PT Gramedia Pustaka Utama, Review 2013, Review Buku

[Review] A Shoulder to Cry On by Ria N. Badaria (@fortunata23)


nyonyakim.wordpress.com
nyonyakim.wordpress.com

Judul Buku: A Shoulder to Cry On

Penulis: Ria N. Badaria

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Terbit: Juni 2012

Bahasa: Indonesia

ISBN: 978-979-22-8514-7

Halaman: 312 halaman

Sinopsis

Aku tak pernah menyesal mencintaimu, yang kusesalkan hanyalah kamu terluka karenanya.

Damar tahu sejak awal apa yang dilaluinya salah. Berjuang untuk hidup bersama adiknya setelah kedua orangtua mereka bercerai membuat Damar terpaksa menentukan pilihan yang salah dalam hidupnya. Pilihan yang baru terasa benar-benar salah setelah ia bertemu dengan Imelda, seseorang yang seharusnya tidak pernah ia cintai karena ia merasa tidak pernah layak merasakan cinta.

Andai rasa cinta bisa dengan mudah diredam dan dihentikan, tentu Damar akan memilih hidup tanpa perasaan itu. Sayang itu tidak semudah yang dibayangkannya, di tengah perjuangannya untuk melindungi adiknya, Danu, dan seorang gadis malang bernama Anka, yang belakangan mulai disayanginya. Damar harus tetap menyisakan sedikit ruang dalam hatinya untuk merasakan sakit, saat cinta perlahan-lahan menyadarkannya bahwa ia tidak pantas menerima dan memberikan cinta.

Di saat cinta tidak dapat tergapai dengan sempurna, di saat harapan seketika sirna, mungkinkah penyesalan masih tetap berguna?

Review

Novel bergenre amore karya Ria N. Badaria, yang juga merupakan penulis novel Fortunata dan Writer vs Editor ini berkisah tentang percintaan yang (dapat dibilang) rumit yang dialami oleh dua orang saudara kandung bernama Damar Adi Wijaya dan Danu Adi Wijaya. Tak hanya itu, novel ini pun menceritakan tentang seorang gadis bernama Anka Putri Renggana yang kehilangan orang-orang yang amat dicintainya.

Cinta memang tidak bisa diprediksi kapan datangnya. Terkadang kita tak menyadari, tak mengakui, atau mengelak perasaan yang ada, hingga akhirnya kita menyadarinya justru di saat orang yang kita cintai tersebut menyukai/memiliki ketertarikan pada orang lain. Mengetahui Anka menyimpan perasaan pada Damar menyadarkan Danu mengenai perasaannya terhadap Anka.

Tokoh-tokoh utama yang ditampilkan penulis memiliki karakter kuat dan terus-terusan membuatku berandai-andai ingin memiliki cowok seperti Damar atau Danu, hahaha… Mulanya kita akan dibuat jatuh hati dengan Danu yang memiliki sifat yang sangat care pada Anka. Meskipun Danu tahu bahwa lelaki yang disukai Anka bukanlah dirinya, namun ia terus berusaha untuk selalu ada di dekatnya dan menghiburnya di kala sedih. Baginya, kebahagiaan Anka-lah yang terpenting. Saya pikir Danu adalah sosok yang diidamkan oleh seorang cewek sebab ia begitu perhatian dan peduli pada cewek yang disukainya. Hingga akhir kisah, ia masih tetap bertahan dengan perasaannya pada Anka meskipun rasa sukanya bertepuk sebelah tangan.

Setelah membaca halaman-halaman berikutnya, kita pun akan dibuat jatuh hati dengan Damar yang memiliki sifat dewasa, bertanggung jawab, dan tidak ingin menyakiti hati seorang wanita. Seperti yang tertera di sinopsis, pilihan salah yang diambilnya kian terasa ketika ia jatuh cinta dengan seorang model cantik dan ternama berusia 26 tahun bernama Imelda Aurora Tanjung. Kita bisa ikut berempati dengan penyesalan demi penyesalan yang dirasakan Damar, dan ikut merasakan sakit atas cinta yang dimiliki Damar.

Bisa dibilang Damar (agak) payah dalam hal cinta. Damar selalu saja beranggapan bahwa mencintai Imelda adalah suatu kesalahan. Ia terus saja berpikir bahwa Imelda terluka dikarenakan cinta yang dimilikinya. Keadaan pun kian rumit ditambah dengan hubungan backstreet-nya dengan seorang pengusaha salon kecantikan dan spa bernama Anggun Pramudya Kusuma. Anggun adalah wanita yang dulu menjadi penopangnya di masa sulit. Wanita yang seharusnya tidak pernah didekatinya. Damar merasa bahwa sekeras apapun ia berusaha menghindar dari Anggun, ia tetap tidak akan bisa terlepas darinya.

Singkat cerita, Damar terpaksa kehilangan karier yang telah dirintisnya dari titik terendah dengan cara tidak terhormat. Akibat ‘sentuhan’ kecil yang diberikan oleh suami Anggun membuat Damar terpaksa harus meninggalkan kariernya di Jakarta, dan menerima tawaran bekerja di sebuah biro hukum di Swiss dari sahabatnya.

Semakin ke belakang kita akan dibuat penasaran dengan akhir dari novel dengan kover sendu ini, dan di benak kita akan muncul pertanyaan-pertanyaan seperti, apa yang terjadi pada Anka setelah ia mengetahui perasaan Danu, bagaimana akhir dari kisah cinta antara Damar, Anggun, dan Imelda, dan akankah cinta Danu bersambut pada Anka. Di akhir kisah, semua pertanyaan tersebut dijawab dengan manis oleh penulis.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s