Literati, Review 2017, Review Buku

[Review] Imaji Terindah by Sitta Karina


Judul Buku: Imaji Terindah

Penulis: Sitta Karina

Penerbit: Literati

Cetakan Pertama: Desember 2016

Genre: Fiksi-Romance

Bahasa: Indonesia

ISBN: 978-602-8740-60-9

Halaman: 290 halaman

Harga: Rp55.200,-

Rating: 4/5

Sinopsis

“Jangan jatuh cinta kalau nggak berani sakit hati.”

Tertantang ucapan putra rekan bisnis keluarganya pada sebuah jamuan makan malam, Chris Hanafiah memulai permainan untuk memastikan dirinya tidak seperti yang pemuda itu katakan.

Dan Kianti Srihadi—Aki—adalah sosok ceria yang tepat untuk proyek kecilnya ini.

Saat Chris yakin semua akan berjalan sesuai rencana, kejutan demi kejutan, termasuk rahasia Aki, menyapanya. Membuat hari-hari Chris tak lagi sama hingga menghadapkannya pada sesuatu yang paling tidak ia antisipasi selama ini, yakni perasaannya sendiri.

Review

Saya menghabiskan buku ini kurang lebih dua bulan. Lama, ya? Iya, lama. Banget malah. Biasanya kalau ceritanya seru dan tidak terlalu tebal seperti Imaji Terindah ini, kelarnya paling lama dua minggu. Berhubung beberapa buku yang tahun lalu saya baca belum kelar jadi saya sembari membaca buku lain juga. Ditambah waktu membaca yang tidak sebanyak dulu membuat saya mesti pintar-pintar membagi waktu.

Ini kali pertama saya ‘mencicipi’ karya Sitta Karina. Sebenarnya sudah sejak dulu saya tertarik ingin baca dua bukunya; Circa dan Rumah Cokelat. Hanya saja seringkali belum berjodoh (baca: tergiur dengan buku baru yang lain sehingga lupa dengan buku yang sebelumnya mau dibeli). Membaca Imaji Terindah membuat saya penasaran dengan seri keluarga Hanafiah lainnya dan karya Sitta Karina yang lain. Duh, jadi ingin mengoleksi semuanya, deh. >.< *Cukup curcolnya, Na* Oke-oke. Saya lanjutkan, ya.

Sitta Karina adalah penulis yang karya-karyanya diterbitkan oleh beberapa penerbit. Imaji Terindah sendiri diterbitkan oleh Literati―imprint dari Penerbit Lentera Hati―pada Desember 2016. Ia juga pernah menjadi juri Khatulistiwa Literary Award 2008, mengisi workshop penulisan, dan menjadi kontributor majalah Gogirl!, CosmoGIRL!, Hai, Spice!, Kawanku, dan lain-lain. Selain Imaji Terindah, karyanya yang lain, yaitu dwilogi Aerial, serial fantasi Magical Seira, serial keluarga Hanafiah lainnya, beberapa kumcer dan novel.

Imaji Terindah merupakan novela seri keluarga Hanafiah yang terbagi menjadi tiga bagian cerita, yaitu Sakura Emas, Imaji Terindah, dan Air Mata Pedang. Bukan cuma kisah Chris saja yang ada dalam buku ini, tetapi juga kisah khusus tentang Kei Kaminari dan Nara Hanafiah, sepupu Chris. Ketiga kisah tersebut menyuguhkan ending yang menarik, dan setiap kisah memiliki rasa yang berbeda.

“Begitu terlelap, Kei kembali menyelam semakin dalam ke alam bawah sadarnya sampai tiba pada sebuah lorong gelap. Instingnya menjadi penunjuk jalan dalam mencari di mana mimpi Kania bersarang.” (Hlm. 19)

“Ada saja hal baik di dunia ini, misalnya kehadiran seorang teman tanpa diminta saat semua orang memperlakukannya seperti penderita penyakit kulit menular.” (Hlm. 22)

Sakura Emas bercerita tentang seorang anak SMA keturunan Jepang bernama Kei yang terdampar di Higa International School. Ia tidak menyukai sekolah barunya. Saat hari pertama masuk sekolah ia bertemu dengan seorang gadis ceplas-ceplos dan quirky asal Indonesia bernama Kania. Ia merasa memiliki kesamaan—dalam hal tidak senang bersekolah di Higa—yang sama besarnya dengan Kania. Kei mempunyai kemampuan baru yang dapat dikatakan aneh. Ia dapat memasuki alam mimpi orang lain dan amat penasaran dengan dunia di alam mimpi Kania. Ketika Kei berhasil memasukinya, ia pun tercengang dengan apa yang ada di alam mimpi Kania. Suatu ketika ada kejadian di sekolah yang mengejutkan Kei (juga saya sebagai pembaca). Kejadian yang menguak hal yang tidak pernah Kei ketahui tentang Kania.

“Jangan jatuh cinta kalau nggak berani sakit hati.” (Hlm. 41)

“I hate when things get personal.” ‒ Chris Hanafiah (Hlm. 130)

“Hati-hati membisikkan keinginan walau hanya di dalam hati. Karena apa yang diam-diam ia impikan justru jadi nyata.” (Hlm. 150)

“Kamu nggak bisa atur perasaan orang. Kamu bersikap baik kepada seseorang dan ia akan mengembalikannya dengan kebaikan yang sama atau malah hal yang menyakitkan. Tapi, apa kamu bisa mencegahnya saat ia membalasmu dengan cinta?” (Hlm. 163)

“Tiap orang yang bahagia pasti memiliki seseorang yang membuat dirinya merasa penting dan berarti.” (Hlm. 218)

“Orang yang ada dalam pikiran kita saat sedang memandangi hujan adalah orang yang kita sukai.” (Hlm. 228)

Imaji Terindah mengisahkan tentang Christopher Hanafiah yang merasa tertantang oleh kata-kata Kei Kaminari, anak bungsu Kaminari Shigure, ketika makan malam bersama Kaminari Shipping Co; salah satu sahabat keluarga Hanafiah. Untuk membuktikan bahwa ucapan Kei tidak benar, Chris pun membuat sebuah rencana yakni mendekati Kianti Srihadi; siswi pindahan dari Jepang. Singkat cerita, Kianti menolak permintaan Chris untuk menjadi kekasihnya. Meski begitu, mereka tetap memiliki hubungan yang baik sebagai sahabat.

Salah satu pertanyaan (hal) yang membuat Chris penasaran pada Kianti pun terungkap. Suatu ketika terjadi peristiwa yang tidak terduga di ruang musik gedung lama yang kemudian membuat Kianti terbuka pada Chris mengenai phobia dan penyakit yang dideritanya. Sejak kejadian itu, perasaan Aki terhadap Chris perlahan-lahan berubah dan muncul sebuah harapan dalam diri Aki yang tidak pernah ia sadari sebelumnya. Kedekatan Chris dengan Aki membuat keadaan persahabatannya dengan Alde dan Rimbi goyah. Alde menganggap Chris telah berubah karena Aki. Lain halnya dengan Rimbi. Rimbi yang menyukai Chris merasa kesal, kecewa, dan sedih karena Chris lebih memilih Aki. Berbagai masalah mendatangi Chris dan berkat Aki-lah ia mampu mengatasi semua masalahnya. Akankah status hubungan Chris dan Aki berubah menjadi sepasang kekasih? Bagaimana nasib persahabatan Chris dengan Alde dan Rimbi?

Imaji Terindah adalah cerita yang paling saya suka dari buku ini. Sikap dan perhatian Chris terhadap Aki membuat saya sebagai pembaca merasa ingin juga memiliki seseorang seperti Chris, haha. Melihat bagaimana sosok Chris, saya pikir tidak hanya saya saja yang punya keinginan seperti itu, tetapi perempuan lain juga. Penulis telah berhasil membuat saya jatuh hati dengan Chris dan agak kesal dengan ending-nya yang … ah, sudahlah. Yang jelas ending-nya akan membuat pembaca yang menyukai cerita ini ingin protes. Namun, di situlah letak menariknya.

“Dari jarak sedekat ini, tato tersebut memperlihatkan tekstur guratan berbentuk diagonal yang presisi satu sama lain.” (Hlm. 270)

Cerita ketiga yang tidak kalah menarik berjudul Air Mata Pedang. Air Mata Pedang menceritakan tentang Nara Hanafiah yang memiliki sebuah bentuk rantai kecil semacam tato di kiri atas punggungnya. Selama ini Nara menganggap bentuk tersebut merupakan tanda lahir. Sampai suatu ketika ia melihat sebuah benda dengan bentuk yang sama seperti tanda lahirnya pada liputan berita pameran benda antik, the Met. Ia pun menduga bahwa bentuk rantai kecil di punggungnya bukanlah tanda lahir. Penasaran akan kebenaran tanda lahirnya, Nara pun mengunjungi acara akbar the Met—pameran perdana relik-relik yang baru ditemukan dan memiliki nilai sejarah tinggi—dan bertemu dengan pemilik relik tersebut. Sayangnya, bukan jawaban dari rasa penasarannya yang Nara dapatkan, melainkan sebuah pernyataan yang mengejutkan.

Dalam cerita Imaji Terindah, cukup banyak beberapa istilah dalam bahasa Jepang yang menambah wawasan saya, seperti ochitsuke, minna, wakatta, senpai, hime, aki, kyudo, usotsuki, omamori, en musubi, dan lain-lain. Juga kalimat-kalimat dalam bahasa Jepang, seperti sore dake de, onaka ga suita, daijõbu da yo, dan lain-lain. Selain itu, saya dapat kosa kata bahasa Indonesia yang baru: tantrum. Rasanya menyenangkan ketika di tengah-tengah membaca buku, kemudian menemukan kosa kata yang baru pertama kali dilihat. Sayangnya, ada satu kata dalam bahasa Italia(?) dan dua kata dalam bahasa Jepang yang tidak diberikan artinya oleh penulis, yaitu kata mi primo, dojo, dan toya. Jadi kurang lengkap saja untuk saya, hehe.

Inez, kakaknya Chris, memiliki teman lama dari Jepang bernama Mizuno Toru. Teman Inez tersebut datang dengan membawa temannya yang seorang bintang drama terkenal di Jepang bernama Kimura Takuya. Saya (terkadang suka) iseng Googling dan penasaran dengan nama Mizuno Toru dan Kimura Takuya betulan ada atau tidak. Karena saya baru tahu nama mereka. Ya, ternyata ada, Guys. 😄 Kimura Takuya memang seorang aktor dan penyanyi Jepang, sedangkan (ini kalau memang benar orang yang dimaksud penulis) Mizuno Toru adalah seorang aktor dan sutradara. Sungguh ide yang cukup menarik.

Saya suka dengan gaya bahasa penulis yang sederhana dan mampu membuat saya hanyut dalam cerita. Pendeskripsian tokoh pun latar yang detail dan sesuai porsinya membuat cerita ini kian lengkap. Tokoh-tokoh yang dihadirkan cukup banyak, tetapi tidak membuat saya—sebagai pembaca yang baru pertama kali membaca seri keluarga Hanafiah—bingung. Plot cerita yang tidak lambat juga tidak cepat membuat saya tidak bosan membacanya. Tema yang diangkat penulis bisa dibilang tema yang umum, namun penulis mampu menyajikannya secara menarik. Imaji Terindah adalah bacaan ringan dan seru yang tepat untuk kamu yang sedang ingin menikmati cerita sederhana dan singkat.

P.S.: Terima kasih untuk bukunya, Kak Sitta. ❤

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s