PT Gramedia Pustaka Utama, Review 2013, Review Buku

[Review] Follow @MerryRiana by @debbiewidjaja


20130719-000451.jpgJudul: Follow @MerryRiana
Penulis: Debbie Widjaja
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (GPU)
Terbit: April 2013
Bahasa: Indonesia
ISBN: 978-979-22-9333-3
Halaman: 360 halaman
Harga: Rp 55.000
Peresensi: Launa Rissadia

Sinopsis
5 Reasons Why My Life is Screwed Up:
5. Setelah setahun bekerja di Everell, penampilanku yang berantakan cocok sekali untuk menjadikanku model majalah Cosmopolitan. Judul artikelnya: Tanda-Tanda Anda Bekerja Terlalu Keras.

4. Pacarku marah besar karena katanya aku berubah jadi monster menyeramkan. Dan, oh, mungkin dia selingkuh dengan Agita, pramugari cantik itu.

3. Setiap kali pembaca novelku bertanya, “Kapan novel selanjutnya terbit, Kak?”, aku cuma bisa meringis dan berkelit, “Belum sempat, masih sibuk nih.”

2. Daftar orang yang kukecewakan sudah melampaui daftar film horor Indonesia. Yang paling parah, orang yang sangat kusayangi, Papa dan Mama, justru berada di urutan teratas!

But the number 1 reason why my life is screwed up is:
1. I DON’T EVEN HAVE A LIFE ANYMORE!

Bella punya karier cemerlang yang membentang di hadapannya—tapi ada harga yang harus dibayar. Dan ketika satu per satu masalah memukulnya, barulah ia terenyak dan bertanya, “Apakah aku ada di jalan yang benar?” Lalu cahaya terang itu muncul… lewat sosok yang sangat menginspirasinya: Merry Riana. Dari Merry Riana, Bella mempelajari hal-hal berharga. Makna perjuangan, kesuksesan, dan bagaimana menjalani hidup yang utuh sesuai passion.

@MerryRiana: “Don’t chase after money. Rather, chase your passion, and money will chase after you.

Review
Novel yang ditulis oleh Debbie Widjaja ini adalah novel yang cukup menghibur dan mencerahkan. Kenapa? Karena novel yang sebagian terinspirasi dari kisahnya sendiri ini mampu mendorong kita untuk terus berjuang meraih impian dan menemukan tujuan hidup kita layaknya Bella. Kisah Bella yang diceritakan Debbie sangatlah dekat dengan kehidupan sehari-hari dan (mungkin) bisa terjadi pada siapa saja. Banyaknya cobaan yang dialaminya sempat membuatnya putus asa. Akan tetapi, berkat tweet-tweet penyemangat Merry Riana yang dibacanya, Bella pun bangkit kembali dan tetap bertahan.

Don’t chase after money. Rather, chase your passion, and money will chase after you.” – Merry Riana

Kutipan tersebut merupakan kutipan favorit Bella dan berulang kali disebutkan di dalamnya. Bella adalah seorang wanita karier muda yang bekerja di PT Everell Lintaskarya divisi rekrutmen. Pada awal cerita, penulis langsung menyuguhkan kegalauan Bella akan hidupnya (pekerjaan, keluarga, persahabatan, hobi, dan pelayanan). Juga kebingungan yang menghampirinya dalam mengambil keputusan untuk mengikuti program NEXT (New Enterprise Executive Training). Program NEXT adalah program fast-track khusus yang kalau lolos dan performa trainee tersebut bagus, maka dalam 5 tahun dapat menjadi kepala divisi.

Semua bermula dari visi. Anda harus menyadari betul, apa yang sebenarnya Anda inginkan? Bagi saya, tidak memiliki tujuan itu sama seperti daun yang jatuh hanyut di sungai. Untuk mengambil alih kontrol hidup Anda dan untuk hidup sesuai impian Anda, terlebih dahulu Anda harus mengetahui apa yang benar-benar Anda inginkan.” – Merry Riana

Ketika mendengar Miss Merry berucap seperti di atas, Bella amat yakin kalau yang diinginkannya hanyalah lolos program NEXT dengan nilai yang baik. Namun, kehidupan yang dijalani setelah lolos program NEXT ternyata tak seindah yang dibayangkan. Pergolakan batin, penyesalan demi penyesalan dialami Bella selama bekerja di anak perusahaan PT Everell Lintaskarya yang terbesar yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit, Everell Palmoris Gigantica. Tugas kantor yang datangnya tak kenal waktu, pun bertubi-tubi menjadi penyebab tidak sehatnya hubungan Bella dengan keluarga, sahabat, maupun kekasihnya.

Jatuh bangunnya Merry Riana saat memulai usaha kecil-kecilan bersama Alva yang terdapat dalam buku ini mampu menyokong Bella untuk terus berjuang menjalani kehidupannya yang berat. Akan tetapi lama-kelamaan keraguan pun menyambangi dirinya dan Ia pun menjadi bertanya-tanya, “Apakah aku ada di jalan yang benar?” Aku senang dengan awal bertemunya Bella dengan Bastian yang cukup unik dan tak terduga yang disampaikan oleh penulis. Dalam novel ini pun aku menjadi tahu bahwa sosok Merry Riana tak hanya menginspirasi anak muda saja, tapi juga semua kalangan termasuk pembantu rumah tangga.

Konflik dengan Bastian dan penyesalan terhadap keluarganya terus menyamperi Bella. Di saat Bella mau menebus kesalahannya, lagi-lagi Ia tak menepati janjinya dan membuat semua orang kecewa untuk kesekian kalinya. Penyesalan terbesar yang dialami Bella yaitu ketika terpaksa membatalkan pesta ulang tahun dirinya yang telah disiapkan mamanya, juga saat tak bisa menemani mamanya operasi kista/miom. Yang tak terpikirkan olehku yaitu ketika konflik hebat terjadi antara Bella dengan Bastian, yang berujung pada momen tak menyenangkan. Pada konflik sebelumnya mereka selalu bisa mengatasinya dengan baik, karenanya momen buruk tersebut sungguh suatu momen yang mengejutkan buatku.

Bella yang sempat vakum dalam dunia menulis akhirnya kembali. Semangatnya untuk menulis muncul setelah bertemu dengan Imelda yang juga seorang penulis novel, dan penulis-penulis lainnya yang baru Ia kenal saat acara gathering penulis. Salah satu mimpi Bella akhirnya terlaksana. Pada seminar kali kedua yang diikutinya, Bella tak hanya berkesempatan untuk foto bareng bersama Miss Merry, tapi juga mengobrol dengannya meski cuma beberapa menit. Seminar yang dihadirinya mampu membuka matanya bahwa tidak ada yang tidak mungkin selama kita terus berusaha. Tak hanya itu, setelah berbincang dengan Miss Merry, mata Bella pun seakan terbuka dan menyadari bahwa kebahagiaannya bukanlah di program NEXT, melainkan di divisi rekrutmen.

Salah satu bagian cerita yang paling aku suka dari novel ini yaitu pada saat Bella berbincang-bincang dengan Merry Riana. Dari percakapan mereka tergambar jelas bahwa Miss Merry adalah seorang wanita yang ramah dan humble, meskipun Ia sudah menjadi wanita yang sukses juga seorang public figure. Dari kisah Bella pun terlihat jelas perbedaan suasana kerja di divisi rekrutmen dan Palmoris. Ibarat neraka dan surga, Palmoris adalah neraka, sedangkan divisi rekrutmen adalah surga. 😀 Membaca judulnya mulanya aku berpikir kalau buku ini bukanlah fiksi melainkan non-fiksi, hehehe.

Pada novel ini penulis menggunakan alur maju-mundur dan jenis font yang digunakan tidak cuma satu, sehingga membuatku tidak bosan membacanya. Tokoh yang sering penulis tampilkan dalam novel tidaklah terlalu banyak, sehingga mudah bagiku untuk mengingat nama-namanya. Awalnya aku suka dengan karakter Bastian yang pengertian, perhatian dan penyokong yang baik. Namun, ternyata sifat Bastian tak sebaik yang kukira. Membaca novel ini membuatku semakin percaya bahwa apapun impian yang kita miliki, pasti bisa kita raih dengan usaha keras.

Dari segi editing, novel ini bisa dikatakan novel yang sempurna. Sebab tak satu pun typo kutemukan di novel ini, dan aku suka dengan gaya bahasa yang digunakan penulis. Cover buku ini cukup menarik, juga ukuran font yang digunakan pas sehingga tidak membuat mata sakit saat membacanya. Buku ini sangat disarankan untuk dibaca oleh siapa saja. Karena buku ini mengajak siapa pun untuk berusaha mengingat dan menemukan passion / tujuan hidupnya. Sebagai penutup, berikut kata-kata Miss Merry yang aku suka ketika berbincang dengan Bella:

A fulfilled life adalah hidup berdasarkan passion atau panggilan hidup kita. Dengan hidup berdasarkan panggilan hidup atau passion kita, kita akan memiliki fulfilled life. Saya sangat menikmati apa yang saya lakukan sekarang setiap harinya. Sangatlah penting untuk memiliki passion dalam hal-hal yang kita lakukan. Passion membuat kita mungkin untuk mencintai pekerjaan kita.” – Merry Riana

Terima kasih buat Mbak Yudith atas bukunya dan buat Mas Dion atas kesempatannya. 🙂 Engga nyesal milih buku ini karena buku ini menarik. Bahagianya jadi member BBI. Ilmu meningkat, koleksi pun berlipat. xD

Rating: 3.5/5 stars

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s