[Review] FBI vs CIA by Shandy Tan


14487225_1470749096287914_5874743609923731456_n

Judul Buku: FBI vs CIA

Penulis: Shandy Tan

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Cetakan 1: Oktober 2008

Bahasa: Indonesia

ISBN: 978-979-22-4059-7

Halaman: 192 halaman

Harga: Rp30.600,- (eBook by SCOOP)

Rating: 3.5/5

Sinopsis

FBI dan CIA adalah dua geng cewek SMA yang berbeda secara fisik. FBI (Feni, Bertha, Isabel) bertubuh subur makmur sebulat sumur, sedangkan CIA (Carol, Ivana, Angel) bertubuh kurus kering setipis piring. Mereka saling cuek, sampai suatu saat guru fisika memberikan tugas kelompok.

Isabel terpaksa satu kelompok dengan CIA. Carol, yang tahu Isabel berotak encer, membujuk Isabel untuk menjadi anggota CIA. Syaratnya, Isabel harus kurus. Maka Carol mengiming-imingi Isabel pola diet jitu supaya Isabel bisa menurunkan berat badannya.

Isabel jelas menerimanya. Dalam waktu tak terlalu lama, berat badannya mulai berkurang. Demi menjadi langsing, cantik, dan populer, Isabel tak peduli lagi pada FBI. Sampai akhirnya Isabel tahu, CIA memanfaatkannya untuk mengatrol nilai-nilai mereka.

Isabel ingin kembali pada Feni dan Bertha. Tapi tunggu dulu! Posisi I sudah diisi Indri! Terus, Isabel harus bagaimana dong? Haruskah dia menyingkirkan Indri? Padahal Feni dan Bertha menyukai Indri. Kembali pada CIA? Nggak usah, ya! Jadi, berhasilkah Isabel mendapatkan kembali sahabat-sahabat sejatinya?

Review

Ini kali pertama saya membaca karyanya Shandy Tan. Sebenarnya sudah sejak lama saya punya salah satu bukunya yang berjudul Shine on Me. Hanya saja sampai detik ini saya belum sempat membaca buku tersebut. Karena, ya begitulah. Selalu tergoda untuk membaca buku yang baru dibeli terlebih dulu, hehe.

Shandy Tan adalah penulis yang mengawali keterlibatannya dalam dunia menulis fiksi pada tahun 1994. Wow, sudah lama sekali, ya. Sebelum menerbitkan novel ini, Shandy Tan telah menelurkan tiga buku pada tahun 2006, yaitu Rival, Rahasia Si Kembar, dan Saat Tersenyum Saat Menyentuh (kumpulan cerpen remaja). FBI vs CIA adalah buku pertama dari seri buku FBI vs CIA.

Buku ini merupakan awal mula kisah persahabatan dan perselisihan antara kelompok FBI (Feni, Bertha, Isabel) dengan CIA (Carol, Ivana, Angel). Mereka adalah dua geng SMA yang secara fisik penampilannya amat berbeda. FBI terdiri dari tiga orang siswi yang bertubuh lumayan subur dan identik dengan makanan, sedangkan CIA terdiri dari tiga orang siswi yang tergolong kurus dan amat memerhatikan penampilan.

Suatu ketika, Pak Ramses, seorang guru fisika memberikan tugas berupa menyusun laporan tentang serangkaian percobaan yang telah disusunnya. Ia pun mengadakan pembagian kelompok masing-masing beranggotakan empat orang. Bisa dibilang Isabel tidak beruntung sebab ia satu kelompok dengan CIA. Feni dan Bertha pun nasibnya tidak cukup bagus. Feni satu kelompok dengan dua cowok yang selalu menempati ranking pertama dan kedua dari belakang, sedangkan Bertha satu kelompok dengan Juli yang sok pintar.

Meski awalnya Isabel tidak senang sekelompok dengan CIA, namun perlahan-lahan ia malah merasa senang dan beruntung. Sebab CIA telah ikut membantunya dalam hal mengecilkan badan. Cukup banyak tip-tip yang Isabel dapatkan dari CIA. CIA kelihatan begitu peduli pada Isabel, namun kenyataannya justru sebaliknya. Mereka baik pada Isabel hanya untuk memanfaatkan kepintarannya. Sayangnya, Isabel tidak menyadarinya dan pilihannya malah membuatnya menjadi jauh dari sahabatnya pun mengorbankan perasaannya sendiri.

CIA mendapat undangan pesta ulang tahun dari Jonathan. Salah satu cowok tajir yang menjadi inceran cewek-cewek karena kekayaan dan pengaruh orangtuanya. Saat Jonathan memperkenalkan dua orang temannya pada CIA di pesta ulang tahunnya, CIA tidak memedulikan keberadaan Isabel dan malah mengusirnya. Isabel pun terpaksa pergi dan akhirnya menyadari perlakuan buruk CIA terhadapnya sekaligus keadaan yang berbeda antara mereka.

“Teman yang baik akan negur kalau kita berbuat salah, bukan malah dibiarin.” – Halaman 143

Persahabatan yang terjalin di antara CIA hanya gara-gara berat badan. Carol dan Ivana tidak peduli dengan apa yang dilakukan Angel untuk mempertahankan badannya agar tetap langsing. Mereka pun tidak tahu kalau sebenarnya Angel telah mengidap penyakit psikologis yang disebut bulimia nervosa. Di sini terlihat bahwa persahabatan mereka tidak sehat dan bukan persahabatan dalam arti yang sebenarnya.

Kisah FBI vs CIA terpusat pada tokoh bernama Isabel yang sangat ingin memiliki tubuh langsing dan mencicipi bagaimana rasanya menjadi anggota kelompok cewek populer di sekolah. Secara keseluruhan, buku ini menggambarkan tentang persahabatan antara dua kelompok yang berbeda. Penulis mampu membawa saya ke dunia FBI dan CIA. Di buku ini terlihat penulis begitu memerhatikan hal-hal detail terkait info diet, aerobik, dan lainnya. Karakter para tokohnya pun digambarkan dengan baik. Sayangnya, adegan Feni dan Bertha dengan kelompok tugasnya kurang dijabarkan lebih jauh oleh penulis. Sehingga sampai akhir pun masih menyisakan tanya di benak saya; apa yang Feni dan Bertha lakukan untuk memenuhi tugas kelompoknya.

“Oke, aku kasih tahu ya. Supaya kita nggak makan terlalu banyak, penuhi dulu lambung dengan air putih, minimal satu gelas ukuran segini. Soalnya, rasa lapar tercipta karena kita haus. Dengan minum segelas air, perasaan lapar akan berkurang sehingga kita makan lebih sedikit.” – Halaman 86

Kita bisa mendapatkan informasi tentang cara menguruskan badan, olahraga yang paling cepat membakar kalori, makanan yang kadar lemak atau gulanya paling tinggi, kiat-kiat untuk menghindari kegemukan, beda obesitas dan kelebihan berat badan, cara menghitung kecukupan kalori remaja, dan lain-lain. Banyak info tentang diet yang bisa dicoba dan dipraktikkan, serta pengetahuan tentang aerobik dan yoga. Bagi saya, membaca buku ini seperti menonton sebuah sinetron. Karena cerita yang ditampilkan tidak jauh berbeda dengan sinetron-sinetron yang pernah ada. Cukup menghibur dan membuat saya kembali teringat masa-masa *ehem* keemasan saya selama di SMA. ๐Ÿ˜€

Sebagai tambahan, berikut nama keenam tokoh utama dalam buku ini:

Bertha: jago dalam pelajaran hafalan, seperti sejarah.

Isabel: jago dalam pelajaran eksakta, seperti fisika.

Feni: mahir dalam bidang kesenian dan keterampilan, seperti memasak, menyanyi, menggambar, membuat kerajinan tangan.

Carol, Ivana, Angel: tiga cewek centil yang hanya peduli akan berat badan, sok pintar, dan sok cakep.

NB:ย Ulasan ini untuk tantangan BACA Reading Challenge week 2ย kategori Novel Remaja.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s