[Review] Air Mata Buaya by Clara Ng

Judul Buku: Air Mata Buaya (Dongeng Tujuh Menit)

Penulis: Clara Ng

Ilustrasi: Gina

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Cetakan: Maret 2010

Bahasa: Indonesia

ISBN: 978-979-22-5483-9

Halaman: 24 halaman

Harga Diskon: Rp19.800,- (e-book)

Peresensi: Launa Rissadia

Rating: 2.5/5

Deskripsi

“Geli sekaligus terharu membacanya! Benar-benar membuat kita mengerti mitos air mata buaya…” – Sitta Karina, Novelis dan Kontributor Majalah CosmoGIRL!

Review

Saya selalu kagum dan salut dengan penulis yang bisa menulis cerita anak. Salah satu penulis buku anak yang saya kagumi dan favoritkan adalah Clara Ng. Penulis yang dongeng anak-anaknya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan telah beredar di Negara ASEAN ini tidak hanya menulis buku anak, tetapi juga buku remaja dan dewasa.

Air Mata Buaya adalah seri dongeng tujuh menit yang menceritakan tentang Buaya yang memiliki sifat lembut dan penyayang. Ia mudah sekali menangis apabila sesuatu terjadi dengan teman-temannya atau sekitarnya. Jika sudah menangis, tangisannya sangat sulit untuk dihentikan. Bahkan Ibu Gajah pun tak bisa menghentikannya dan malah ikut menangis bersama Buaya. Tangisan Buaya bukanlah tangisan yang dibuat-buat, melainkan tangisan yang memang datang dari hatinya.

Buaya-nya cengeng sekali, haha. Bikin saya berpikir memang ada, ya, anak kecil yang sifatnya seperti si tokoh Buaya (di luar sifatnya yang penyayang dan lembut). Ya, namanya juga dongeng jadi sah-sah saja. Kalau dalam kenyataannya, sih, kayaknya enggak ada. Kaitan antara sifat Buaya yang mudah menangis plus tangisannya yang susah dihentikan, dan pesan yang ingin disampaikan (rasa kepedulian terhadap orang-orang susah dan berhati-hati dalam melakukan sesuatu) kurang masuk akal atau pas, menurutku. Tapi, ide Clara Ng tentang ‘air mata buaya’ menarik. Sifat lembut dan penyayang tokoh Buaya membuat saya terharu. Saya suka dengan cara penyampaian Clara Ng yang tidak menggurui dan enak dibaca. Selain itu, saya juga suka sekali dengan ilustrasinya Gina. Anak-anak banget! Pas sekali dengan dongengnya. Saya sebagai orang dewasa saja suka apalagi anak-anak. Air Mata Buaya adalah bacaan yang cukup menghibur dan menyegarkan bagi orang dewasa seperti saya.

[Review] Bagai Bumi Berhenti Berputar by Clara Ng

JPEG_20160904_133304_1572399268Judul Buku: Bagai Bumi Berhenti Berputar

Penulis: Clara Ng

Ilustrasi: Emte

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Cetakan Kedua: Oktober 2015

Bahasa: Indonesia

ISBN: 978-979-22-7884-2

Halaman: 124 halaman

Harga Resmi: Rp 120.000,-

Harga Diskon: Rp 102.000,-

Peresensi: Launa Rissadia

Rating: 4/5

Sinopsis

Apakah arti mati? Mengapa kakak tidak dapat berjalan? Mengapa Mama berpisah dengan Papa? Mengapa adik harus dirawat di rumah sakit? Kenapa aku harus pindah rumah ke tempat yang asing?

Anak-anak tidak lepas dari emosi negatif, seperti duka, shock, sedih, dan malu. Peristiwa yang menguras emosi bisa saja terjadi di dalam keluarga mana pun. Sebagai orangtua kita tak boleh mengabaikannya, menganggap peristiwa yang sangat emosional ini sebagai hal yang harus ditutupi, tak perlu diungkapkan atau dibesar-besarkan. Orangtua wajib memberikan sandaran dan dukungan bagi mereka.

Buku ini membantu anak-anak memahami perasaan mereka; membantu mengingatkan bahwa mereka tidak sendirian. Buku ini juga menolong anak-anak berempati kepada anak-anak lain yang kebetulan sedang mengalami peristiwa menyedihkan di keluarganya.

Mari baca dan satukan hati bersama si kecil.

Bacaan tepat untuk anak berusia 7+ tahun

BO: Bimbingan Orangtua

Review

Entah ini kali keberapa saya membaca karyanya Clara Ng. Saya tidak pernah tidak suka dengan karya beliau. Karyanya selalu menarik untuk dibaca, termasuk buku anak yang ditulisnya. Buku anak ini berisi lima cerita, di mana masing-masing cerita memiliki pesannya sendiri. Berikut kelima cerita tersebut:

Melihat pohon harapanku tumbuh subur, demikian juga harapan yang ada di hatiku. Aku yakin suatu hari Adik akan benar-benar sembuh.” – halaman 26

Cerita Pohon Harapan: tentang seorang kakak yang amat menyayangi adiknya dan tidak ingin kehilangan adiknya. Ia tak henti-hentinya berdoa dan berharap agar adiknya lekas sembuh dari penyakit kanker. Melalui cerita ini, Clara mengajarkan anak-anak untuk selalu optimis dan berdoa ketika ada saudara yang sedang sakit.

Teman adalah harta karun yang tidak ternilai.” – halaman 45

Cerita Seribu Sahabat Selamanya: tentang ketakutan dan kekhawatiran seorang anak akan sahabat dan hal lainnya, apabila ikut ayahnya pindah ke luar negeri. Di sini Clara mengajarkan untuk tidak menduga-duga dan memikirkan hal yang belum tentu terjadi.

Bunda tidak akan pernah kembali lagi. Yang bisa kita lakukan adalah mengenang semua kebaikan hati Bunda, mengenang kegembiraan yang diciptakan Bunda di keluarga kita.” – halaman 66

Baca lebih lanjut

[Review] Malaikat Jatuh by @clara_ng

IMG_20140724_100850Judul Buku: Malaikat Jatuh

Penulis: Clara Ng

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Cetakan II: Februari 2009

Bahasa: Indonesia

ISBN: 978-979-22-3935-5

Halaman: 176 halaman

Harga: Rp 29.000,- (www.grazera.com)

Rating: 4/5

Sinopsis

Beppu, manusia bersayap cacat. Sayapnya hanya sebelah tidak dapat mengangkatnya terbang meniti angin.Louissa Manna, seorang ibu berusia ratusan tahun. Dia telah memakan jantung manusia bersayap untuk mendapatkan hidup abadi.

Pada pertemuan mereka yang dipenuhi oleh kekejaman, Beppu dan Manna berjuang mempertahankan kewarasan, kesucian, dan di atas semuanya, cinta.

Sepuluh cerita. Tentang wajah perempuan. Dari ibu sampai pelacur, dari perawan sampai hanya pemeran. Semuanya dibingkai dalam dongeng-dongeng malam, kematian, dan narasi kelam.

Di balik semua kematian dengan berbagai variasinya tampak, dan inilah yang penting, obsesi pengarangnya untuk berbicara, bahwa hubungan ibu dan anak adalah hakikat yang paling mendasar dalam hati nurani makhluk yang bernama manusia. (Prof. Dr. Budi Darma)

Ada aroma kanak-kanak di cerpen-cerpennya, tapi jelas tidak kekanak-kanakan. Juga ada napas pengantar tidur, yang tidak membuat tidur. Tak seperti kita orang dewasa, anak-anak memiliki keliaran imajinasi yang nyaris tak berbatas. Seperti itulah cerpen-cerpen ini diperlakukan. (Eka Kurniawan)

Review

Setelah enam hari ‘mengunyah’ buku ini, akhirnya kemarin habis juga. Beberapa cerpen dalam buku ini sarat dengan pesan bahwa tak ada cinta yang mampu menggantikan cinta seorang ibu pada anaknya. Cinta seorang ibu adalah cinta abadi yang tak akan pernah surut meski ditelan oleh waktu. Seperti yang telah dinyatakan oleh Prof. Dr. Budi Darma, hubungan ibu dan anak adalah hakikat yang paling mendasar dalam hati nurani makhluk yang bernama manusia.

Clara Ng adalah seorang penulis yang telah banyak menelurkan buku, mulai dari novel dewasa hingga novel dan cerita anak-anak. Nggak cuma itu, ia juga menulis cerpen, esai dan skenario. Saya nggak tahu kumcer Malaikat Jatuh ini karyanya yang keberapa karena saat buku ini terbit untuk pertama kalinya, saya belum menjadi seorang pencinta buku, hehe. Yang jelas saat ini Clara Ng adalah salah satu penulis favorit saya yang saya kagumi. 🙂

Dalam buku ini, ada 10 cerpen yang disuguhkan oleh Clara dengan sebagian besar berkisah tentang seorang ibu dan anaknya. Tujuh dari 10 cerpen tersebut sebelumnya sudah pernah diterbitkan di beberapa media cetak. Ketiga cerpen lainnya yang belum pernah diterbitkan berjudul  Malaikat Jatuh, Di Uluwatu dan Akhir. Dari ketiga cerpen tersebut saya paling suka dengan cerita Malaikat Jatuh dan Akhir. Sedangkan untuk cerpen yang sudah diterbitkan, saya paling suka Hutan Sehabis Hujan, Bengkel Las Bu Ijah dan Istri Paling Sempurna. Di sini saya hanya akan mengutarakan secara singkat alasan saya suka dengan lima cerpen favorit saya tersebut.

Baca lebih lanjut

[Review] Blackjack by @Clara_Ng & @FeliceCahyadi

image

Judul Buku: Blackjack
Penulis: Clara Ng & Felice Cahyadi
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan 1: Juli 2013
Bahasa: Indonesia
ISBN: 978-979-22-9744-7
Halaman: 320 halaman
Harga: Rp 51.000,- (www.gramediaonline.com)
Rating: 2.5/5

Sinopsis
Cantik, kaya, dan baik hati adalah modal bagi Ashlyn untuk mendapatkan lelaki yang sempurna. Lelaki yang mencintainya. Namun, jalan hidup berkata sebaliknya.

Ashlyn jatuh cinta setengah mati pada Jaeed, sesama mahasiswa Indonesia di Newcastle, Inggris. Jaeed-lah yang memperkenalkan Ashlyn pada permainan roulette, slot machine, dan permainan kartu blackjack. Jaeed-lah yang mengeruk uang Ashlyn untuk membayar utang judinya. Dan Jaeed pula yang mempermainkan cinta Ashlyn.

Mampukah Ashlyn bertahan ketika akhirnya judi merampas seluruh hidupnya? Membuatnya terlunta-lunta di London?

Diangkat dari kisah nyata, cerita Ashlyn adalah kisah yang bisa terjadi pada setiap perempuan.
…Because life is not a gamble.

Review
…Because life is not a gamble.

Pernahkah kamu mengalami kejadian yang tidak pernah kamu bayangkan sebelumnya? Kejadian yang benar-benar di luar ekspektasi kamu. Misalnya, luntang-lantung tak punya tujuan juga tempat tinggal dan merasa sendiri sekaligus bingung akan tindakan apa yang harus diambil. Inilah dua dari beberapa kejadian buruk yang dialami oleh Ashlyn selama kuliah di Inggris.

Buku yang terinspirasi dari kisah nyata ini ditulis oleh Clara Ng dan Felice Cahyadi. Clara Ng merupakan penulis yang namanya sudah begitu dikenal di dunia perbukuan Indonesia. Ia tak hanya menulis novel dan cerpen, tapi juga menulis cerita anak-anak, dengan berbagai lintas usia dan genre. Saya sudah baca beberapa karya duetnya dengan penulis lain dan selalu puas dengan karya-karyanya. Ingin rasanya bisa menjadi seperti dirinya yang tak hanya menulis novel untuk dewasa maupun remaja, tetapi juga anak-anak.

Sementara itu, Felice Cahyadi sendiri merupakan penulis yang tidak hanya menulis novel, tetapi juga menulis skenario, puisi, dan cerpen. Kini Ia berkarier sebagai script editor pada divisi Film, Drama, and Sport di Trans TV. Semenjak duduk di bangku SD, Felice sudah cinta menulis fiksi. Jujur, ini kali pertama saya mendengar namanya dan membaca bukunya (buku duet lagi bukan buku solo). Jadi, saya engga bisa berkomentar lebih jauh mengenai karyanya, hehehe.

Kisah yang terdapat dalam buku ini merupakan kisah yang (mungkin) juga telah atau sedang dialami oleh perempuan lain dalam waktu yang berbeda. Kisah di mana seorang wanita yang dibodohi cinta dan terjatuh ke dalam lubang yang sama berkali-kali. Kisah di mana cinta dapat mengalahkan segalanya, termasuk logika. Jadi ingat lagu Tak Ada Logika miliknya Agnes Monica deh, hahaha…

Kisah ini merupakan kisah seorang perempuan bernama Ashlyn yang kuliah di Newcastle, dan kemudian jatuh cinta dan menjalin hubungan dengan seorang lelaki bernama Jaeed Hassan — yang juga merupakan seorang warga negara Indonesia sama seperti dirinya. Sayangnya, lelaki yang dicintainya tersebut bukan seperti lelaki yang Ashlyn bayangkan selama ini. Dan sayangnya lagi, Ashlyn selalu saja luluh pada kata-kata yang diucapkan Jaeed dan hal-hal yang dijanjikan olehnya.

Baca lebih lanjut

[Book Quotes] Sahabat

“Seburuk apa pun situasimu, ketika sahabatmu mendampingimu, kamu akan tahu bahwa semuanya bisa menjadi lebih baik.” – Blackjack by Clara Ng & Felice Cahyadi

[Review] Princess, Bajak Laut & Alien by @Clara_Ng dan @cintapuccino

Judul: Princess, Bajak Laut & Alien

Penulis: Clara Ng & Icha Rahmanti

Penerbit: PlotPoint Publishing

Cetakan I: November 2013

Bahasa: Indonesia

ISBN: 978-602-9481-52-5

Halaman: 372 halaman

Harga: Rp 64.000 (plotpoint.mizan.com)

Rating: 3.5/5

Sinopsis

Mikal tidak pernah mengerti kenapa ayahnya harus diambil secepat itu lewat sebuah peristiwa tragis. Ketika terperangkap di Son Nokta, Dunia Tanpa Titik Akhir, Mikal bertemu Princess, yang sekalipun bermata bolong sebelah, selalu ceria dan optimis.

Agung tidak pernah mengerti kenapa kemalangan dan nasib buruk selalu menyertai langkahnya sehingga kerap dirinya bertanya, “kenapa Tuhan benci sekali padaku?” Perjalanan berlikunya ternyata mempertemukannya dengan Bajak Laut dan sebuah kesempatan untuk menjadi yang berkuasa.

Troy tidak pernah mengerti kenapa sedari kecil keterasingan bak alien tidak pernah meninggalkannya. Saat dipikirnya hidupnya mulai sempurna berkat cinta seorang sahabat sehidup sehati, tragedi merenggutnya seketika dan melempar Troy kembali dalam keterasingan yang lebih dalam disertai sesal yang mengekal.

Ibarat meneropong sebuah kaleidoskop, akankah ketiganya dapat melihat keindahan dari kegelapan yang menyertai langkah mereka?

Review

Princess, Bajak Laut & Alien merupakan novel anak kedua yang ditulis oleh Clara Ng dan Icha Rahmanti. Novel yang terinspirasi dari skenario film omnibus yang berjudul sama ini berkisah tentang seorang anak berusia hampir 10 tahun bernama Mikal, yang selalu terbangun basah kuyup berkeringat sekitar pukul tiga pagi akibat dihantui mimpi-mimpi mengerikan. Mimpi-mimpi tersebut menyisakan perasaan takut dan asing pada bocah yang ditinggal mati oleh ayahnya dan hanya hidup bersama ibunya ini.

Kisah dimulai ketika pulang sekolah Mikal dan temannya yang bernama Mada dikejar-kejar oleh Gerombolan Galang (geng yang suka memeras anak-anak yang diketuai Galang). Untuk menghindari Galang cs, mereka pun terus meluncur hingga mendekati jalan yang semakin kecil, dan kemudian berbelok ke sebuah gang bernama Gang Wetan 6, atau yang biasa dikenal dengan nama Gang Siluman.

Saat itu Mikal mendengar suara teriakan Mada, namun pada waktu ia menoleh ke belakang, yang terlihat hanyalah pekat melebihi gelap. Bayangan di dinding gang berubah menyerupai serigala dengan moncong panjang. Ketika Mikal membuka matanya, ia bertemu dengan sosok yang tingginya hanya 90 sentimeter dengan dahi lebar, tulang hidung tinggi, rambut tipis dan jarang, serta berbibir tebal. Sosok cebol itu bernama Buto.

Mikal yang tidak tahu di mana tepatnya ia berada, tiba-tiba teralihkan oleh sebuah kaleidoskop milik Buto. Tanpa berlama-lama, ia pun langsung mengintipnya. Tatapan mata yang menyambutnya membawanya ke suatu tempat bernama Son Nokta. Sebuah tempat tanpa titik akhir. Di sanalah ia bertemu dengan Princess dan ayahnya, Troy. Dulunya Troy adalah seorang Alien yang jatuh cinta dengan seorang putri cantik bernama Gwendoline Ayu Mirasih. Bersama Troy dan Princess, Mikal berusaha memecahkan misteri untuk keluar dari Son Nokta, untuk kembali kepada ibunya.

Baca lebih lanjut

[Review] Pintu Harmonika by @clara_ng & @cintapuccino

Judul: Pintu Harmonika

Penulis: Clara Ng & Icha Rahmanti

Penerbit: PlotPoint Publishing

Terbit: Januari 2013

Bahasa: Indonesia

ISBN: 978-602-9481-10-5

Halaman: 307 halaman

Harga: Rp 45.900 (www.gramedia.com)

Peresensi: Launa Rissadia

Rating: 3.5/5

Sinopsis
Dijual cepat: S U R G A!

Punyakah kamu surga di bumi, tempatmu merasa bebas, terlindungi dan…begitu bahagia hanya dengan berada di situ?
Rizal, Juni, dan David menemukan surga lewat ketidaksengajaan; buka pintu harmonika, berjalan mengikuti sinar matahari, dan temukan surga. Surga yang tersembunyi di belakang ruko tempat tinggal mereka.

Walau mereka berbeda usia dan tidak juga lantas bermain bersama, surga membuat mereka menemukan bukan hanya sahabat, tetapi juga saudara dan keluarga. Ketika surga mereka akan berakhir, semangat mempertahankannya membawa mereka pada sebuah petualangan lewat tengah malam. Apa pula hubungannya dengan pencitraan Rizal, masalah Juni di sekolah dan bulu hitam misterius yang berpendar cantik temuan David serta suara-suara misterius di atap rukonya?

It’s never easy being a parent, and it’s tough being a kid. Most of us in Pintu Harmonika experience both worlds… From Clara Ng, Gina S Noer to the directors. We love theme, those relationship should be celebrated. That’s why this book is a small token of the beautiful, familiar push and pull relationship.Hope you enjoy this book, as a parent, as a son, or as a daughter.” – Sigi Wimala (Director Pintu Harmonika The Movie, Actress & Mum)

“Dunia remaja adalah dunia yang misterius. Dunia yang penuh bingung dan kompleksitasnya sendiri bukan hanya untuk orangtua yang tiba-tiba dilanda kebingungan tentang bagaimana cara menempatkan diri secara benar bersama remajanya, si remaja pun mengalami gamang akan keadaan dirinya. Novel ini bercerita tentang remaja, tentang dunianya, pikiran, ekspresi bahasa, gesture hidup remaja. Buku yang membuat kita mengenal remaja secara lebih.” – Ratih Ibrahim (Ibu dua remaja, Psikolog)

“Cerita unik yang membahas tentang kehidupan keluarga yang tinggal di ruko. Jarang tema ini diangkat. Dan bisa dibaca oleh semua umur.” – Luna Maya(Director Pintu Harmonika The Movie, Actrees)

“Novelnya bagus bisa nyeritain satu kejadian dari 3 sudut pandang gitu. Perjuangan Rizal, Juni, dan David buat mempertahankan surga juga seru. Akhir ceritanya juga gak terduga banget. Aku paling suka cerita ini diliat dari sudut David.” – Iqbaal (Personil Coboy Jr)

“Buku Pintu Harmonika merupakan sebuah buku tentang kisah seorang anak remaja yang mencari zona kenyamanan saat ditinggal oleh ibunya. Clara Ng & Icha Rahmanti menulis buku ini dengan menggunakan kalimat sederhana yang biasa digunakan oleh anak muda zaman sekarang, sehingga pembaca akan merasa hanyut dalam cerita yang mengalir indah. Dipenuhi dengan kisah bagaimana seorang anak remaja yang merasa tertekan hidup bersama ayahnya karena harus menjalani semua pekerjaan rumah seorang diri sehingga kemudian mencari kenyamanan di luar rumah. Novel ini sangat bermanfaat untuk menyadarkan kita semua, betapa anak-anak dan remaja pada dasarnya sangat mendambakan adanya rumah yang ramah anak. Jauh dari kekerasan, baik fisik maupun psikologis. Hanya dengan demikian akan lahir anak-anak dan remaja yang kreatif dan berkarakter di masa depan. Semoga.” – Kak Seto (Pemerhati Anak)

Review

“Gue percaya surga ada di mana-mana. Dan kepunyaan gue letaknya cuma selemparan kolor aja, dalam arti sebenarnya. Yah, walaupun butuh keahlian khusus untuk bisa melempar kolor dengan tepat dari atap ruko bokap ke surga dunia gue.”

Novel anak-anak yang ditulis oleh dua orang penulis yang telah mengeluarkan banyak sekali buku best-seller ini berisikan tiga catatan atau jurnal yang ditulis oleh tiga orang yang berbeda, yaitu Rizal Zaigham Harahap, Juni Shahnaz, dan David Christian Hadijaja a.k.a David Edogawa. Rizal adalah seorang remaja yang baru saja pindah ke kompleks ruko Gardenia Crescent dan hanya tinggal bersama ayahnya. Rukonya terletak diantara ruko milik Juni dan David.

Baca lebih lanjut