Penerbit Bentang, Review 2015, Review Buku

[Review] Mimpi yang Menyembuhkan Hati Seorang Perempuan by Eka Kurniawan


15306795_1760340224290993_1568728343778426880_nJudul Buku: Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi

Penulis: Eka Kurniawan

Genre: Fiksi – Sastra

Penerbit: PT Bentang Pustaka

Cetakan 1: Maret 2015

Bahasa: Indonesia

ISBN: 978-602-291-072-5

Halaman: 170 halaman

Harga: Rp 34.000,-

Rating: ♫♫♫♫

Sinopsis

Kalian orang-orang tolol yang percaya kepada mimpi.

Mimpi itu memberitahunya bahwa ia akan memperoleh seorang kekasih. Dalam mimpinya, si kekasih tinggal di kota kecil bernama Pangandaran. Setiap sore, lelaki yang akan menjadi kekasihnya sering berlari di sepanjang pantai ditemani seekor anjing kampung. Ia bisa melihat dadanya yang telanjang, gelap dan basah oleh keringat, berkilauan memantulkan cahaya matahari. Setiap kali ia terbangun dari mimpi itu, ia selalu tersenyum. Jelas ia sudah jatuh cinta kepada lelaki itu.

Kumpulan cerita Eka Kurniawan yang sangat khas: eksploratif dan penuh kejutan; satir dan merefleksikan kenyataan; intim dan menyadarkan.

Review

Beberapa tahun yang lalu, empat belas cerpen dalam buku ini sudah pernah diterbitkan di beberapa media. Di sini pun ada cerpen yang belum pernah diterbitkan, tetapi sayangnya cuma satu cerpen. Walau begitu, bagi saya semuanya terasa baru karena saya sama sekali belum pernah baca kelima belas cerpen yang ada di buku ini. 😀

Di mata saya, Eka Kurniawan adalah seorang penulis yang jarang menerbitkan buku. Tapi sekalinya mengeluarkan buku, buku tersebut menjadi buku yang fenomenal. Seperti buku Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas yang terbit tahun lalu, atau Cantik itu Luka yang sudah dicetak ulang sebanyak tujuh kali & diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang, Korea, Malaysia, Inggris, Perancis, dan yang terbaru bakal diterjemahkan ke dalam bahasa Belanda.

Menurut saya, ide Eka Kurniawan dalam membuat cerita itu tidak biasa meski cerita yang disajikan begitu sederhana dan dekat dengan keseharian kita. Hal yang tidak terpikirkan untuk dijadikan sebuah cerita, di tangan Eka Kurniawan bisa menjadi cerita yang seru, menarik, dan unik. Permasalahan-permasalahan sederhana dibuat menjadi sangat kompleks, namun tetap terasa kesederhanaannya dan tidak dibuat-buat. Saya kagum dengan ide dan kemampuan Eka dalam membuat cerita biasa menjadi cerita unik yang kaya akan makna.

Eka memiliki kekhasan tersendiri dalam menyelipkan humor-humor menggelitik ke dalam ceritanya, seperti cerpen Membuat Senang Seekor Gajah. Kendati ceritanya serius, dengan adanya humor yang tersisip dalam dialog maupun narasinya, Eka seolah sedang menghibur dan mengajak kita untuk tidak usah terlalu serius menanggapi permasalahan hidup yang diangkat dalam ceritanya. Cerpen yang berujung bahagia pun tidak terlalu kentara bahagianya. Eka Kurniawan adalah penulis yang beda daripada yang lain.

Kebanyakan cerita yang dibuat Eka selalu bisa membuat ceritanya membekas dan menempel di kepala. Seakan-akan para tokohnya berpindah ke otak pembacanya dan betah hidup di sana untuk jangka waktu yang cukup lama. Selalu menyenangkan membaca karyanya Eka, dan belum pernah mengecewakan. Selalu terhibur dengan ‘ketidakwajarannya’ dalam bertutur dan bercerita. Eka mampu membuat saya, pembacanya, terkesima dengan keistimewaan yang dimilikinya.

Eka Kurniawan adalah penulis luar biasa yang apa adanya, sebab ia menulis tanpa mengindahkan aturan-aturan yang ada. Hal-hal yang biasanya tabu untuk dituliskan/diucapkan, contohnya titit, justru malah ia tulis secara blakblakan. Di buku lainnya pun sama. Karena itu, saya menjulukinya sebagai incredible writer.

Ingin mencari hiburan yang serius, tapi menggelikan? Saranku, baca kumcer ini saja. Dijamin menggelitik!

Ada tiga cerpen yang menjadi favorit saya; Penafsir Kebahagiaan, Cerita Batu, dan Pengantar Tidur Panjang. Berikut kesan-kesan saya setelah membaca semua cerpen dalam buku ini:

*Gerimis yang Sederhana

Ceritanya sederhana dan kocak. Tingkah Efendi yang kehilangan cincin kawinnya dan Mei yang menertawakannya bikin saya tersenyum sendiri.

*Gincu Ini Merah, Sayang

Di cerpen ini ciri khasnya Eka Kurniawan lebih terlihat; lebih banyak narasi ketimbang dialog. Meski begitu, tetap tidak membosankan dan tidak terasa tahu-tahu sudah selesai aja.

*Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi

Terasa sekali sakit hati yang diperoleh Maya akibat ditinggalkan calon suaminya. Cara penyampaian Eka Kurniawan begitu sederhana, luwes, dan mampu melarutkan pembaca ke dalam ceritanya.

*Penafsir Kebahagiaan

Entah kenapa saya suka cerpen ini. Ceritanya menarik, rapi, dan tidak terduga. Selalu suka akan cara penyampaian Eka Kurniawan. Cerpen ini adalah salah satu alasan saya menyukai dan selalu menanti karya Eka Kurniawan.

*Membuat Senang Seekor Gajah

Cerpen ini kocak banget! Ending-nya bikin ketawa sendiri. Adakalanya polos dan tolol itu bedanya tipis. 😀

*Jangan Kencing di Sini

Cerpen ini adalah cerpen yang tidak biasa. Kenapa? Karena cerpen ini menceritakan seorang wanita yang memperoleh kenikmatan tersendiri dari menahan kencing ketimbang saat bercumbu dan bergumul dengan suaminya.

*Tiga Kematian Marsilam

Kalau bicara tentang cinta sejati mungkin kisah Marsilam dan Karmila adalah salah satunya. Di cerpen ini kelihatan sekali cintanya Karmila yang besar dan dalam pada Marsilam. Hingga sudah tua pun Karmila masih mengingat Marsilam meski sebenarnya Marsilam yang muncul bukanlah Marsilam kekasihnya dulu yang sudah mati.

*Cerita Batu

Jangan sepelekan sebongkah batu sebab barangkali kisah hidup seseorang tercatat di wajahnya.” – Hlm. 83

Menilik dari judulnya saja sudah jelas bahwa cerpen ini menceritakan sebuah Batu. Batu yang memiliki sifat pendendam layaknya manusia. Batu yang merasa terhina karena seorang lelaki sudah membuatnya menjadi bagian dari suatu pembunuhan yang tidak diinginkannya. Pada cerpen ini, Eka berhasil membuat Batu tersebut seolah-olah hidup. Di akhir cerita saya bisa menangkap sebuah pesan (yang mungkin tersirat di dalamnya) bahwa sejatinya karma itu benar-benar ada. Cerpen ini salah satu cerpen favorit saya.

*La Cage aux Folles

Cerpen yang menarik. Waria adalah topik yang diangkat Eka dalam cerpen ini. Marto/Marni/Martha lebih merasa dirinya adalah perempuan bukan laki-laki sehingga ia pun memutuskan tidak cuma mengganti kelamin, tetapi juga mengoperasi wajah dan menjadi biduan di La Cage aux Folles.

*Setiap Anjing Boleh Berbahagia

Cerpen ini bercerita tentang Raya yang memiliki bakat menulis dan bisa menjadi penulis hebat, namun teralihkan karena seekor anjing. Sejak tatapan pertama Raya dengan Ronin, ia merasa telah jatuh cinta padanya. Bakat menulisnya seolah terlupakan karena Ronin, dan mimpinya pun hanya satu yaitu memelihara seekor anjing. Dalam cerpen ini tersirat pesan tentang mimpi.

*Kapten Bebek Hijau

Menarik. Baca cerpen ini saya merasa seperti masuk ke dalam dunia binatang. Juga seperti membaca sebuah dongeng.

*Teka-Teki Silang

Ending-nya tidak ketebak dan mengejutkan. Tokoh utamanya seperti memiliki dua kepribadian.

*Membakar Api

Seseorang yang sudah dibutakan oleh jabatan ketika menghadapi masalah dalam organisasinya, ia akan lebih mementingkan jabatannya ketimbang keluarga. Bahkan sampai mengorbankan sahabatnya sendiri; ayah dari menantunya. Hal ini tergambar dalam tokoh bernama Rustam Satria Juwono di cerpen ini.

*Pelajaran Memelihara Burung Beo

Jangan pernah jatuh cinta hanya karena lama tinggal di bawah satu atap. Juga jangan jatuh cinta hanya karena lama pernah berbaring di atas ranjang yang sama.” – Hlm. 153

Seorang wanita imigran yang menyesal karena mengambil keputusan yang salah. Menikah hanya karena masing-masing mempunyai kebutuhan, tanpa benar-benar didasari cinta (mungkin) memang tidak akan berujung bahagia. Ia pun akhirnya kehilangan anak-anaknya sebanyak dua kali.

*Pengantar Tidur Panjang

Cerpen ini berkisah tentang sosok seorang ayah yang barangkali patut dicontoh oleh ayah-ayah lain. Terasa sekali bahwa ayah tersebut adalah seorang ayah yang selalu tertawa, cinta keluarga, dan memberi kebebasan pada anak-anaknya untuk melakukan apa pun yang mereka inginkan. Cerpen yang simpel, namun begitu mengena di hati.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s