LRM_EXPORT_20180626_111608Judul buku: Before 30

Penulis: Nina Ruriya

Editor: Ruth Priscilia Angelina

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Cetakan pertama: 23 April 2018

Bahasa: Indonesia

ISBN: 978-602-03-8396-5

Halaman: 304 halaman

Harga: Rp75.000,-

Rating: ♥♥♥♥

Sinopsis

Kalau menurut wasiat sang nenek, sebelum usia 30, Sondra Smith memang diharuskan menemukan Mr. Right dan menikah. Tetapi, selama bertahun-tahun, pria potensial di dekatnya hanya Kevin Herrall, bosnya, yang selalu memerintah dan membuatnya menjadi workaholic. Masa iya ia harus mengakhiri masa lajangnya dengan pria otoriter begitu?

Beruntung Sondra bertemu Raymond Leighton di Gordon & Theo. Pria tampan itu membuatnya langsung jatuh hati pada pandangan pertama. Tetapi, benarkah keluarga Leighton yang kaya bertanggung jawab atas kekacauan yang terjadi pada keluarga Michelle, sahabat Sondra? Haruskah ia menyerahkan sisa hidupnya kepada Ray setelah masa lalu kelam pria itu terkuak? Atau Kevin yang menyebalkan justru adalah jawaban dari pencarian panjang Sondra?

Review

Sudah lima tahun sejak terakhir kali saya membaca novel Amore. Sempat merasa jengah dengan kisah yang melulu percintaan membuat saya beralih ke bacaan yang sedikit membahas masalah percintaan. Belakangan saya pun cukup selektif dalam memilih bacaan hanya agar saya bisa betul-betul menikmati bacaan yang saya pilih ataupun beli. Saya senang dan cukup puas ketika selesai membaca Before 30 karya Nina Ruriya. Karena novel ini tidak seperti novel Amore lain yang pernah saya baca. Nina Ruriya adalah seorang penulis yang juga mengajar di sebuah SMP swasta di Jombang, Jawa Timur. Before 30 adalah novel pertama yang ditulisnya di sela-sela kesibukan mengajar.

“Aku tidak alergi dengan pernikahan, sama sekali tidak. Aku hanya…. Baiklah, kuberitahu kau sesuatu: tak sampai tiga bulan lagi aku tepat 29 tahun dan aku masih sendiri. Sungguh, aku tak terlalu memusingkan berapa usia ideal untuk menikah.” (Hlm. 11)

IMG_20180616_203405

Before 30 mengisahkan tentang Sondra Smith, Arsitek Senior dan Desainer Interior Home & Garden Solutions berusia 29 tahun yang mendapat wasiat mendiang neneknya. Wasiat itu berisikan sebuah pesan yang memintanya, kalau bukan menyuruhnya, untuk mencari dan mendapatkan cinta sejati dan menikah sebelum tiga puluh tahun. Sebuah pesan sederhana yang terlihat sepele. Namun, tidak semudah melaksanakannya. Setelah empat tahun lalu mengakhiri hubungannya dengan Jonas, lelaki yang kini ada di sekitar Sondra hanyalah Kevin Herrall, atasannya. Bagi Sondra, Kevin hanya seorang atasan yang kerap memberinya pekerjaan dan membuatnya sibuk sampai-sampai Sondra lupa untuk bersenang-senang.

Satu malam sahabat sekaligus rekan kerja Sondra, Michelle Tripp, mengajaknya ke bar Gordon & Theo. Di sana Sondra melihat seorang lelaki tampan yang melintas di depan mejanya menuju meja di sudut ruangan. Tak perlu waktu lama bagi Sondra untuk jatuh hati padanya. Tatapannya yang dingin, wajahnya yang tampan, tubuhnya yang ramping, dan rambut hitamnya yang disisir rapi ke belakang telah berhasil memikat Sondra. Sayangnya, lelaki misterius itu pergi di saat Sondra belum sempat berkenalan dengannya.

Ketika Sondra mencari Michelle ke area parkir untuk karyawan di belakang gedung tanpa sengaja ia melihat sosok laki-laki tergeletak di tanah yang tak lain adalah lelaki misterius yang ditemuinya di Gordon & Theo. Insiden itu kemudian membawa Sondra pada masalah lain yang cukup rumit pun kejadian-kejadian yang tidak menyenangkan. Di sisi lain, insiden itu pulalah yang membuat Sondra dapat berkenalan dan berbincang dengan si lelaki misterius. Keberuntungan mungkin sedang berpihak pada Sondra saat itu.

“Aku mulai menikmati bagaimana jantungku berdebar ketika nama Ray muncul di layar ponsel lalu kami mengobrol berjam-jam. Aku mulai menikmati rutinitas membaca pesan-pesan singkat yang dia kirimkan tiap pagi.” (Hlm. 109)

“Tak ada kata yang terucap, tapi kami tahu kami menginginkan satu sama lain.” (Hlm. 176)

Belum selesai proyek yang sedang dikerjakan Sondra, tapi Kevin sudah memberinya proyek baru; redekorasi rumah Raymond Leighton di Royal Street. Sondra tak menyangka bahwa klien di Royal Street tersebut ternyata si lelaki misterius. Singkat cerita, benih-benih cinta muncul di antara mereka seiring berjalannya proyek tersebut. Merasa masih memiliki kesempatan dan tak ingin kehilangan Sondra, Kevin yang sempat ragu akan perasaannya pun akhirnya menyatakan isi hati sekaligus membuka diri dan menceritakan masa lalunya pada Sondra.

Kepada siapakah Sondra akan menjatuhkan pilihannya? Benarkah Raymond Leighton adalah lelaki yang selama ini Sondra cari dan seperti yang dipikirkan olehnya atau justru Kevin-lah cinta sejatinya? Apa sebenarnya maksud dan penyebab terjadinya insiden di parkiran Gordon & Theo? Berhasilkah Sondra melaksanakan wasiat mendiang Granny?

Kisah yang cukup rumit, menarik, dan penuh misteri dengan latar belakang profesi yang berbeda dari tokoh-tokohnya, karakter dan sikap para tokohnya, penuturan penulis yang tidak membosankan dan mengalir, dan penyampaian yang mendetail dari setiap hal yang ada dalam cerita. Banyak pula informasi yang dibagikan penulis dalam cerita, seperti sejarah Jackson Square, rumah LaLaLaurie, Washington Artillery Park, dan lain-lain yang jadi catatan saya untuk mencari tahu lebih jauh. Selain itu, adanya aksi-aksi tindakan kriminal yang sesuai porsinya semakin melengkapi keseruan cerita. Hal-hal itulah yang membuat cerita Before 30 menjadi amat menarik dan terasa bukan sekadar cerita cinta biasa.

Semakin ke belakang, kebenaran dan penyelesaian dari segala masalah yang membuat penasaran pun terbuka satu per satu dalam alur yang pas, tidak lambat pun tidak cepat. Setelah membaca habis ceritanya ternyata hampir semua tokohnya (Sondra, Michelle, Raymond, Giselle, Mary, Jonas, dll) memiliki hubungan yang tidak biasa dan saling terkait satu sama lain. Selama membaca novel ini tak jarang saya merasa seperti sedang menonton film drama misteri dengan sedikit bumbu aksi kriminal. Saya sempat berpikir kalau novel ini dijadikan film tampaknya akan menarik. Melihat Kevin Herrall menjadi sosok nyata adalah harapan dan kebahagiaan tersendiri untuk saya, ha ha. *tetap jadi tim Kevin sampai akhir*

“Kevin Herrall mungkin bukan pria yang dengan mudah mengatakan aku mencintaimu. Tetapi ketika mengatakannya, dia akan memastikan dirinya bersungguh-sungguh dengan kalimat itu. Kita tak tahu betapa bermakna kalimat itu baginya.” (Hlm. 128)

Kevin dan Raymond itu dua laki-laki yang memiliki sifat yang sangat berbeda. Raymond seorang lelaki yang  hangat, ramah, percaya diri, pintar merayu, dan pintar menarik perhatian pun mengambil hati wanita dengan sikap dan penampilannya. Lain dengan Kevin yang dingin, butuh waktu lama untuk memastikan perasaannya, tidak mudah terbuka, tidak dengan mudah menyatakan perasaannya pada seseorang termasuk orang yang dicintainya, bukan orang yang pintar berkata-kata, memiliki sikap peduli dan perhatian dengan caranya sendiri yang kerap tidak begitu kelihatan dan kadang disalahartikan, memiliki masa lalu yang buruk yang menyebabkan dirinya sering mengubah sikap dan pendirian, dan hanya Sondra-lah yang mampu mengubah Kevin. Anehnya, di antara mereka berdua dari awal sampai akhir saya justru sukanya dengan tokoh Kevin. ♥

“Percayalah, dia menyukaimu. Dia mengajakmu makan siang, mentraktirmu minum di akhir pekan. Dan hari ini dia memintamu menemaninya ke Nice. Kau tidak peka sama sekali.” (Hlm. 55)

Geregetan sendiri melihat Sondra yang tidak peka terhadap Kevin. Segitu perhatiannya masa Sondra tidak merasa atau tidak sadar, sih, kalau Kevin tertarik atau bahkan menaruh rasa padanya. *tepuk jidat* *sebal sendiri* Karena saya pikir sebaik-baiknya atasan pasti tidak akan peduli sekaligus bersikap dan memberi perhatian yang berlebihan pada bawahannya saat ditimpa masalah. Apalagi jika keduanya bukan sahabat dekat. Ada pula adegan yang membuat saya gemas sama Sondra yang lebih memercayai Raymond yang baru dikenalnya beberapa bulan daripada Michelle yang sudah dikenalnya sejak SMA. Pertengkaran di antara mereka semestinya tidak terjadi. Lebih-lebih hanya gara-gara perbedaan pendapat mengenai pelaku di balik penyerangan Sondra dan penilaian keduanya terhadap Raymond.

Saya amat menyayangkan tokoh Kevin yang kurang digali dengan baik oleh penulis. Karena bisa dibilang Kevin itu tokoh laki-laki utama kedua yang semestinya adegannya tidak sedikit dan memiliki peran yang cukup besar dalam cerita. Boleh jadi karena penulis terlalu berfokus pada kerumitan masalah dan penyelesaian yang mengitari hampir semua tokohnya sehingga peran tokoh Kevin terabaikan. Saya jadi merasa Kevin dimunculkan hanya sebagai pelengkap hubungan di antara Sondra dan Raymond, padahal kemunculan Kevin bisa membuat ceritanya lebih seru lagi.

Before 30 yang berlatar di Uptown, New Orleans ini memang tidak begitu berfokus pada wasiat mendiang nenek Sondra dan alasan atau penyebab Sondra Smith belum menikah di saat usianya sudah 29 tahun. Namun, saya dapat katakan penulis menggambarkannya secara tersirat saat Sondra bertemu kembali dengan Jonas, mantannya empat tahun lalu. Saya pun menyimpulkan bahwa tidak mudah bagi Sondra untuk membuka hati dan menjalin hubungan dengan laki-laki baru setelah masa lalu yang tidak mengenakkan terjadi. Pun boleh jadi Sondra merasa lelah dengan segala hal tentang cinta sehingga membutuhkan waktu untuk dapat jatuh cinta lagi. Waktu adalah jawaban yang dirasa tepat. Wasiat menikah sebelum tiga puluh menjadi waktu yang tepat bagi Sondra untuk mulai mencari pasangan hidup.

Menurut saya, kisah Before 30 lebih berfokus pada bagaimana Sondra mencari Mr. Right untuk memenuhi wasiat dari nenek yang begitu disayanginya. Juga bagaimana hubungan Sondra dengan Mr. Right yang telah ia temukan terjalin. Dari kisah Sondra tergambar jelas betapa tidak mudahnya mencari dan menemukan seseorang yang dirasa tepat sebagai teman hidup. Selain itu, saya dapat mengambil kesimpulan bahwa setiap orang pasti memiliki rahasia yang disimpan hanya untuk dirinya sendiri. Pun setiap orang pasti pernah mengalami kepedihan dan masa lalu kelam yang menjadikannya seperti sekarang.

Before 30 tidak hanya memuat kisah percintaan, tetapi juga tentang keluarga dan persahabatan. Bagaimana sebuah hubungan, kepercayaan, kebodohan, kejahatan, kepedulian, kepedihan, kedekatan, keberanian, kegagalan, dan pengkhianatan sewaktu-waktu dapat menjadi dasar penyebab adanya masalah bahkan di masa depan. Novel menarik bagi kamu yang menyukai cerita cinta, keluarga, dan persahabatan dengan penyedap misteri dan thriller di dalamnya. FYI, novel ini masuk dalam kategori untuk pembaca 17 tahun ke atas. Jadi, bagi kamu yang masih di bawah 17 tahun harap bersabar, ya, kalau mau membaca novel ini. 😉

n.b.: terima kasih untuk Mbak Ruth yang sudah mengenalkan saya pada buku ini dan atas kesempatannya. ♥

Iklan