PT Gramedia Pustaka Utama, Review 2016, Review 2017, Review Buku

[Review] Keep Your Hand Moving by Anwar Holid


Judul: Keep Your Hand Moving (Panduan Menulis, Mengedit, dan Memolesnya)

Penulis: Anwar Holid

Genre: Nonfiksi

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Cetakan 1: 2010

ISBN: 978-979-22-5844-8

Halaman: 136 halaman

Harga: Rp34.941,- (e-book)

Rating: 3.5/5

Sinopsis

Penulis hebat biasanya berusaha melampiaskan ekspresi agar mampu menemukan kekuatan khas dirinya. Dirinya mau berkompromi terhadap standar umum dunia penulisan, memperhatikan kepentingan pembaca untuk menghasilkan karya yang jernih, eksploratif, kuat.

Keep Your Hand Moving berusaha fokus meningkatkan kemampuan menulis. Mula-mula dengan membangkitkan saraf dan kebiasaan menulis, lantas mewujudkan ide jadi tulisan yang utuh, enak dibaca, layak publikasi. Penulis juga perlu mampu menilai, menganalisis, dan mengedit karya sendiri, melenturkan tulisan atau menggayakan cara bertutur agar lebih hebat dan bertenaga. Ujungnya mengingatkan dan menyemangati untuk mau belajar dari karya orang lain, pantang menyerah, dan terus menciptakan karya terbaik.

Buku ini ingin berbagi wawasan, semangat, dan inspirasi untuk membiasakan diri menulis secara rapi, keterbacaannya tinggi, dan sedapat mungkin bebas dari kesalahan umum.

Review

Bagi sebagian orang menulis adalah kegiatan yang menyenangkan. Namun, tidak semua orang dari sebagian tersebut yang mampu menulis dengan baik. Sebagai orang yang tertarik dengan dunia tulis-menulis dan merasa memiliki ilmu yang masih dangkal, saya kerap senang bila menemukan buku perihal tulis-menulis yang menarik perhatian saya. Seperti buku Keep Your Hand Moving milik Anwar Holid yang saya incar sejak lama dan sudah tidak ada di toko buku, saya temukan di aplikasi perpustakaan digital persembahan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, iPusnas, Desember tahun lalu.

Anwar Holid adalah seorang penulis yang juga bekerja sebagai penyunting dan publisis. Keep Your Hand Moving merupakan buku ketiga yang ditulis olehnya. Sebelumnya ia telah mengeluarkan dua buku yang berjudul Barack Hussein Obama dan Seeking Truth Finding Islam. Buku Keep Your Hand Moving­-lah yang ‘mengenalkan’ saya padanya.

“Tulisan pun bisa merupakan sesuatu yang sederhana, namun juga bisa merupakan sesuatu yang kompleks dan rumit, terlebih-lebih bila itu merupakan wacana.” (Hlm. 3)

“Sebuah teori menyebutkan bahwa menulis mirip dengan kriya (kerajinan); karena itu penulis harus berlatih terus-menerus agar semakin baik menguasai seluruh bahan yang akan ditulis.” (Hlm. 7)

Meski terbilang tipis, cukup banyak topik yang dibahas dalam buku ini. Topik-topik tersebut di antaranya melemaskan saraf menulis dan membiasakan menulis, luangkan waktu dan curahkan energi untuk menulis, persiapan menulis artikel, apa yang membuat tulisan istimewa, melenturkan tulisan atau menggayakan cara bertutur, bersikap lentur terhadap norma bahasa, menulis adalah persoalan ekspresi diri, dan mengasah kemampuan menulis. Setiap bab mempunyai tujuannya masing-masing. Penulis menjelaskannya dengan begitu sederhana dan lugas.

“Menulis itu ujung-ujungnya ialah soal isi (subjek), cara menyampaikan, ekspresi, dan penerimaan pembaca.” (Hlm. 110)

Membaca buku ini membuat saya tahu pendekatan-pendekatan menulis, hal yang membuat sebuah tulisan bagus atau istimewa, cara mengondisikan diri agar terus menulis, gejala-gejala ketika kehabisan energi menulis, prinsip menulis Goldberg, delapan saran Patricia L. Fry terkait dari mana saja kita dapat memulai sebuah tulisan, kesalahan umum penyebab tulisan ditolak media massa, penyebab karakter jadi klise, perbedaan merevisi dan mengedit, membedakan tulisan pada artikel, fiksi, mailing list, resensi, blog, cara meningkatkan kemampuan menulis, dan masih banyak bahasan lainnya yang menambah wawasan.

“Memeriksa tulisan sendiri merupakan pekerjaan yang paling malas dilakukan penulis mana pun. Entah kenapa para penulis secara alamiah merasa bahwa tulisannya, ide-ide yang telah keluar dari kepalanya, dan kini mewujud sebagai karya merupakan sesuatu yang sempurna.” (Hlm. 76)

“Untuk mengedit tulisan sendiri, penulis harus punya keberanian terhadap diri sendiri. Keberanian saja masih kurang. Ia harus tega terhadap karya dan diri sendiri.” (Hlm. 78)

Ada satu bagian yang ketika membacanya membuat saya tersenyum tipis. Yakni saat penulis membahas tentang sepuluh prinsip mengedit tulisan sendiri. Pikiran saya langsung tertuju pada cerita seorang sahabat yang pernah menyunting karya penulis yang baru pertama kali menerbitkan buku dan lewat jalur independen. Bagi saya pribadi, mengedit tulisan justru merupakan hal menyenangkan. Setiap kali menulis entah itu caption media sosial, artikel, dan tulisan lainnya saya selalu membaca ulang dan mengeditnya berkali-kali. Selalu saja seperti ada yang kurang pas pada tulisan saya. Lah, malah jadi curhat. 😀

Membaca buku tentang tulis-menulis semacam ini selalu membuat saya kembali bersemangat, menyadarkan saya yang (kadang) masih ogah-ogahan dalam menulis, dan tentunya memperoleh pengetahuan baru. Penulis memberikan solusi-solusi terkait tulisan dengan tidak menggurui. Ia juga berbagi pengalamannya ketika menjadi pengajar. Semua diuraikan secara rinci, enak dibaca, mudah dipahami, dan mengalir. Membuat saya ingin terus membaca bukunya hingga habis. Tetapi, adakalanya saya merasa sedikit bosan karena paparannya yang terkesan kurang gereget.

Selain itu, penulis memaparkan setiap subbab dengan cara mencantumkan pernyataan dari beberapa penulis dan buku lainnya. Tidak adanya contoh yang dapat dijadikan pelengkap atau penguat untuk penjelasannya menjadi salah satu kekurangan buku ini. Seperti misalnya ketika membahas norma bahasa. Dalam uraian media massa umum dan media komunikasi lain yang menggunakan norma bahasa Indonesia baku dengan masyarakat umum yang menggunakan bahasa nonstandar, tidak ada contoh tulisan untuk keduanya yang bisa dijadikan perbandingan. Saya pikir jika ada contoh perbandingan antara keduanya akan membuat pembaca lebih cepat mengerti.

Buku ini saya rekomendasikan untuk kamu yang mengaku atau merasa sebagai seorang penulis pemula dan yang meminati tulis-menulis. Keep Your Hand Moving adalah buku yang menjelaskan perihal kemampuan menulis yang tentunya akan bermanfaat bagi penulis pemula. Dengan kata lain, membahas penulisan secara umum. Tak hanya itu, dalam buku ini penulis juga mengajarkan sekaligus mengajak pembaca untuk tidak berhenti menulis dan belajar. Kelemahan lainnya adalah tidak seperti buku tulis-menulis atau penulisan lainnya yang benar-benar detail. Menurut saya, dalam Keep Your Hand Moving yang dipaparkan baru bagian ‘kulit’nya saja. Belum sampai ke ‘daging’nya atau bagian yang benar-benar menarik dan tentunya lebih membuat pembaca kenyang dalam hal pemahaman. Meski begitu, Keep Your Hand Moving cukup memberikan saya kesegaran perihal menulis.

Saya membaca buku ini via @ipusnas.id. Karena buku ini adalah buku terbitan lama dan buku fisiknya sudah tidak ada. Trims, iPusnas. 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s