BACA Reading Challenge, Lentera Dipantara, Review 2016, Review Buku

[Review] Cerita Calon Arang by Pramoedya Ananta Toer

15048103_1019726544805818_6305898003626459136_n

Judul Buku: Cerita Calon Arang

Penulis: Pramoedya Ananta Toer

Penerbit: Lentera Dipantara

Cetakan 5: Februari 2010

Bahasa: Indonesia

ISBN: 979-97312-10-5

Halaman: 96 halaman

Harga: Rp37.400,-

Rating: 5/5

Sinopsis

Cerita Calon Arang bertutur tentang kehidupan seorang perempuan tua yang jahat. Pemilik teluh hitam dan penghisap darah manusia. Ia pongah. Semua-mua lawan politiknya dibabatnya. Yang mengkritik dihabisinya. Ia senang menganiaya sesama manusia, membunuh, merampas dan menyakiti. Ia punya banyak ilmu ajaib untuk membunuh orang… murid-muridnya dipaksa berkeramas dengan darah manusia. Kalau sedang berpesta, mereka tak ubahnya sekawanan binatang buas, takut orang melihatnya.

Tapi kejahatan ini pada akhirnya bisa ditumpas di tangan jejari kebaikan dalam operai terpadu yang dipimpin Empu BAradah. Empu ini bisa mengembalikan kehidupan masyarakat yang gonjang-ganjing ke jalan yang benar sehingga hidup bisa lebih baik dan lebih tenang, tidak buat permainan segala macam kejahatan.

Review

Baru kali ini saya ‘berkenalan’ dengan Pramoedya Ananta Toer, tepatnya ‘mencicipi’ salah satu karyanya. Ya, Cerita Calon Arang adalah karya beliau yang saya baca pertama kali, sekaligus membikin saya ingin membaca karyanya yang lain. Saya penasaran dan ingin tahu bagaimana cara beliau menyampaikan pemikirannya ke dalam sebuah tulisan. Tentu berbeda bila penyampaian yang beliau gunakan bukan dengan cara mendongeng. Karena dalam buku ini beliau menuturkan kisah Calon Arang dengan cara mendongeng. Koreksi saya kalau salah. Seperti yang diucapkan penulis pada bagian pengantar bahwa buku ini disusun sebagai buku kanak-kanak, agar bisa membangkitkan cerita lama pada mereka.

Buku ini berkisah tentang Negara Daha yang aman dan makmur di zaman raja Erlangga, namun keadaan tersebut segera berubah karena tersiar berita bahwa akan ada musuh yang datang. Ada salah satu dusun bernama Dusun Girah di sana, dan tinggal seorang janda bernama Calon Arang yang memiliki kelakuan buruk dan ditakuti semua orang. Tak ada satupun orang yang berani padanya. Ia memiliki seorang anak perempuan yang cantik bernama Ratna Manggali. Meski cantik, tetapi tidak ada satupun lelaki yang berani memperistrinya. Akibat kelakuan Calon Arang tersebut, Ratna pun menjadi bahan perbincangan orang-orang dan tidak ada yang berani mendekatinya. Ketika ia tahu anaknya jadi buah percakapan, ia marah besar. Bersama beberapa muridnya yang terkemuka ia pun pergi ke Candi Durga demi memohon izin kepada Dewi Durga untuk membunuh orang banyak. Penduduk Dusun Girah semakin takut dengan Calon Arang. Ia tak segan-segannya memberikan teluh pada orang yang mengganggu dirinya maupun murid-muridnya.

Continue reading “[Review] Cerita Calon Arang by Pramoedya Ananta Toer”

Iklan
BACA Reading Challenge, PT Gramedia Pustaka Utama, Review 2016, Review Buku

[Review] FBI vs CIA by Shandy Tan

14487225_1470749096287914_5874743609923731456_n

Judul Buku: FBI vs CIA

Penulis: Shandy Tan

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Cetakan 1: Oktober 2008

Bahasa: Indonesia

ISBN: 978-979-22-4059-7

Halaman: 192 halaman

Harga: Rp30.600,- (eBook by SCOOP)

Rating: 3.5/5

Sinopsis

FBI dan CIA adalah dua geng cewek SMA yang berbeda secara fisik. FBI (Feni, Bertha, Isabel) bertubuh subur makmur sebulat sumur, sedangkan CIA (Carol, Ivana, Angel) bertubuh kurus kering setipis piring. Mereka saling cuek, sampai suatu saat guru fisika memberikan tugas kelompok.

Isabel terpaksa satu kelompok dengan CIA. Carol, yang tahu Isabel berotak encer, membujuk Isabel untuk menjadi anggota CIA. Syaratnya, Isabel harus kurus. Maka Carol mengiming-imingi Isabel pola diet jitu supaya Isabel bisa menurunkan berat badannya.

Isabel jelas menerimanya. Dalam waktu tak terlalu lama, berat badannya mulai berkurang. Demi menjadi langsing, cantik, dan populer, Isabel tak peduli lagi pada FBI. Sampai akhirnya Isabel tahu, CIA memanfaatkannya untuk mengatrol nilai-nilai mereka.

Isabel ingin kembali pada Feni dan Bertha. Tapi tunggu dulu! Posisi I sudah diisi Indri! Terus, Isabel harus bagaimana dong? Haruskah dia menyingkirkan Indri? Padahal Feni dan Bertha menyukai Indri. Kembali pada CIA? Nggak usah, ya! Jadi, berhasilkah Isabel mendapatkan kembali sahabat-sahabat sejatinya?

Review

Ini kali pertama saya membaca karyanya Shandy Tan. Sebenarnya sudah sejak lama saya punya salah satu bukunya yang berjudul Shine on Me. Hanya saja sampai detik ini saya belum sempat membaca buku tersebut. Karena, ya begitulah. Selalu tergoda untuk membaca buku yang baru dibeli terlebih dulu, hehe.

Shandy Tan adalah penulis yang mengawali keterlibatannya dalam dunia menulis fiksi pada tahun 1994. Wow, sudah lama sekali, ya. Sebelum menerbitkan novel ini, Shandy Tan telah menelurkan tiga buku pada tahun 2006, yaitu Rival, Rahasia Si Kembar, dan Saat Tersenyum Saat Menyentuh (kumpulan cerpen remaja). FBI vs CIA adalah buku pertama dari seri buku FBI vs CIA.

Buku ini merupakan awal mula kisah persahabatan dan perselisihan antara kelompok FBI (Feni, Bertha, Isabel) dengan CIA (Carol, Ivana, Angel). Mereka adalah dua geng SMA yang secara fisik penampilannya amat berbeda. FBI terdiri dari tiga orang siswi yang bertubuh lumayan subur dan identik dengan makanan, sedangkan CIA terdiri dari tiga orang siswi yang tergolong kurus dan amat memerhatikan penampilan.

Suatu ketika, Pak Ramses, seorang guru fisika memberikan tugas berupa menyusun laporan tentang serangkaian percobaan yang telah disusunnya. Ia pun mengadakan pembagian kelompok masing-masing beranggotakan empat orang. Bisa dibilang Isabel tidak beruntung sebab ia satu kelompok dengan CIA. Feni dan Bertha pun nasibnya tidak cukup bagus. Feni satu kelompok dengan dua cowok yang selalu menempati ranking pertama dan kedua dari belakang, sedangkan Bertha satu kelompok dengan Juli yang sok pintar.

Continue reading “[Review] FBI vs CIA by Shandy Tan”

BACA Reading Challenge, Review 2016, Review Buku, Selasar Surabaya Publishing

[Review] Tragedi Hidup Manusia by John Steinbeck

14883632_926069860870357_8830704892636203619_oJudul Asli: Of Mice and Men

Judul Terjemahan: Tragedi Hidup Manusia

Penulis: John Steinbeck

Penerjemah: Shita Athiya

Penerbit: Selasar Surabaya Publishing

Cetakan 1: September 2011

Bahasa: Indonesia

ISBN: 978-979-25-9413-3

Halaman: 150 halaman

Harga: Rp24.000,-

Rating: 4/5

Sinopsis

Berusahalah memahami masing-masing manusia, karena dengan memahami satu sama lain. kalian bisa bersikap baik satu sama lain. Mengenal baik seorang manusia tak pernah berakhir dengan membencinya dan nyaris selalu menjadi mencintainya.

 ̶  John Steinbeck, 1938

Realitas tragis tentang perjuangan hidup manusia yang berusaha keras meraih impian di antara sekian banyak keterbatasan. Dituturkan oleh penulis humanis untuk merayakan kapasitas manusia yang telah terbukti atas kebesaran hati dan semangat membara atas jiwa ksatria saat dikalahkan, atas keberanian, kasih sayang, dan cinta.

Bacaan wajib bagi siapa pun.

Review

Ini kali pertama saya membaca karya John Steinbeck dan tidak mengecewakan, meskipun ending-nya mengesalkan, haha. John Steinbeck adalah seorang penulis yang telah menulis 27 buku, termasuk 16 novel, enam buku nonfiksi, dan lima kumpulan cerpen. Ia juga pernah meraih Penghargaan Nobel untuk Kesusastraan pada tahun 1962. Membaca buku ini membuat saya tergiur untuk mencicipi buku yang dinilai sebagai karya terbaiknya, The Grapes of Wrath (1939), yang telah diterjemahkan dan diterbitkan dalam bahasa Indonesia oleh Yayasan Obor Indonesia dengan judul Amarah. *kode :-D*

“Apa pun yang kita tak punya, tepat itulah yang kau mau.”  ̶  Halaman 14

“Tak perlu otak untuk menjadi orang yang baik. Kelihatan bagiku kadang-kadang tepat terjadi sebaliknya. Lihat saja orang yang benar-benar pintar dan biasanya hampir tak pernah jadi orang baik.”  ̶  Halaman 54

Buku ini menceritakan tentang persahabatan dua orang lelaki bernama George dan Lennie. George adalah lelaki yang memiliki badan kecil dan cukup pintar, sedangkan Lennie adalah lelaki bertubuh besar yang tidak bisa membedakan mana benar dan salah, tidak bisa mengendalikan diri ketika emosi menguasainya, dan bertingkah seperti anak-anak. Meski terkadang George suka merasa kesal dengan sikap Lennie dan sering membikin masalah, namun baginya Lennie tetaplah seorang teman yang baik. Pun George selalu berusaha menjaga Lennie agar tidak ada lagi kejadian yang tak diinginkan seperti saat bekerja di Weed dulu. Ia kerap kali menasihati Lennie untuk tidak melakukan dan berbicara hal-hal yang bisa menimbulkan masalah.

“Tentu saja Lennie luar biasa mengganggu hampir sepanjang waktu. Tapi kalau kau sudah terbiasa bepergian bersama seorang kawan, maka kau tak bisa mengusirnya.”  ̶  Halaman 55

“Siapa pun bisa sinting kalau tidak punya orang dekat. Tak peduli separah apa pun orangnya, asalkan ia selalu ada untukmu.”  ̶  Halaman 98

Continue reading “[Review] Tragedi Hidup Manusia by John Steinbeck”