GagasMedia, Review 2014, Review Buku

[Review] Jika: dan hanya jika

Judul Buku: Jika: dan hanya jika

Penulis: Alanda Kariza, Artasya Sudirman, Bella Panggabean, Desiyanti, Feba Sukmana, Gita Romadhona, Hanny Kusumawati, Mita M. Supardi, Nannette Isdito, Novi Kresna Murti, Rahne Putri, Stella Ang & Windi Ariestanty

Penerbit: GagasMedia

Cetakan I: 2013

Bahasa: Indonesia

Halaman: 224 halaman

ISBN: 979-780-641-3

Harga: Rp 49.300,- (www.bukukita.com)

Rating: 3/5

Sinopsis

Apa yang tebersit dalam hatimu, saat kaki sudah menjejak di masa sekarang, tetapi sebuah ingin masih tertinggal di masa lalu? Kau mungkin berharap semesta mengulang jika.

Apa yang memenuhi harapmu saat melihat esok masih terlalu gulita dan gelap tak mampu kau kira? Kau mungkin mendamba banyak jika.

Review

Pada jika-jika yang berdengung di kepala, kau sebenarnya sedang merunut cerita. Cerita-cerita yang berkelebat dan kau tunda kabarkan. (Hlm. vi)

Banyak dari kita yang pasti sering atau terkadang berandai-andai ‘jika’. Entah itu berandai-andai tentang kehidupan, kekasih, maupun apa yang ada dalam diri kita sendiri. Sesuai dengan judulnya, dalam buku ini kalian akan menemukan beragam ‘Jika’ yang ditulis oleh tiga belas orang penulis dengan cerita dan ending yang berbeda-beda. Kali ini saya nggak akan bahas tentang penulisnya–seperti biasanya–meskipun sedikit. Karena penulisnya banyak jadi saya hanya akan membahas tentang ceritanya saja.

  • Sebuah Kabar dari Jika – Windy Ariestanty

Jika-jika itu adalah cerita. Kau tak akan berhenti mengarang jika. Jika adalah tumpukan kenangan. Kenangan tentang masa lalu. Juga tentang masa depan. (Hlm. ix)

Suka dengan ceritanya. Nggak tahu kenapa baca cerita ini rasanya adem. Salut dengan kelincahan penulis dalam memainkan diksi.

  • Setumpuk ‘Jika’ di Manhattan – Alanda Kariza

Navita tidak menjawab. Ia merasa semakin bimbang. Bagaimana jika ayahnya tidak sesuai dengan yang ia bayangkan? Bagaimana jika ayahnya tidak ingat bagaimana rupa Navita? Bagaimana jika ternyata ayahnya berbohong, dan tidak tinggal di tempat ini? Bagaimana jika…. (Hlm. 14)

Cerita ini tentang seorang gadis bernama Navita yang menganggap perceraian ayah dan bunda-nya disebabkan karena dirinya. Navita yang semula berpikir dan yakin ayahnya menyayanginya, mendadak berubah setelah bertemu dengan ayahnya.

  • Kisah Cinta di Balik Pintu Renta – Rahne Putri

Sebuah mimpi tidak selayaknya egois terhadap mimpi yang lain, biarkanlah mimpi berkembang, dan biarkan cinta tersimpan di sela-selanya. Biarlah jarak dan waktu menjadi benalu sementara, jika kau percaya, cinta bisa kau bangunkan sewaktu-waktu bersama-sama. (Hlm. 37)

Continue reading “[Review] Jika: dan hanya jika”

Iklan
GagasMedia, Review 2014, Review Buku

[Review] Creative Writing Edisi Revisi by A.S. Laksana

IMG_20140704_121428
Judul Buku:
Creative Writing Edisi Revisi

Penulis: A.S. Laksana

Penerbit: GagasMedia

Cetakan I: 2013

Bahasa: Indonesia

Halaman: 216 halaman

ISBN: 979-780-681-2

Harga: Rp 46.750,- (www.bukukita.com)

Rating: 3.5/5

Sinopsis

Menulis adalah aktivitas yang menyenangkan. Namun, terkadang kita mengalami kebuntuan ide saat memulai sebuah kalimat atau bagaimana menutup sebuah cerita. Pada dasarnya, menulis akan terasa mudah dan menyenangkan bila kita punya keterampilan untuk itu.

Edisi revisi Creative Writing ini menambahkan unsur lain dalam keterampilan menulis, yakni bagaimana membuat adegan yang menarik dan menulis dengan sudut penceritaan beragam. Selain itu, setiap pembahasan dalam buku ini juga dilengkapi dengan contoh di setiap bagiannya. Di dalamnya, terangkum 24 tip keterampilan menulis sebagai berikut.

Rahasia Kreativitas

Lima Indra

Konstruksi Cerita

Action!

Cerita dan Karakter

Paragraf Pembuka

Draf Pertama

Mengakrabi Karakter

Pacing

Menulis Cepat

Plot

Pemborosan Kalimat

Strategi Tiga Kata

Dialog

Metafora

Menulis dan Mengedit

Sudut Penceritaan

Disiplin

Show, Don’t Tell

Sudut Penceritaan Beragam

Bacalah!

Mengonkretkan Konsep Abstrak

Adegan

Buka Kamus

Creative Writing akan membantu mewujudkan ide-ide kita ke dalam tulisan dengan mudah dan menyenangkan!

Review

Mood adalah sesuatu yang harus disingkirkan jauh-jauh jika ia menjadi urusan yang menghambat kerja penulisan Anda. Perkara mood hanyalah kemanjaan yang harus diperangi. Keinginan menulis harus Anda wujudkan menjadi sebuah tindakan menulis dan itu memerlukan sedikit kemauan untuk menyingkirkan penundaan dan tidak ambil peduli terhadap mood Anda. (Hlm. 21)

Seperti yang dinyatakan oleh A.S. Laksana, yang lebih masuk akal sebagai alasan kenapa kita gagal menulis adalah tidak adanya kemauan yang kuat. Membaca kalimat tersebut membuat saya merasa tersindir. Kenapa? Karena sebelum membaca buku ini kemauan menulis saya bisa dibilang masih setengah-setengah, hehehe. Akibat bingung harus memulai dari mana, gimana cara menulis yang benar, dsbnya akhirnya tulisan saya pun nggak jadi-jadi. 😀

Dalam Creative Writing edisi revisi ini, penulis mengajak kita untuk mengkonkretkan ide-ide yang ada dalam otak kita menjadi sebuah tulisan dengan cara yang bisa saya bilang mudah dipraktikkan. Creative Writing sendiri sebelumnya sudah pernah diterbitkan pada tahun 2007 oleh penerbit MediaKita dengan judul Creative Writing – Tip dan Strategi Menulis untuk Cerpen.

A.S. Laksana adalah salah satu sastrawan terkemuka Indonesia yang juga seorang pengarang, kritikus sastra, dan dulunya pernah menjadi wartawan. Ia aktif menulis cerpen di berbagai media cetak nasional di Indonesia. Kini ia aktif di bidang penerbitan dan mendirikan sekaligus mengajar di sekolah penulisan kreatif Jakarta School. Beberapa karyanya yang telah diterbitkan, di antaranya Kumcer Bidadari yang Mengembara, Cinta Silver dan beberapa karya nonfiksi.

Masalah dalam menulis yang sering kita dengar dan keluhkan adalah nggak adanya mood menulis atau belum muncul mood menulisnya dan nggak adanya waktu untuk menulis. Jujur, saya cukup sering mood-mood-an dalam menulis. Bukan karena nggak ada waktu, tapi karena bingung mesti memulai dari mana. Namun, setelah membaca buku ini dan sukses bikin sebuah cerpen, saya menjadi ketagihan untuk membuat cerpen-cerpen berikutnya, hahaha.

Menulislah yang buruk. Begitulah kira-kira kalimat penutup dari salah satu tip dalam buku ini. Tepatnya tip ‘Anda Hanya Perlu Action. Itu saja!‘. Ya, benar. Untuk bisa membuat sebuah tulisan, kita hanya perlu action, meski memulai itu adalah satu hal yang sangat sulit. Saya yakin itu karena saya pun demikian.

Continue reading “[Review] Creative Writing Edisi Revisi by A.S. Laksana”

Best Book Quotes, GagasMedia

[Book Quotes] Cinta Pertama

“Cinta pertama adalah ketika untuk pertama kalinya dalam hidup lo, lo mampu melihat segala sesuatu dengan lebih jelas, merasa lebih hidup, dan ingin jadi versi terbaik dari diri sendiri, saat dia berada di samping lo. Saat hidup lo berubah berantakan dan masih bisa berpikir, screw this mess, at least I still have you by my side.” – Melbourne: Rewind by Winna Efendi

Best Book Quotes, GagasMedia

[Book Quotes] Tangisan

“Tangisan tidak hanya diperuntukkan bagi orang-orang lemah. Tangisan diciptakan untuk orang-orang kuat, untuk mengingatkan mereka bahwa kesalahan adalah sesuatu yang wajar, dan tidak apa-apa jika sesekali kita merasakan takut, sesal, ataupun sedih.” – Melbourne: Rewind by Winna Efendi

GagasMedia, Review 2014, Review Buku, Secret Santa BBI

[Postbar Secret Santa 2013] Review: Melbourne by @WinnaEfendi

www.goodreads.com
http://www.goodreads.com

Judul Buku: Melbourne: Rewind

Penulis: Winna Efendi

Penerbit: GagasMedia

Cetakan I: 2013

Bahasa: Indonesia

ISBN: 979-780-645-6

Halaman: 328 halaman

Harga: Rp 44.200 (www.bukukita.com)

Rating: 3.5/5

Sinopsis

Pembaca tersayang,

Kehangatan Melbourne membawa siapa pun untuk bahagia. Winna Efendi menceritakan potongan cerita cinta dari Benua Australia, semanis karya-karya sebelumnya: Ai, Refrain, Unforgettable, Remember When, dan Truth or Dare.

Seperti kali ini, Winna menulis tentang masa lalu, jatuh cinta, dan kehilangan.

Max dan Laura dulu pernah saling jatuh cinta, bertemu lagi dalam satu celah waktu. Cerita Max dan Laura pun bergulir di sebuah bar terpencil di daerah West Melbourne. Keduanya bertanya-tanya tentang perasaan satu sama lain. Bermain-main dengan keputusan, kenangan, dan kesempatan. Mempertaruhkan hati di atas harapan yang sebenarnya kurang pasti.

Setiap tempat punya cerita.

Dan bersama surat ini, kami kirimkan cerita dari Melbourne bersama pilihan lagu-lagu kenangan Max dan Laura.

Enjoy the journey,

EDITOR

Review

Novel karya Winna Efendi dengan kover simpel dan manis ini berkisah tentang seorang pria pencinta cahaya bernama Maximillian Prasetya dan seorang wanita bernama Laura Winardi berusia 26 tahun — yang selalu mengingatkannya akan cahaya — yang kembali dalam kenangan masa lalu yang terabai dan tersisa. Mereka akhirnya dipertemukan kembali di Melbourne setelah lima tahun tidak bertemu. Ini mungkin ya yang dinamakan jodoh. Meskipun bertahun-tahun lost contact, tetapi pada akhirnya tetap dipertemukan juga.

Setibanya di Melbourne, dalam perjalanannya menuju rumah, tanpa sengaja Max mendengar suara Laura dari siaran radio yang diputar di taksi yang ditumpanginya. Kebetulan lagu terakhir yang diputar Laura adalah lagu John Mayer berjudul Back to You. Lagu ini merupakan lagu yang didengar oleh mereka berdua di bandara saat Max pergi meninggalkan Melbourne. Lagu ini pula yang membuat Max dan Laura terkenang akan kejadian di mana mereka (terpaksa) berpisah.

A song tells the story of your life; there’s always a personal history attached to it. Itulah yang menarik dari musik — setiap orang memiliki soundtrack kehidupannya sendiri.  Just like how this one particular song reminds me of a person i used to know. (Hal. 19)

Continue reading “[Postbar Secret Santa 2013] Review: Melbourne by @WinnaEfendi”

GagasMedia, Review 2014, Review Buku, Secret Santa BBI

[Postbar Secret Santa 2013] Review: Pahit Manisnya Persahabatan

www.goodreads.com
http://www.goodreads.com

Judul Buku: Truth or Dare

Penulis: Winna Efendi & Yoana Dianika

Penerbit: GagasMedia

Cetakan II: 2012

Bahasa: Indonesia

ISBN: 979-780-566-2

Halaman: 304 halaman

Rating: 4/5

Sinopsis

LONG TIME NO SEE

Suaramu seperti embusan udara segar saat terdengar di gagang telepon. Apa kabarmu, teman? Semoga waktu memperlakukanmu dengan baik. Oh ya, tentu saja aku juga kangen padamu. Bahkan sampai detik ini, kau selalu ada di speed dial handphone-ku—dan juga hatiku.

MISS YOU LIKE CRAZY

Banyak yang ingin aku ceritakan padamu saat bertemu nanti. Tentang teriknya matahari, tentang indahnya rembulan, tentang ceritaku yang terjadi di antaranya.

WISH YOU WERE HERE

Tahukah kamu, sampai kau kembali lagi, akan selalu ada dua kursi di teras rumahku? Dan setiap sore, aku duduk di sana, membaca buku dan menunggu. Aku ingin, saat kau datang nanti, akulah orang yang pertama kali kau temui. Yang berlari ke arahmu sambil memekik tenang.

Jadi orang pertama yang akan memberimu pelukan selamat datang….

Review

Novel dengan kover cantik dan sejuk ini merupakan proyek Gagas Duet yang ditulis oleh dua penulis GagasMedia, yaitu Winna Efendi dan Yoana Dianika, yang berkisah tentang pahit manisnya sebuah persahabatan. Novel ini menceritakan dua orang sahabat, yakni Alice Bells dan Catherine Collins yang tinggal di sebuah kota kecil di Waldo County di Maine, bagian Amerika Serikat yang dekat dengan laut bernama Belfast. Keduanya memiliki sifat yang bertolak belakang dan merupakan murid Belfast Area High School. Alice merupakan seorang gadis yang pendiam dan mengidap disleksia — semacam penyakit yang berkaitan dengan disfungsi salah satu area dalam otak –, sedangkan Catherine adalah gadis yang disukai oleh banyak orang dan pemberani.

“Yang nggak bisa kumengerti bukan masalah apakah kau menyukainya atau tidak karena jatuh cinta itu nggak salah. Tapi, sahabat sejati selalu jujur pada satu sama lain, apapun permasalahannya. Sahabat sejati nggak melakukan apa yang kau lakukan. I thought you, of all people, would know that.” (Hal. 102)

Sahabat sejati selalu jujur pada satu sama lain. Sahabat sejati nggak pernah menyimpan rahasia dari sahabatnya, sekecil apapun itu. (Hal. 110)

Dalam sebuah persahabatan adanya kejujuran satu sama lain itu amat penting, terlebih persahabatan antara dua perempuan dan satu laki-laki. Dalam persahabatan pun tidak ada yang luput dari yang namanya perselisihan. Begitu pun persahabatan Alice dan Catherine.

Perselisihan besar mereka dimulai ketika Catherine yang tanpa sengaja memergoki Julian sedang melakukan hal yang tidak semestinya dengan Alice. Perselisihan ini bisa terjadi dikarenakan Alice yang mulanya tidak jujur pada Catherine mengenai perasaannya terhadap Julian. Alice menganggap bahwa Catherine tidak perlu tahu mengenai perasaannya karena ia tidak mau membuat sahabat tercintanya tersebut terluka, padahal anggapannya tersebut adalah salah.

Continue reading “[Postbar Secret Santa 2013] Review: Pahit Manisnya Persahabatan”

Best Book Quotes, GagasMedia

[Book Quotes] Persahabatan

“Hal terbaik dari sebuah persahabatan adalah, tidak ada yang perlu berubah bahkan ketika orang-orang di dalamnya berubah.” – Truth or Dare by Winna Efendi & Yoana Dianika