LRM_EXPORT_330953193561767_20180918_150040169Judul buku: The Chronicles of Audy: 21

Penulis: Orizuka

Penerbit: Penerbit Haru

Cetakan I: Juli 2014

Bahasa: Indonesia

Halaman: 308 halaman

ISBN: 973-602-774-237-2

Harga: Rp49.600,-

Rating: ♫♫♫♫

Sinopsis

Hai. Namaku Audy.

Umurku masih 22 tahun.

Hidupku tadinya biasa-biasa saja, sampai aku memutuskan untuk bekerja di rumah 4R.

Aku sempat berhenti, tapi mereka berhasil membujukku untuk kembali setelah memberiku titel baru: “bagian dari keluarga”.

Di saat aku merasa semakin akrab dengan mereka, pada suatu siang, salah seorang dari mereka mengungkapkan perasaannya kepadaku.

Aku tidak tahu harus bagaimana!

Lalu, seolah itu belum cukup mengagetkan, terjadi sesuatu yang tidak pernah terpikirkan siapa pun.

Ini, adalah kronik dari kehidupanku yang semakin ribet.

Kronik dari seorang Audy.

Review

Setelah menunggu selama kurang lebih tiga bulan, akhirnya buku kedua seri The Chronicles of Audy rilis juga. Hah? Tiga bulan? Setahun kali menunggunya. Iya, tiga bulan. Maklum, saya baca buku pertamanya baru pada bulan April kemarin bukan tahun lalu. Jadi, tidak terlalu lama, deh, menunggu buku keduanya rilis, hi hi. Bermula dari rekomendasi bacaan yang menarik dan bagus dari seorang teman sesama pencinta buku, saya jadi jatuh cinta dengan Orizuka. Karya-karyanya ternyata seru, kocak, dan menarik. 😀

Orizuka adalah nama pena dari Okke Rizka Septania. Sejak sembilan tahun lalu, ia telah menerbitkan banyak novel remaja, yaitu The Chronicles of Audy: 4R, Meet the Sennas, I FOR YOU, seri Oppa & I, Summer Breeze, Miss-J, High School Paradise 2nd Half: Love United, The Truth about Forever, 17 Years of Love Song, dan lain-lain. Nah, The Chronicles of Audy: 21 merupakan buku kedua dari seri The Chronicles of Audy.

Inti cerita pada buku kedua ini adalah kronik kehidupan seorang Audy Nagisa yang masih terus memikirkan dan mencari jawaban dari kata-kata ‘bagian dari keluarga’ yang dulu pernah diucapkan Regan—ketika meminta izin pada ayah Audy agar Audy diizinkan untuk tinggal di rumah 4R. Tidak cuma itu, dalam buku kedua ini pun Audy dibikin bingung dengan pernyataan perasaan salah seorang dari 3R—karena tidak mungkin ‘kan kalau si bungsu Rafael yang menyatakan perasaan pada Audy maka saya menyebutnya 3R.

Di sini Regan jarang dimunculkan. Ia sering ditampilkan hanya ketika makan siang atau makan malam bersama dan ketika adegan di rumah sakit. Oh, ya, omong-omong soal rumah sakit, untuk yang sudah baca Audy: 4R, pasti masih ingat dong dengan Maura? Itu, loh, tunangan Regan yang koma selama dua tahun lebih karena kecelakaan. Nah, di sini hal yang tidak diduga terjadi pada Maura. Saya ikut terkejut. Ketika mengetahui salah satu dari 3R menyatakan perasaan pada Audy, saya pun jadi menebak-nebak siapa orangnya.

Saya suka dengan sikap Rex yang kadang-kadang manis, terkadang juga mengesalkan dan sulit untuk dipahami. Di antara 3R, terlihat di sini yang paling perhatian soal skripsi hanya Rex. Satu ciri khas dari Rex, yaitu suka tiba-tiba muncul dan tidak ketahuan datangnya, dan kemunculannya itu selalu membuat Audy terkejut.

Walaupun demikian, di antara siapa pun, dia yang secara alami bisa akrab denganku, bahkan bertengkar denganku tanpa membuatku merasa buruk. Dulu, kupikir itu karena kami seumuran. Usia mental kami pun mirip. Namun, kalau dipikir lagi, dia melakukan itu terhadap semua orang. Dia punya kemampuan untuk menyesuaikan diri dan membuat orang-orang di sekitarnya merasa nyaman. Yah, walaupun kadang caranya berlebihan, sih. (Hlm. 221)

Berbicara mengenai Romeo, walaupun ia yang paling sering membuat Audy kesal, tetapi ternyata dirinya-lah yang selalu menghibur Audy di kala sedih dan stres. Saya suka dengan kemampuannya membuat orang lain merasa nyaman dan caranya yang unik dalam menghibur orang lain.

Kalau begitu, kenapa hatiku sakit karena dia terlihat bahagia memeluk Maura, tapi terlihat ngeri saat aku memeluknya di danau? (Hlm. 182)

Penulis berhasil membuat saya menggeleng-gelengkan kepala melihat sikap Audy yang masih belum juga menyadari bahwa ia sebenarnya memiliki perasaan yang sama dengan satu dari 3R yang menyatakan perasaan padanya. Hanya saja Audy selalu mengelak.

Ada enam bab yang paling saya suka dari The Chronicles of Audy: 21. Empat di antaranya, sebagai berikut.

  • Hope+Action

“Berharap bikin kita lebih bersemangat hidup, ‘kan? Tentunya, sambil disertai usaha yang konkret.” (Hlm. 144)

Di sini saya tertawa melihat tingkah pede Audy di sekolah Rex ketika mengantarkan inhaler untuk Rex. Lalu, adegan saat Audy di dapur dan Rex duduk di meja makan.

  • Let it Wither

Saya suka sikap manis yang ditunjukkan Rafael pada Audy ketika selesai menyanyi di pertunjukan seni dalam rangka ultah PAUD Ceria. Juga adegan Romeo yang berusaha menghibur Audy dengan mengajaknya bermain Halo Universe.

  • Shattered

Bab ini merupakan bab yang sedih dan bisa membuat saya berkaca-kaca. Terutama saat membayangkan adegan Romeo yang membantu Audy bangun ketika jatuh tersungkur dan meminjamkan shampoo visor-nya pada Audy.

  • Sailing

Suka sekali adegan Rex dan Audy ketika jalan pagi dalam bab ini. Di sini kesalahpahaman yang terjadi di antara mereka sedikit terungkap. Saya suka dengan jawaban Rex yang tidak biasa atas semua pertanyaan yang ditanyakan Audy. Kelihatan sekali geniusnya.

Suka sekali dengan plot ceritanya. Terlebih semua adegan Rex dan Audy. Menurut saya, cerita pada buku kedua ini jauh lebih seru daripada buku pertama. Apakah Audy akhirnya memperoleh jawaban dan maksud dari kata-kata ‘bagian dari keluarga’ yang selama ini terus muncul dalam benaknya? Apakah percintaan Audy berjalan mulus? Semua permasalahan pada bab sebelumnya termasuk kejelasan masalah percintaan Audy akan terjawab menjelang bab terakhir.

Setelah membaca The Chronicles of Audy: 21 banyak pertanyaan yang muncul dalam benak saya. Kira-kira, Romeo bakal menemukan cintanya dan berani keramas pakai shampoo bayi lagi atau tidak, ya. Tentunya yang paling membuat saya tidak sabar menunggu adalah kisah percintaan Audy dengan salah satu dari 3R. 😀

n.b.: resensi buku pertama seri The Chronicles of Audy bisa dibaca di sini.

Iklan