P_20180607_091511_1Judul Buku: Buku Pintar Penyuntingan Naskah (Ed. Revisi)

Penulis: Pamusuk Eneste

Editor: Retna Dewanti

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Edisi Ketiga: 27 November 2017

Bahasa: Indonesia

ISBN: 978-602-03-7750-6

Tebal: 262 halaman

Harga: Rp65.000,-

Rating: 3.5/5

Sinopsis

Semakin suburnya dunia penerbitan dalam era informasi dan globalisasi menuntut profesionalisme dalam bidang penyuntingan (editing) naskah. Untuk itu, diperlukan sebuah buku pedoman (buku pintar) yang mengulas seluk-beluk dunia penyuntingan secara komprehensif.

Buku Pintar Penyuntingan Naskah Edisi Ketiga ini menyajikan seluruh proses penyuntingan naskah dari awal sampai akhir. Pada Edisi Ketiga ini, penulis membahas Naskah, Penyuntingan Naskah, Penyunting Naskah, Editor, Kode Etik Penyuntingan Naskah, Pemakaian Kata Tertentu, Gaya Penerbit/Gaya Selingkung, dan Naskah Bacaan Anak; juga dilengkapi dengan tip bagi penyunting naskah, beserta contoh-contoh dan latihan.

Buku ini dapat digunakan sebagai pedoman kuliah penyuntingan naskah (editing) di perguruan tinggi. Para penyunting naskah (kopieditor) dan para editor yang bekerja di penerbitan, media cetak, dan media elektronik dapat memanfaatkan buku ini. Selain itu, buku ini amat berguna bagi siapa saja yang ingin menekuni profesi di bidang penyuntingan naskah.

Review

Sunting-menyunting tulisan tidak hanya dilakukan oleh seseorang yang berprofesi sebagai editor ataupun penulis saja. Sebab, dalam aktivitas kita sehari-hari pun kegiatan menyunting tanpa disadari boleh jadi sering kita lakukan. Misalnya, ketika menyusun laporan kerja, mengirim surat elektronik atau pesan, menulis keterangan untuk kiriman yang akan dibagikan ke media sosial, dan lain-lain. Sebelum memublikasikan tulisan tersebut tentu kita suka melakukan pembacaan ulang sambil memperbaiki kalimat atau kata yang terasa kurang pas.

Mempelajari penyuntingan bisa dari mana saja dan salah satunya, yaitu dari buku. Buku Pintar Penyuntingan Naskah karya Pamusuk Eneste adalah satu dari beberapa buku yang membahas tentang penyuntingan naskah. Secara garis besar, buku ini menjelaskan mulai dari pengetahuan mendasar tentang pengertian naskah, macam sumber naskah bagi penerbit, penyunting naskah, ragam naskah, hingga tip-tip bagi penyunting naskah. Penulis membagi bahasan tersebut ke dalam sepuluh bab.

“Dilihat dari tugas editor dan penyunting naskah, boleh dikatakan tanggung jawab editor lebih berat dibandingkan dengan tanggung jawab yang dipikul penyunting naskah.” (Hlm. 11)

Lewat buku ini kita dapat membedakan pekerjaan antara seorang penyunting naskah (kopieditor) dan editor di penerbit buku yang ternyata fungsi dan tugas keduanya tidak sama. Selain itu, terdapat pula penjelasan singkat mengenai istilah-istilah lain yang kerap muncul di kalangan penerbit buku di Indonesia, seperti penyunting bahasa, penyunting penyelia, dan penyunting buku.

“Pada dasarnya, tugas seorang penyunting naskah adalah membuat sebuah naskah dapat dibaca. Akan tetapi, bukan hanya itu. Seorang penyunting naskah pun harus dapat membuat naskah itu enak dibaca.” (Hlm. 41)

Dalam setiap profesi tertentu ada beberapa hal yang menjadi syarat dan mesti dipenuhi oleh seseorang sebagaimana penyunting naskah. Pada bab 3, penulis menjelaskan secara gamblang beberapa persyaratan tersebut, di antaranya penguasaan ejaan bahasa Indonesia, ketelitian dan kesabaran, kemampuan menulis, dan lain-lain. Seorang penyunting naskah juga perlu memperhatikan Kode Etik Penyuntingan Naskah sebelum mulai menyunting agar tidak terjadi masalah di kemudian hari. Penulis menyusun dan menjelaskan kode etik tersebut berdasarkan pengalamannya sebagai editor.

Tak hanya itu, penyunting naskah pun perlu memperhatikan hal-hal sebelum, selama, dan sesudah menyunting naskah sebelum akhirnya diserahkan kepada bagian produksi. Ketiga tahap itu disebut tahap prapenyuntingan naskah, tahap penyuntingan naskah, dan tahap pascapenyuntingan naskah yang dibahas secara terperinci dalam bab 5-7. Tiga bab yang boleh dibilang merupakan inti dari buku ini dan mampu meluaskan wawasan pembaca awam mengenai seluk-beluk penyuntingan naskah.

Secara tidak langsung, penulis sekaligus menguji seberapa dalam pemahaman pembaca atas keseluruhan materi yang telah dibaca melalui latihan-latihan yang terdapat pada akhir bab 2-bab 8. Latihan-latihan itu berupa beberapa pertanyaan seputar topik yang dibahas dan dapat pula pengajar (dosen) ajukan pada mahasiswanya, seperti yang disebutkan penulis pada kata pengantar. Menariknya, pada bagian akhir terdapat lampiran yang memuat tanda-tanda koreksi, contoh teks sastra, contoh teks matematika, contoh teks kimia, contoh teks terjemahan fiksi, contoh teks terjemahan nonfiksi, dan lain-lain yang semakin melengkapi uraian yang ada.

Dalam buku ini terdapat pula delapan latihan tambahan terkait ejaan, tata bahasa, dan penyuntingan yang sudah pasti bermanfaat bagi pembaca. Penjelasan yang lugas, jelas, serta cukup lengkap dan detail membuat buku ini enak dibaca dan tidak membingungkan. Ditambah penjelasannya pun disertai dengan contoh sehingga makin mudah dipahami. Meskipun pembahasan di dalamnya tampak baru bagian luarnya saja, buku ini tetap mencerahkan dan cukup membantu selama melakukan penyuntingan maupun menulis. Buku Pintar Penyuntingan Naskah tentunya dapat dijadikan referensi bagi siapa saja yang berminat atau ingin menambah wawasan perihal sunting-menyunting.

Iklan