Penerbit Haru, Review 2014, Review Buku

[Review] Kronik Kehidupan Audy Nagisa Part 1 by Orizuka


www.owlbookstore.co.id
http://www.owlbookstore.co.id

Judul Buku: The Chronicles of Audy: 4R

Penulis: Orizuka

Penerbit: Penerbit Haru

Cetakan III: November 2013

Bahasa: Indonesia

Halaman: 320 halaman

ISBN: 978-602-7742-21-5

Harga: Rp 45,050,- (www.owlbookstore.co.id)

Rating: ♫♫♫♫

Sinopsis

Hai. Namaku Audy. Umurku 22 tahun.

Hidupku tadinya biasa-biasa saja, sampai kedua orangtuaku jatuh bangkrut karena ditipu.

Aku hanya tinggal selangkah lagi menuju gelar sarjanaku.

Selangkah lagi!

Tapi kedua orangtuaku rupanya tega merusak momen itu.

Jadi sekarang, di sinilah aku berada.

Di rumah aneh yang dihuni oleh 4 bersaudara yang sama anehnya:

Regan, Romeo, Rex dan Rafael.

Aku, yang awalnya berpikir akan bekerja sebagai babysitter, dijebak oleh kontrak sepihak dan malah dijadikan pembantu!

Terdengar klise?

Mungkin, bagimu. Bagiku? Musibah!

Ini, adalah kronik dari kehidupanku yang mendadak jadi ribet.

Kronik dari seorang Audy.

Review

Menarik. Seru. Lucu. Simpel. Membekas di hati. Ya, lima kata itulah yang menggambarkan novel ini. Jujur, ini kali pertama saya membaca buku Orizuka dan saya nggak menyesal sudah membeli buku ini. Atas rekomendasi seorang teman yang bilang bahwa buku ini bagus banget, akhirnya saya pun membelinya. Setelah membaca buku ini saya masih terus terbayang oleh 4R1A. Lebih-lebih oleh karakter favorit saya, Rex. Yakin deh kalian bakalan susah buat move on dari buku ini, dan yang pasti bakal bikin kalian geregetan.

Berbicara mengenai penulisnya, Orizuka adalah nama pena dari Okke Rizka Septania. Orizuka telah menulis banyak novel remaja, antara lain Infinitely Yours, After School Club, Oppa & I, Meet the Sennas, dan masih banyak lagi karyanya yang lain. The Chronicles of Audy: 4R sendiri merupakan karya keduapuluhnya. Wow, banyak banget, ya? *tepuk tangan* Setelah saya membaca buku ini dan karyanya yang lain, Orizuka pun menjadi salah satu penulis favorit saya.

Buku ini mengisahkan tentang seorang mahasiswi tingkat akhir bernama Audy Nagisa yang kuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada, dan sedang menyusun skripsi. Singkat cerita, karena tindakan orangtuanya yang bodoh, yang gampang ditipu dengan penawaran investasi-investasi abal-abal–yang terbaru yaitu tertipu oleh orang yang menawarkan investasi di perkebunan jagung–, Audy pun terpaksa harus bekerja demi bisa membayar biaya kuliah dan sewa kosnya yang sudah menunggak selama tiga bulan.

Babysitter tidak membutuhkan keahlian khusus, kan? Hanya menjaga bayi saja, kan? Maksudku…, memberi makan, mengganti popok…. Tidak akan terlalu sulit, kan? (Hlm. 43)

Ketika Audy sedang melihat-lihat lowongan pekerjaan di koran dan hampir putus asa karena kebanyakan lowongan yang ada membutuhkan skill khusus dan seorang fresh graduate atau tenaga-tenaga ahli, tanpa sengaja Audy menemukan lowongan sebagai babysitter. Dengan hanya bermodalkan pernah mengurus Aries, Audy pun mencoba menghubungi nomor yang tertera di koran tersebut untuk melamar menjadi seorang babysitter.

Akibat kecerobohan dan ketidaktelitiannya dalam membaca kontrak kerja, juga saking senangnya karena gajinya dapat dibayar secara tunai di muka dan gaji yang akan diperolehnya cukup besar, tanpa pikir panjang Audy pun langsung setuju dan menandatangani kontrak tersebut. Keesokan harinya, Audy dibuat terkejut dengan pekerjaan dia yang sebenarnya, yang ternyata nggak cuma menjadi pengasuh Rafael saja, tetapi juga bertanggung jawab atas segala pekerjaan rumah tangga, termasuk beres-beres.

Seolah belum cukup dengan masalah pekerjaannya, masalah-masalah lainnya pun menimpa Audy, seperti masalah rasa sukanya pada Regan. Tinggal selama sebulan bersama 4R telah membuat kedewasaan Audy dan perasaan sayangnya terhadap 4R pun muncul. Semakin hari, Audy semakin mengenal dan memahami 4R. Pada bagian akhir, ceritanya begitu mengharukan dan ending-nya nggak bisa ditebak.

Keempat tokoh dalam buku ini memiliki pesonanya masing-masing. Saya jatuh hati dengan tokoh Rex yang memiliki sifat nggak banyak omong, cool, senang kerapian, tertutup, selalu meninggalkan bau peppermint (keren aja gitu jadi kita bisa tahu kalau dia datang hanya dengan bau peppermint-nya yang tiba-tiba menyembul, haha), dan berprestasi di sekolah, meskipun terkadang bikin geram juga karena sifatnya yang terlalu santai, sinis dan sensitif.

Sifat Rex amat jauh berbeda dengan Regan yang memiliki sifat dapat diandalkan, pekerja keras, pengertian, perhatian, bertanggung jawab dan dewasa. Lain lagi dengan Romeo yang sikapnya selalu mengesalkan, cuek, senang memerintah, nggak pernah mandi, pemalas dan seorang gamers sejati. Meskipun Romeo adalah yang paling ramah dibandingkan 3R lainnya, dengan sikapnya yang bisa dibilang paling buruk, tetap saja Romeo selalu membuat Audy jengkel.

Anggota 4R yang paling kecil yaitu Rafael, sikapnya pun nggak beda jauh dengan ketiga kakaknya. Meski masih berumur 4.5 tahun, cara bicara dan berpikirnya amat tidak sesuai dengan umurnya. Kalau dilihat-lihat, Rafael memiliki semua sifat ketiga kakaknya. Pada dasarnya, keempatnya mempunyai sifat yang hampir sama dan kemiripan yang nggak terelakkan yaitu sama-sama genius.

Karakter para tokohnya sangat kuat–terlihat dari percakapan-percakapan mereka–dan bikin saya sebagai pembacanya ingin sekali mencoba menjadi Audy meskipun hanya sehari. Ya cuma buat merasakan bagaimana tinggal bersama 4R dan bercakap-cakap dengan Rex, hahaha. Bahasanya pun bahasa sehari-hari banget sehingga ketika membacanya kita seolah-olah masuk ke dalam ceritanya dan menjadi Audy.

Saya suka sekali dengan kovernya yang simpel, manis dan sangat cewek. Dengan pinggiran kertas yang berwarna pink dan kalau diperhatikan ada glitter-glitter-nya, membuat buku ini semakin kece. Baru kali ini saya punya buku dengan kover sekeren ini. 😀

Entah mengapa setiap baca buku, baik yang berhasil membuat saya terhanyut maupun tidak, saya selalu memerhatikan typo yang ada. Terlepas dari ceritanya yang kocak dan kover yang keren, kekurangan buku ini yaitu nggak ada penjelasan untuk kata asing yang disebutkan penulis di halaman 80 dan ada beberapa kata di halaman 186 dan 311 yang seharusnya tidak perlu diberi tanda hubung (-).

Buku ini merupakan buku berseri dan seri kedua dari The Chronicles of Audy yakni The Chronicles of Audy: 21 sudah terbit pada Juli 2014 lalu. Review dari seri kedua TCoA bisa kalian baca di sini. Saya berani menjamin kalian akan semakin geregetan dan penasaran dengan seri berikutnya setelah membaca seri keduanya. Ini serius loh! Kalian nggak lihat muka saya udah serius begini? #apeu Yang jelas membaca karya Orizuka seri TCoA ini benar-benar nggak rugi karena kita bakal dihibur terus oleh 4R1A. 😀

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s