PlotPoint, Review 2014, Review Buku

[Review] Princess, Bajak Laut & Alien by @Clara_Ng dan @cintapuccino


www.twitter.com/clara_ng
http://www.twitter.com/clara_ng

Judul: Princess, Bajak Laut & Alien

Penulis: Clara Ng & Icha Rahmanti

Penerbit: PlotPoint Publishing

Cetakan I: November 2013

Bahasa: Indonesia

ISBN: 978-602-9481-52-5

Halaman: 372 halaman

Harga: Rp 64.000 (plotpoint.mizan.com)

Rating: 3.5/5

Sinopsis

Mikal tidak pernah mengerti kenapa ayahnya harus diambil secepat itu lewat sebuah peristiwa tragis. Ketika terperangkap di Son Nokta, Dunia Tanpa Titik Akhir, Mikal bertemu Princess, yang sekalipun bermata bolong sebelah, selalu ceria dan optimis.

Agung tidak pernah mengerti kenapa kemalangan dan nasib buruk selalu menyertai langkahnya sehingga kerap dirinya bertanya, “kenapa Tuhan benci sekali padaku?” Perjalanan berlikunya ternyata mempertemukannya dengan Bajak Laut dan sebuah kesempatan untuk menjadi yang berkuasa.

Troy tidak pernah mengerti kenapa sedari kecil keterasingan bak alien tidak pernah meninggalkannya. Saat dipikirnya hidupnya mulai sempurna berkat cinta seorang sahabat sehidup sehati, tragedi merenggutnya seketika dan melempar Troy kembali dalam keterasingan yang lebih dalam disertai sesal yang mengekal.

Ibarat meneropong sebuah kaleidoskop, akankah ketiganya dapat melihat keindahan dari kegelapan yang menyertai langkah mereka?

Review

Princess, Bajak Laut & Alien merupakan novel anak kedua yang ditulis oleh Clara Ng dan Icha Rahmanti. Novel yang terinspirasi dari skenario film omnibus yang berjudul sama ini berkisah tentang seorang anak berusia hampir 10 tahun bernama Mikal, yang selalu terbangun basah kuyup berkeringat sekitar pukul tiga pagi akibat dihantui mimpi-mimpi mengerikan. Mimpi-mimpi tersebut menyisakan perasaan takut dan asing pada bocah yang ditinggal mati oleh ayahnya dan hanya hidup bersama ibunya ini.

Kisah dimulai ketika pulang sekolah Mikal dan temannya yang bernama Mada dikejar-kejar oleh Gerombolan Galang (geng yang suka memeras anak-anak yang diketuai Galang). Untuk menghindari Galang cs, mereka pun terus meluncur hingga mendekati jalan yang semakin kecil, dan kemudian berbelok ke sebuah gang bernama Gang Wetan 6, atau yang biasa dikenal dengan nama Gang Siluman.

Saat itu Mikal mendengar suara teriakan Mada, namun pada waktu ia menoleh ke belakang, yang terlihat hanyalah pekat melebihi gelap. Bayangan di dinding gang berubah menyerupai serigala dengan moncong panjang. Ketika Mikal membuka matanya, ia bertemu dengan sosok yang tingginya hanya 90 sentimeter dengan dahi lebar, tulang hidung tinggi, rambut tipis dan jarang, serta berbibir tebal. Sosok cebol itu bernama Buto.

Mikal yang tidak tahu di mana tepatnya ia berada, tiba-tiba teralihkan oleh sebuah kaleidoskop milik Buto. Tanpa berlama-lama, ia pun langsung mengintipnya. Tatapan mata yang menyambutnya membawanya ke suatu tempat bernama Son Nokta. Sebuah tempat tanpa titik akhir. Di sanalah ia bertemu dengan Princess dan ayahnya, Troy. Dulunya Troy adalah seorang Alien yang jatuh cinta dengan seorang putri cantik bernama Gwendoline Ayu Mirasih. Bersama Troy dan Princess, Mikal berusaha memecahkan misteri untuk keluar dari Son Nokta, untuk kembali kepada ibunya.

Tak mudah bagi Mikal untuk memecahkan misteri tersebut. Ditambah pula dengan adanya Kato — makhluk-makhluk halus berwarna putih yang melayang dengan kecepatan tinggi, yang memiliki sepasang mata yang bolong. Kato adalah makhluk yang suka mengambil seluruh kehidupan dari jiwa seseorang dan menyisakan gulita di mata dan hati.

Buto alias Agung selalu mengalami kemalangan dan nasib buruk dalam setiap langkahnya. Ketika Buto berpikir bahwa hidupnya selalu dipenuhi kesedihan dan kemalangan yang tak berujung kebahagiaan, ketika ia berpikir untuk mati, saat dalam perjalanan bersama manusia kekar dan pawang monyet terjadi sebuah kecelakaan, dan ia pun berpikir kali ini keberuntungan berpihak padanya.

Orangtua Troy menganggap bahwa Troy bukan anak yang normal sebab ia tidak pernah bermain dengan anak-anak sebayanya. Hal yang selalu dilakukannya hanyalah membaca buku. Suatu ketika orangtuanya sengaja mengadakan pesta ulang tahun ke-8 untuknya dengan maksud agar Troy bermain dengan teman-temannya. Saat itulah ia berkenalan dengan Gwen, satu-satunya orang yang mampu mengubah Troy. Bersamanya Troy merasa diterima, bahkan Troy merasa ingin berbagi surganya dengan Gwen. Sayangnya kebahagiaan Troy terenggut ketika di hari ia bermaksud melamar Gwen, terjadi sebuah kecelakaan yang menimpanya dan menyebabkan Gwen meninggal dunia.

Tokoh-tokoh yang dihadirkan, baik tokoh utama maupun figuran, semuanya berkarakter kuat. Kita ikut terbawa dengan kisah Mikal yang tersesat di Son Nokta dan merasakan kesedihan yang dialaminya. Kita pun ikut merasa iba dengan Agung yang dianggap oleh ayahnya sebagai anak yang tak diharapkan. Anak yang telah membunuh ibunya sendiri. Tak hanya itu, kita pun ikut trenyuh dengan nasib buruk dan kemalangan yang selalu menimpanya. Mengenal Troy kita dibawa ke keterasingannya di dunia tempatnya tinggal. Namun, setelah ia bertemu dan berkenalan dengan Gwen, dunianya pun berubah dan kita bisa mengenal sisi lain darinya.

Sama seperti novel sebelumnya, tersirat pesan-pesan penulis dalam novel ini. Membaca novel ini membuat kita terus berimajinasi dari halaman pertama hingga akhir. Ending-nya pun tidak seperti yang aku duga. Sungguh mengejutkan. Ceritanya pun menarik dan membuat penasaran. Ini pertama kalinya aku membaca novel science-fiction anak dan membuatku ingin membaca novel science-fiction lainnya.

Novel anak dengan kover lucu ini melebihi ekspektasiku sebab novel ini dipenuhi dengan hal-hal tak terduga. Aku kagum dengan kedua penulis yang mampu menghadirkan kisah yang jauh berbeda dengan novel anak sebelumnya. Setelah membaca “Pintu Harmonika” dan “Princess, Bajak Laut & Alien”, aku kembali penasaran dan bertanya-tanya kisah seperti apa lagi yang akan disajikan oleh kedua penulis. Ah apapun kisahnya akan aku tunggu, dan aku yakin pasti akan menarik seperti kedua novel anak di atas.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s