ESENSI, Penerbit Erlangga, Review 2014, Review Buku

[Review] Kembalinya Peramal Cinta by Allison van Diepen


www.erlanggashop.com
http://www.erlanggashop.com

Judul Asli: The Oracle Rebounds

Judul Terjemahan: Peramal Cinta is Back

Penulis: Allison van Diepen

Alih Bahasa: Susan Pasca Lina

Penerbit: ESENSI

Cetakan I (English Version): 1 Mei 2010

Cetakan I: 2012

Bahasa: Indonesia

ISBN: 978-602-7596-23-8

Halaman: 184 halaman

Harga: Rp 38.250,- (www.erlanggashop.com)

Rating: 3.5/5

Sinopsis

Peramal Cinta seharusnya punya jawaban atas semua masalah cinta. Dia harusnya punya hubungan cinta yang sempurna. Tapi setelah Jared meninggalkannya, pantaskah dia memberikan nasihat-nasihat cinta pada orang lain?

Ya, selain harus bangkit setelah putus dari Jared, Kayla juga harus menghadapi serangan dari orang-orang yang tidak menyukai Peramal. Sungguh, tahun ini bisa menjadi tahun terburuk dalam hidupnya. Tapi dia harus bertahan. Sahabat-sahabatnya, Viv, Amy, Sharese, dan Ryan, amat membutuhkan Peramal. Dan segalanya pun kembali terasa indah. Tapi bagaimana dengan dirinya sendiri?

Bisakah seorang siswa pertukaran dari Prancis menjadi pelabuhan cinta Kayla?

Review

Saat membaca judulnya saya langsung berpikir kayaknya seru nih ceritanya. Begitu selesai menamatkan buku ini, menurut saya ceritanya remaja banget, seru dan menarik. Ini kali pertama saya baca karyanya Allison van Diepen, dan cukup membuat saya jatuh cinta. Entah Peramal Cinta is Back ini buku terakhir dari seri The Oracle of Dating atau bukan (nampaknya sih buku terakhir tapi semoga saja bukan). Buku pertamanya sendiri berjudul Si Peramal Cinta (The Oracle of Dating). Dan sepertinya mau baca buku keduanya lebih dulu pun nggak masalah karena nampaknya ceritanya nggak terlalu berkaitan.

Allison van Diepen adalah penulis novel Snitch, Raven, The Vampire Stalker, Takedown, dan masih banyak lagi karyanya yang lain. Karyanya telah diberi nama ALA Quick Picks untuk Reluctant Readers dan New York City Public Library Books untuk usia remaja. Allison juga mengajar di sebuah sekolah alternatif di Ottawa, Kanada. Peramal Cinta is Back merupakan buku kedua dari seri The Oracle of Dating.

Novel ber-genre remaja ini mengisahkan tentang seorang remaja cewek bernama Michaela Cruickshank–atau yang biasa dipanggil Kayla–yang juga berprofesi sebagai seorang Peramal Cinta. Selama ini tak ada satu pun teman-temannya yang mengetahui profesinya tersebut, kecuali Viv, juga Jared–kekasihnya dulu.

“Saat bersama Jared, aku menulis artikel setiap dua minggu. Sebelum itu, aku menulis paling tidak satu artikel dalam seminggu, terkadang dua atau tiga. Kenapa aku ini? Apa aku tipe gadis yang melupakan ambisinya karena pacar?” (Hlm. 26)

Selama Kayla menjalin hubungan dengan Jared, Kayla menjadi kurang fokus mengembangkan bisnis Peramal Cinta-nya karena ia sibuk mengurusi kehidupan cintanya dengan Jared. Dan semenjak putus dengan Jared, Kayla pun kebingungan dengan jadwal kesehariannya. Kayla yang curhat pada Viv akhirnya memperoleh ide untuk menginvestasikan uangnya untuk beriklan di beberapa situs remaja.

“Siapa sebenarnya Peramal Cinta? Orang ini (dia mengaku masih remaja) sebenarnya meminta bayaran untuk saran-saran yang diberikannya. Aku tidak akan pernah meminta bayaran kepada orang-orang yang meminta saranku.” (Hlm. 86)

Memikirkan bahwa kemungkinan uangnya yang tak akan cukup untuk menutupi biaya pemasangan iklan di situs-situs yang dikehendakinya, membuat Kayla mendapatkan ide yang jauh lebih baik yakni menjadi penulis tamu di beberapa situs remaja yang populer. Namun, menjadi penulis tamu tak semulus yang dibayangkan Kayla. Pemilik salah satu situs di mana Kayla menjadi penulis tamu memanfaatkan tawaran Kayla hanya untuk menjatuhkan dan merusak reputasinya sebagai Peramal Cinta.

Suatu ketika seorang siswa pertukaran dari Perancis, Benoit, datang dan tinggal selama dua minggu di rumah Kayla. Ibu Kayla merasa kehadirannya baik untuk Kayla. Itulah yang menjadi alasan kenapa ibu Kayla membantu Mrs. Martin yang kesulitan menemukan tempat tinggal untuk siswa-siswa pertukaran. Selama tinggal di New York, Kayla dan Benoit selalu menghabiskan waktu bersama-sama hingga Kayla merasa jatuh cinta padanya. Sayangnya, rasa cinta itu tidak bersambut baik karena Benoit harus kembali ke Perancis dan ia memutuskan untuk tidak melanjutkan hubungannya dengan Kayla.

Penulis berhasil membuat saya terpikat dengan tokoh Jared dan Benoit. Jared masih saja perhatian dan begitu peduli pada Kayla meskipun mereka sudah bukan pasangan lagi. Selama ia putus dengan Kayla, ia sama sekali nggak menjalin hubungan dekat dengan cewek lain, kecuali ada seorang cewek yang berusaha mendekatinya. Saya rasa kalau sekarang kayaknya jarang (bisa jadi juga nggak ada) ada cowok seperti Jared.

“Kau menyembuhkan sebuah hubungan dan namamu diambil dari St. Michael, juga seorang penyembuh. Chere Kayla, kau membuatku terpesona. Kau tau itu?” (Hlm. 60)

Benoit membuat saya jatuh cinta karena sikapnya yang manis pada Kayla. Mungkin juga karena ia orang Perancis; di mana cowok-cowok Perancis terkenal dengan keromantisannya. Melihat caranya berbicara, saya nggak heran kalau Kayla sampai jatuh cinta padanya. Kalau saya jadi Kayla mungkin saya pun akan terpesona dan tertarik pada Benoit, hahaha.

Saya juga suka dengan tokoh Kayla di sini. Walaupun sudah putus dengan Jared tapi dia nggak bisa membenci Jared dan Kayla adalah orang yang mau belajar dari kejadian yang dialaminya. Kayla juga seorang teman yang baik karena meski lagi mengalami suatu masalah, ia tetap mau membantu teman-temannya dalam hal percintaan. Kayla merupakan role model yang baik buat para remaja cewek.

Menurut saya, terjemahannya sangat mudah dimengerti dan enak dibaca meskipun banyak sekali typo yang saya temukan. Beruntungnya cuma typo kecil jadi nggak begitu mengganggu. Berbicara mengenai kover, saya amat menyayangkan kenapa kovernya menggunakan foto dari Shutterstock. Yang saya suka dari kovernya hanya warna dan thought bubble beserta awan-awannya saja. Melihat kovernya saya selalu berpiikir kenapa nggak dibikin sketsa cowok dan cewek saja atau apa gitu yang lebih menarik.

Nggak bosan-bosan saya bilang bahwa saya senang kalau tahu sesuatu yang baru dari buku yang telah saya baca. Di sini saya dapat beberapa kata bahasa Perancis yang sebelumnya saya nggak pernah tahu, seperti un ange passe, mais oui dan lain-lain. Selain itu, tip-tip yang Peramal Cinta kasih ada benarnya juga. Kita bisa belajar dari kisah cinta Kayla dengan Jared dan teman-temannya Kayla.

Menurut saya, Peramal Cinta is Back adalah buku yang juga bisa dibaca oleh orang dewasa. Yang saya amat sayangkan sepertinya ending-nya terkesan terburu-buru dan saya suka bagian di mana Kayla dan Jared bersama. Mereka seperti pasangan kekasih yang amat cocok dan saling mengisi satu sama lain.

Peramal Cinta is Back adalah sebuah bacaan ringan yang bisa membuat kita tersenyum-senyum sendiri ketika membaca tip-tip yang diberikan Peramal Cinta melalui artikel-artikel yang ditulisnya dan peristiwa-peristiwa yang terjadi, baik pada tokoh utama maupun teman-temannya. Kita akan mendapat banyak sekali pengetahuan tentang cinta, seperti putus cinta, kencan online dan lain-lain. Beberapa tip tersebut, di antaranya sepuluh cara menghadapi putus cinta, tanda-tanda pelarian setelah putus cinta, hubungan jarak jauh apa layak dilakukan, peringatan untuk para remaja: sexting dan masih banyak tip lainnya. Menarik kan? 😀

Nggak cuma itu, Peramal Cinta juga memberikan rumus cinta, di mana hasil dari rumus tersebut adalah hari sebelum kita boleh menjalani hubungan yang baru. Bisa dicoba nih buat kalian yang belum lama putus dari pacar kalian. Siapa tahu rumus tersebut memang benar, hehe. Semakin ke belakang saya dibikin penasaran dengan hubungan Kayla dan Jared, juga nasib Kayla sebagai Peramal Cinta. Masalah yang menimpa Kayla membuat saya berpikir bahwa dari setiap kejadian buruk yang menimpa kita, akan ada hal baik yang datang setelahnya. J Buku ini sangat pas buat kalian yang lagi butuh nasihat cinta. Saya berharap Allison van Diepen akan melanjutkan kisah Kayla di buku ketiga seri The Oracle of Dating. 😀

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s