GagasMedia, Review 2014, Review Buku

[Review] Creative Writing Edisi Revisi by A.S. Laksana


IMG_20140704_121428
Judul Buku:
Creative Writing Edisi Revisi

Penulis: A.S. Laksana

Penerbit: GagasMedia

Cetakan I: 2013

Bahasa: Indonesia

Halaman: 216 halaman

ISBN: 979-780-681-2

Harga: Rp 46.750,- (www.bukukita.com)

Rating: 3.5/5

Sinopsis

Menulis adalah aktivitas yang menyenangkan. Namun, terkadang kita mengalami kebuntuan ide saat memulai sebuah kalimat atau bagaimana menutup sebuah cerita. Pada dasarnya, menulis akan terasa mudah dan menyenangkan bila kita punya keterampilan untuk itu.

Edisi revisi Creative Writing ini menambahkan unsur lain dalam keterampilan menulis, yakni bagaimana membuat adegan yang menarik dan menulis dengan sudut penceritaan beragam. Selain itu, setiap pembahasan dalam buku ini juga dilengkapi dengan contoh di setiap bagiannya. Di dalamnya, terangkum 24 tip keterampilan menulis sebagai berikut.

Rahasia Kreativitas

Lima Indra

Konstruksi Cerita

Action!

Cerita dan Karakter

Paragraf Pembuka

Draf Pertama

Mengakrabi Karakter

Pacing

Menulis Cepat

Plot

Pemborosan Kalimat

Strategi Tiga Kata

Dialog

Metafora

Menulis dan Mengedit

Sudut Penceritaan

Disiplin

Show, Don’t Tell

Sudut Penceritaan Beragam

Bacalah!

Mengonkretkan Konsep Abstrak

Adegan

Buka Kamus

Creative Writing akan membantu mewujudkan ide-ide kita ke dalam tulisan dengan mudah dan menyenangkan!

Review

Mood adalah sesuatu yang harus disingkirkan jauh-jauh jika ia menjadi urusan yang menghambat kerja penulisan Anda. Perkara mood hanyalah kemanjaan yang harus diperangi. Keinginan menulis harus Anda wujudkan menjadi sebuah tindakan menulis dan itu memerlukan sedikit kemauan untuk menyingkirkan penundaan dan tidak ambil peduli terhadap mood Anda. (Hlm. 21)

Seperti yang dinyatakan oleh A.S. Laksana, yang lebih masuk akal sebagai alasan kenapa kita gagal menulis adalah tidak adanya kemauan yang kuat. Membaca kalimat tersebut membuat saya merasa tersindir. Kenapa? Karena sebelum membaca buku ini kemauan menulis saya bisa dibilang masih setengah-setengah, hehehe. Akibat bingung harus memulai dari mana, gimana cara menulis yang benar, dsbnya akhirnya tulisan saya pun nggak jadi-jadi. 😀

Dalam Creative Writing edisi revisi ini, penulis mengajak kita untuk mengkonkretkan ide-ide yang ada dalam otak kita menjadi sebuah tulisan dengan cara yang bisa saya bilang mudah dipraktikkan. Creative Writing sendiri sebelumnya sudah pernah diterbitkan pada tahun 2007 oleh penerbit MediaKita dengan judul Creative Writing – Tip dan Strategi Menulis untuk Cerpen.

A.S. Laksana adalah salah satu sastrawan terkemuka Indonesia yang juga seorang pengarang, kritikus sastra, dan dulunya pernah menjadi wartawan. Ia aktif menulis cerpen di berbagai media cetak nasional di Indonesia. Kini ia aktif di bidang penerbitan dan mendirikan sekaligus mengajar di sekolah penulisan kreatif Jakarta School. Beberapa karyanya yang telah diterbitkan, di antaranya Kumcer Bidadari yang Mengembara, Cinta Silver dan beberapa karya nonfiksi.

Masalah dalam menulis yang sering kita dengar dan keluhkan adalah nggak adanya mood menulis atau belum muncul mood menulisnya dan nggak adanya waktu untuk menulis. Jujur, saya cukup sering mood-mood-an dalam menulis. Bukan karena nggak ada waktu, tapi karena bingung mesti memulai dari mana. Namun, setelah membaca buku ini dan sukses bikin sebuah cerpen, saya menjadi ketagihan untuk membuat cerpen-cerpen berikutnya, hahaha.

Menulislah yang buruk. Begitulah kira-kira kalimat penutup dari salah satu tip dalam buku ini. Tepatnya tip ‘Anda Hanya Perlu Action. Itu saja!‘. Ya, benar. Untuk bisa membuat sebuah tulisan, kita hanya perlu action, meski memulai itu adalah satu hal yang sangat sulit. Saya yakin itu karena saya pun demikian.

Penulis mengajak kita untuk nggak menulis yang baik. Kita nggak perlu memikirkan bagus atau nggaknya dulu. Kita hanya perlu menulis apapun yang ada dalam pikiran kita. Karena kalau tulisan kita udah rampung, kita masih bisa memperbaikinya untuk membuatnya menjadi lebih bagus.

Jangan pernah melakukan dua pekerjaan sekaligus, yakni memproduksi tulisan (tindakan mengkonkretkan isi pikiran) dan mengedit. Begitu kira-kira hal yang saya tangkap dari tip keenam yaitu ‘Jangan Menulis Sekaligus Mengedit’. Dan ini benar adanya. Tanpa sadar saya seringkali melakukan kedua pekerjaan tersebut bersamaan dan hasilnya adalah tulisan saya pun lama selesainya.

Alat bantu untuk menulis cepat itu adalah “strategi tiga kata”. Ya, Anda hanya memerlukan tiga kata untuk membuat tulisan Anda mengalir cepat. (Hlm. 27)

Menulislah seperti Anda bicara. Itu cara paling ampuh untuk melawan kemandekan dan mengusirnya jauh-jauh dari pikiran Anda. Jangan biarkan diri Anda tenggelam dalam upaya menulis yang tertatih-tatih. (Hlm. 34)

Tip kelima ini adalah tip favorit saya karena dengan melakukan strategi tiga kata, kita bisa membuat sebuah cerita yang nggak pernah kita duga sebelumnya. Menurut saya, tip ini adalah salah satu tip ampuh saat kita kehabisan ide atau bingung mau menulis apa. Saya praktikkan tip tersebut dan benar-benar bekerja loh. Saat mencobanya tulisan saya pun mengalir dengan cepat. Strategi yang sungguh menarik.

Saya suka dengan buku ini karena cukup banyak latihan-latihan yang sangat bermanfaat bagi kita yang ingin menjadi penulis atau sekadar belajar membuat cerpen maupun novel, khususnya buat diri saya sendiri. Selama membaca buku ini saya sambil mempraktikkan latihan-latihannya. Alhasil, saya telah berhasil membuat sebuah cerpen. Ini serius bukan bohong-bohongan. Cerpen yang saya bikin bisa dibaca di sini. Kalau udah baca, jangan lupa komentarnya, ya? 😀 *tetap promosi, hahaha*

Dalam buku ini saya menemukan cukup banyak typo, seperti ha-laman, mening-katkan, dan sejenisnya yang menurut saya semestinya kesalahan seperti itu nggak ada. Karena pemenggalan kata tersebut nggak terletak di ujung kalimat, tapi di tengah-tengah kalimat. Entah proofreader-nya yang kurang teliti atau karena format-nya berubah ketika dicetak saya nggak paham. Yang jelas cukup mengganggu saya ketika membacanya.

Beruntungnya typo tersebut cukup tertutupi oleh penjelasan penulis yang gamblang, nggak terkesan menggurui dan nggak susah buat dipahami. Ke-24 tip dalam buku ini benar-benar membantu kita menuangkan ide-ide kita ke dalam sebuah tulisan dengan mengasyikkan. Buku ini mampu membimbing kita menjadi seorang pengarang yang baik yang mampu menghasilkan tulisan-tulisan terbaik. Sebagai penutup, saya akan tutup dengan kutipan dari halaman 197 yang amat penting buat kita yang ingin menjadi seorang penulis.

Bacalah buku-buku orang lain jika Anda ingin buku Anda dibaca oleh orang lain. Mulailah dari diri Anda.

Jika Anda ingin tahu bagaimana caranya menulis novel best-seller, bacalah novel-novel best-seller. Jika Anda ingin tahu cerita seperti apa yang mendapatkan pujian dari banyak orang, bacalah cerita yang dipuji-puji oleh banyak orang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s