IMG_20180329_144121Judul Buku: The Old Man and the Sea (Lelaki Tua dan Laut)

Penulis: Ernest Hemingway

Penerjemah: Dian Vita Ellyati

Editor Bahasa: Bagus Manilkara

Penerbit: Liris

Cetakan I: 2013

Bahasa: Indonesia

ISBN: 978-602-1526-13-2

Halaman: 128 halaman

Rating: 4/5

Sinopsis

THE OLD MAN AND THE SEA adalah kisah persahabatan dan pelajaran kehidupan yang dramatik. Kisah lelaki tua dan laut ini memang inspirasional. Ada kebersahajaan, kesabaran, kekuatan hati, serta semangat yang tak pernah menyerah pada keadaan.

The Old Man and the Sea adalah karya penting dalam sejarah kepenulisan Ernest Hemingway. Ini adalah karya utama (masterpiece) dari Hemingway yang banyak menyita perhatian dunia. Karya ini berhasil memenangi hadiah Pulitzer (1953), Award of Merit Medal for Novel dari American Academy of Letters (1953), dan penghargaan Nobel Sastra (1954) untuk keahlian luar biasanya pada seni narasi, yang didemonstrasikan dalam The Old Man and the Sea, dan pengaruh atas gaya sastra kontemporer.

Karya-karya Hemingway selalu dramatik, punya narasi deskripsi yang kuat, serta mampu mengusung penggambaran situasi yang sempurna. Membaca novel ini kita akan dibuai dengan gaya penulisan yang tenang dan mengalir, jalan cerita terasa teratur, sifat-sifat tokoh utama tergambar jelas dengan penuturan yang tidak terburu-buru.

Heroisme bagi Hemingway adalah manusia yang berhasil mengatasi penderitaan dalam kesendiriannya. Banyak nilai-nilai kehidupan yang bisa diserap dari cerita ini.

Review

Saya tertarik dan penasaran dengan The Old Man and The Sea karena ‘hasutan’ tidak langsung dari beberapa kawan di komunitas baca yang saya ikuti. Buku tipis yang pas untuk dibawa dan sebagai teman saat melakukan perjalanan ini baru saya selesaikan dua hari lalu setelah mood baca kembali membaik dan sempat membuat saya bingung menuliskan review-nya. Saya jadi tahu penyebab buku ini dinilai bagus dan sisi menariknya. Tidak heran kalau buku ini memperoleh Hadiah Pulitzer pada tahun 1953.

Ernest Hemingway adalah seorang penulis dan wartawan Amerika yang pernah meraih penghargaan Nobel Sastra pada tahun 1954 untuk The Old Man and the Sea. Sepanjang hidupnya Ernest telah menerbitkan tujuh novel, enam koleksi cerita pendek, dan tiga karya nonfiksi yang diterbitkan secara anumerta. Beberapa di antaranya, yaitu The Sun Also Rises, A Farewell to Arms, For Whom the Bell Tolls, A Moveable Feast, dan lain-lain.

“Segala sesuatu pada dirinya menggambarkan keuzuran selain sepasang matanya. Kedua mata itu berwarna serupa laut dan menyiratkan keriangan serta semangat yang tak bisa dipadamkan.” (Hlm. 2)

The Old Man and the Sea mengisahkan tentang lelaki tua bernama Santiago yang melaut seorang diri di Arus Teluk. Adalah bocah bernama Manolin yang menyayangi dan selalu menemani Santiago yang hanya tinggal seorang diri di gubuknya. Selama empat puluh hari pertama sebelumnya Manolin menemani Santiago berlayar, namun melihat Santiago tidak membawa satu ekor ikan pun orangtua Manolin menyuruhnya untuk berpindah perahu. Kedekatan antara Santiago dan Manolin bagai bapak dan anak, dan mereka pun saling menyayangi satu sama lain.

“Setiap hari adalah hari baru. Kenyataan ini lebih baik daripada sekadar keberuntungan. Tetapi sebaiknya aku harus lebih yakin. Sehingga ketika keberuntungan tiba, kau akan siap menerimanya.” (Hlm. 26)

Selama delapan puluh empat hari berlayar Santiago tak berhasil menangkap satu ikan pun. Tetapi, hal itu tidak membuatnya menyerah begitu saja. Pada hari berikutnya, Santiago kembali melaut dan memulai perburuannya. Dalam pelayarannya, Santiago percaya bahwa ada keberuntungan untuknya dan akan ada ikan yang jauh lebih besar dari sebelumnya yang bisa ia tangkap. Selama mengarungi lautan Santiago hanya ditemani oleh burung-burung dan ikan yang kerap menjadi teman mengobrol, selain dirinya sendiri. Berhasilkah Santiago membawa pulang seekor ikan? Akankah keberuntungan berpihak padanya?

Hubungan Santiago dan Manolin yang digambarkan dengan baik dan sederhana terasa begitu dekat dan hangat. Perhatian yang diberikan Manolin pada Santiago pun amat terasa. Banyak pesan dan pelajaran yang tersirat dalam cerita The Old Man and the Sea. Di tengah-tengah masalah apa pun yang menimpa Santiago di tengah lautan, ia tetap berusaha untuk berpikir positif dan optimis. Kegagalannya di masa lalu tidak membuatnya putus harapan. Ia yakin akan memperoleh keberhasilan dengan kemampuannya dan apa pun yang dipikirkannya dalam mengatasi keadaan. Alih-alih menyerah pada keadaan, ia justru tetap bersabar dan percaya bahwa segala masalah dapat terselesaikan dan keadaan akan membaik. Ketetapan hati yang dimilikinya tecermin dengan sangat jelas.

Tidak adanya jeda dan alur yang cenderung lambat sempat membuat saya agak kebosanan dan mengambil napas panjang. Namun, hal itu tidak mengurangi keseruan ceritnya. Segala hal yang ada dalam cerita digambarkan dengan begitu detail. Lewat narasi deskripsinya yang betul-betul kuat sekali Ernest Hemingway akan membawa pembaca ke tengah-tengah lautan, mengalami berbagai kejadian yang menguji kesabaran dan keteguhan, juga melihat betapa nyata kesendirian yang diderita Santiago. This book is not my favorite, but really worth to read.

“Keberuntungan adalah sesuatu yang datang dalam banyak bentuk, dan siapa yang bisa mengenalinya?” (Hlm. 117)

Iklan