu butuh penutup. Di sini, perjalanan adalah ruang di antara, ketidakpastian yang terus-menerus.” (Hlm. 459)

Cerita dalam novel yang digagas sejak tahun 2008 ini dimulai ketika seorang perempuan berusia hampir 28 tahun berharap sesuatu yang besar mengubah hidupnya yang biasa-biasa saja. Bukan kehidupan yang seperti kakak, temannya, atau siapa pun yang ia kenal. Ia ingin petualangan. Ia pun kemudian menantang semesta dan seketika Iblis datang seakan-akan semesta menjawab tantangannya. Si Iblis berjanji akan datang setiap malam dan memenuhi apa pun permintaannya.

Singkat cerita, pada satu malam ia menagih janji si Iblis. Merasa tak bisa memenuhi permintaannya, si Iblis akhirnya menawarkan sesuatu yang lain. Namun, ia tetap bersikukuh pada keinginannya. Iblis pun lalu mengajukan sebuah kontrak persetujuan yang tanpa pikir panjang diterima olehnya. Keesokan harinya, ia menerima sepucuk surat beserta sepasang sepatu merah terkutuk yang bisa mengabulkan keinginannya.

Continue reading “[Review] Hasrat dan Perjalanan Seorang Cewek Bandel by Intan Paramaditha”

Iklan
Book Signing Events

[Pre-Launch Event] Gentayangan di Kafe Chez Nous, IFI Bandung

(14/10/17) Pre-Launch Book Signing Event Gentayangan

Salah satu mimpi bagi seorang pembaca adalah bisa bertemu dengan penulis yang disukainya. Hal tersebut pun berlaku untuk saya (atau hanya saya yang beranggapan seperti itu?). Setiap menemukan karya-karya bagus dan menggemarinya, saya selalu berharap untuk bisa bertemu dengan penulisnya. Termasuk pula penulis luar meskipun saya tidak tahu kapan terealisasinya. 😀 Setelah beberapa tahun lalu bertemu dengan Clara Ng, Icha Rahmanti, Dedy Dahlan, Bong Chandra, dan Bambang Trim, tahun ini saya bertemu dengan Intan Paramaditha.

Intan Paramaditha adalah penulis yang hidup berpindah kota dan negara selama lebih dari satu  dekade. Intan telah menerbitkan beberapa karya fiksi, di antaranya kumpulan cerpen Sihir Perempuan, lima besar Khatulistiwa Literary Award (Kusala Sastra Khatulistiwa) 2005 dan diterbitkan kembali setelah 12 tahun; Kumpulan Budak Setan, proyek kumpulan cerita horor bersama Eka Kurniawan dan Ugoran Prasad (2010); dan naskah pertunjukan teater Goyang Penasaran (Teater Garasi, 2011-2013). Intan juga memenangkan penghargaan cerpen terbaik Kompas tahun 2013, dan beberapa karyanya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan Jerman.

Setelah April lalu Sihir Perempuan diterbitkan ulang oleh PT Gramedia Pustaka Utama dengan kover baru dan ilustrasi untuk tiap cerita oleh Emte, novel perdananya yang berjudul Gentayangan telah terbit empat hari lalu, tepatnya 16 Oktober 2017. Berbeda dengan kumpulan cerpen Sihir Perempuan dan Kumpulan Budak Setan, novel dengan format Pilih Sendiri Petualanganmu ini—seperti yang diucapkan Intan pada saat pre-launch—tidak begitu horor.

Continue reading “[Pre-Launch Event] Gentayangan di Kafe Chez Nous, IFI Bandung”

PT Gramedia Pustaka Utama, Review 2017, Review Buku

[Review] Trisula Mentari by Shandy Tan

Judul Buku: Trisula Mentari

Penulis: Shandy Tan

Desain Sampul: Orkha Creative

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Cetakan Pertama: Maret 2017

Bahasa: Indonesia

ISBN: 978-602-03-3913-9

Halaman: 256 halaman

Harga Online: Rp47.700,-

Rating: 3.5/5

Sinopsis

TRISULA MENTARI tidak mengutuk, juga tidak membanggakan kemampuannya mendengar suara roh. Tetapi, gara-gara bakat itu Trisula dianggap aneh di sekolah. Hanya Mikaela, sahabatnya, yang tahu soal bakat uniknya itu dan tidak menjauhinya.

Pada hari pertama menjadi murid kelas sepuluh, Trisula mendapat kejutan kecil. Murid baru bernama Alfa lebih memilih duduk bersamanya daripada bersama Kristal, si murid populer. Mikaela, yang ingin mendekatkan Alfa dan Trisula, membuat janji datang ke rumah Alfa dengan alasan meminjam komik, lalu mengajak Trisula.

Ketika mereka mengobrol di perpustakaan mini Alfa, Trisula terkejut karena mendengar suara roh marah-marah yang mengusir mereka dari rumah itu. Keadaan memburuk ketika tiba-tiba ada komik melayang hingga dua kali.

Bagaimana cara Trisula menjelaskan apa yang sedang terjadi? Dan, bagaimana reaksi Alfa mendengar hal itu? Apakah teman barunya itu juga akan menjauhi Trisula?

Review

Trisula Mentari merupakan teenlit misteri terbaru karya Shandy Tan yang diterbitkan PT Gramedia Pustaka Utama lima bulan lalu. Ini kali pertama saya membaca teenlit misterinya dan tentu menjadi pengalaman baru bagi saya. Karena biasanya saya lebih sering membaca teenlit romance. Namun, ini menjadi ketiga kalinya pula saya membaca karya Shandy Tan setelah sebelumnya membaca 13: Kumpulan Cerpen Horor yang ditulisnya bersama Primadonna Angela dan FBI vs CIA. Kalau saya tidak salah menebak (dan berharap), bisa jadi Trisula Mentari adalah teenlit misteri seri kedua setelah seri Samantha’s Secret.

Sepertinya Shandy Tan senang membuat cerita berseri. Selain seri Samantha’s Secret, ia juga pernah menerbitkan teenlit seri FBI vs CIA; seri yang seru pun menghibur dan mengingatkan saya pada masa-masa SMA. Shandy pun telah menerjemahkan beberapa novel luar, seperti Red Rising – Kebangkitan Merah karya Pierce Brown, Hopeless – Tanpa Daya karya Colleen Hoover, Forever, Jack – Bersamamu Selalu karya Natasha Boyd, Underworld karya Meg Cabot, dan lain-lain.

“Orang bisa menjalani kehidupan layak tanpa harus memiliki terlalu banyak keinginan atau tuntutan.” (Hlm. 49)

“Kebahagiaan dan perasaan cukup tidak datang dari benda dan hal-hal duniawi, melainkan dari seberapa mampu kita bersyukur ketika kebutuhan dasar kita tercukupi.” (Hlm. 49)

Trisula Mentari sendiri mengisahkan tentang seorang siswi bernama Trisula Mentari yang memiliki kemampuan tidak biasa; bisa mendengar suara roh. Karena kemampuannya tersebut ia sering menjadi bahan ejekan dan hinaan teman-teman sekolahnya. Tak jarang ia dipanggil oleh penasihat siswa hanya karena pembelaannya atas tindakan buruk teman-temannya. Ia selalu saja menjadi pihak yang disalahkan karena tidak ada satupun orang yang percaya dengan apa yang ia ceritakan.

Orang-orang kerap memandangnya secara skeptis atau kasihan atau tidak percaya dan menganggapnya aneh, namun lain dengan Alfa; murid baru yang juga sekelas dengan Trisula sekaligus keponakan Bu Amelia, asisten penasihat siswa. Ia lebih memilih semeja dengan Trisula daripada dengan Kristal, cewek populer di sekolah. Kalau murid-murid lain terpesona akan kecantikannya, tetapi tidak bagi Alfa. Baginya, Kristal adalah cewek sok cantik.

Continue reading “[Review] Trisula Mentari by Shandy Tan”