PT Grasindo, Review 2014, Review Buku

[Review] Toxic Leader by Anthony Dio Martin


IMG_20140725_160907Judul Buku: Toxic Leader

Penulis: Anthony Dio Martin

Penerbit: PT Grasindo

Cetakan I: Juni 2014

Bahasa: Indonesia

Halaman: 192 halaman

ISBN: 978-602-251-563-0

Harga: Rp 39.000,- (www.gramediana.com)

Rating: 3.5/5

Sinopsis

Lagi kesel sama pimpinanmu? Lagi punya bos yang bermasalah? Atasan begitu menyebalkan? Tapi, Anda tidak tahu bagaimana menyikapinya? Atau, teman Anda punya bos yang sangat memprihatinkan? Merasa kasihan dengan rekan atau saudara Anda yang atasannya benar-benar bikin naik darah? Nah, buku ini pas buat Anda baca dan koleksi!

Dengan makin bertumbuhnya bisnis, makin menjamur juga bos dan atasan yang bermasalah! Kita menyebutnya TOXIC LEADER! Dalam buku yang dilengkapi dengan banyak kisah pribadi, humor, kasus, serta karikatur yang menarik ini, semua rahasia serta tips akan dibeberkan kepada Anda.

Anthony Dio Martin, trainer, sang penulis buku-buku bestseller yang dijuluki “The Best EQ Trainer Indonesia”, yang juga host berbagai acara radio dan televisi, akan menjadi “coach” Anda di buku ini. Anda akan mendapat banyak rahasia dalam menghadapi atasan yang bermasalah dan mencegah diri sendiri menjadi bos yang bermasalah.

Review

Pada Jum’at, 25 Juli 2014 kemarin, saya menerima sebuah paket berisi buku berjudul Toxic Leader dari penulisnya yaitu Anthony Dio Martin. Dalam waktu enam hari, akhirnya selesai juga saya ‘memakan habis’ buku yang diberikannya tersebut. Ketika saya buka bukunya, saya dibikin senyum-senyum sendiri sama pesan dan tanda tangan yang ada di dalamnya. Lebay, ya? Ya, kalau berkaitan dengan penulis favorit saya, saya memang terkesan lebay. 😀 Saya nggak nyangka bakal ada pesan dan tanda tangannya, hehe.

Anthony Dio Martin adalah seorang penulis, speaker, trainer, ahli psikologi, praktisi bisnis dan personal coach. Saya mengenalnya sebagai seorang penulis yang begitu baik dan humble. Oleh media ia mendapat julukan “The Best EQ Trainer Indonesia”. Buku Toxic Leader sendiri merupakan buku keempat belasnya. Karya lainnya meliputi Toxic Employee, Up Your Life & Up Your Success, Emotional Quality Management, Mental Detox dan masih banyak lagi. Selain itu, ia juga merupakan kontributor rubrik Motivasi di harian Bisnis Indonesia, majalah Inspirasi Indonesia dan majalah Excellent Business.

Buku ini dibagi ke dalam tiga bab besar, yakni Bab 1: Pendahuluan, Bab 2: 7 Ciri Toxic Leader dan Bab 3: Menyikapi Para Toxic Leader. Di mana masing-masing bab terbagi lagi menjadi beberapa subbahasan.

People do not leave the company, they leave their boss” (orang tidak meninggalkan perusahaannya, tetapi meninggalkan atasannya). Setujukah Anda? Seringkali, orang-orang bagus di kantor pergi bukan lantaran gaji yang kurang, tapi karena bosnya tidak bersikap baik ataupun tidak menyenangkan, atau lebih parahnya lagi, bosnya yang berengsek! (Hlm. 4)

Pengaruh bos kita di kantor bisa berdampak hingga kesehatan fisik dan mental. Misalkan saja, sebuah studi di Swedia sampai mengatakan bahwa BOS BAIK menurunkan sekitar 39% penyakit jantung. (Hlm. 5)

Wow, sampai segitunya ya dampaknya. Saya baru tahu ternyata pengaruh bos kita di kantor bisa berdampak positif juga. Pada bab ini penulis menjelaskan tentang definisi Toxic Leader, empat kategori bos toxic dan membedah kondisi luar-dalam seorang Toxic Leader. Penulis memaparkan dengan contoh curahan hati para bawahan yang memiliki atasan yang sangat toxic. Di sini juga ada penjelasan mengenai tiga level perilaku seorang Toxic Leader dan ciri-ciri, kasus, bahaya, sekaligus respons ketika menghadapi bos yang memiliki keempat kategori bos toxic yang telah dijelaskan sebelumnya.

Si Toxic Leader ini bukanlah orang yang apresiatif alias menghargai hasil karya bawahannya. Pada kenyataannya,atasan ini senang mengklaim hasil kerja bawahannya serta menjadikan hasil kerja anak buahnya, seakan-akan adalah hasil kerjanya sendiri. (Hlm. 39)

Salah satu tanda keberadaan Toxic Leader adalah tatkala karyawan mulai sering bilang begini, “Rasanya lebih enakan ya kita kerja tanpa kehadiran bos kita di sini. Kalau dia ada di sini, kita semua malah stresss!” (Hlm. 45)

Masuk ke dalam bab dua, kita akan banyak mengetahui dan belajar mengenai tujuh ciri utama seorang Toxic Leader. Penulis membahas secara khusus dan dalam tentang ciri-ciri tersebut. Dalam paparannya, ada kisah-kisah yang di dalamnya tersirat pesan moral sehubungan dengan ciri pertama dari Toxic Leader. Selain itu, dalam bab ini kita bisa tahu gambaran bagaimana kehadiran seorang Toxic Leader bisa membuat lingkungan kerja menjadi nggak nyaman, seperti apa pemimpin yang nggak transparan, bagaimana seorang Toxic Leader menghalalkan segala cara demi mencapai tujuannya bila dalam keadaan kepepet, dan masih banyak hal lainnya yang bisa kita peroleh dari bab dua ini. Dan bab terakhir dari buku ini secara khusus membahas mengenai bagaimana cara menghadapi para Toxic Leader.

Buku ini secara keseluruhan menarik. Namun, sangat disayangkan dalam buku ini nggak ada penjelasan mengenai bagaimana cara menghilangkan sifat/ciri toxic leader bila akhirnya kita menyadari dalam diri kita, kita punya sifat/ciri tersebut; apa yang harus kita lakukan agar tidak memiliki ciri-ciri toxic leader tersebut, selain mengetahuinya dari buku; dan apakah mungkin seorang pimpinan sama sekali tidak memiliki sifat/ciri seorang Toxic Leader.

Selain kekurangan di atas, dalam hal editing saya masih menemukan beberapa typo, seperti kurang satu huruf, bahasa asing yang nggak di-italic, dan lain-lain; penggunaan kata yang nggak baku, seperti kesel, brengsek, mengkilap, dan lain-lain–kecuali sedari awal penulis memang mengonsepkan menggunakan bahasa sehari-hari; juga penggunaan point of view yang nggak konsisten, seperti yang terdapat di halaman 151 pada paragraf yang di-bold. Semestinya kesalahan-kesalahan tersebut tidak ada bila editornya lebih teliti lagi ketika meng-edit naskahnya, terlebih buku ini diterbitkan oleh penerbit mayor.

Bagi yang ingin mengetahui bagaimana ciri-ciri, sikap, dan hal lainnya tentang Toxic Leader bisa membaca buku berbentuk persegi ini. Ketika membaca buku ini kita jadi bisa menimbang-nimbang kira-kira ciri-ciri Toxic Leader tersebut ada pada diri kita atau pimpinan kita nggak ya. Banyak sekali penggambaran/contoh berkenaan dengan seorang Toxic Leader. Kita bisa tahu dan sekaligus belajar untuk tidak menjadi pemimpin yang toxic. Dan terakhir, terima kasih banyak Ko Anthony buat bukunya. 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s