[Review] Pojok Lavender by @cinnamoncherry


pojok-lavender-200x300Judul: Pojok Lavender
Penulis: Primadonna Angela
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Terbit: April 2013
Bahasa: Indonesia
ISBN: 9789792294903
Halaman: 256 halaman
Peresensi: Launa Rissadia

Sinopsis
Banyak hal dapat terjadi dalam sebuah kafe. Kafe bisa menjadi latar berseminya cinta sampai patahnya hati, menjadi saksi perselisihan sampai saksi persahabatan yang tulus, tempat seseorang mengembangkan harapan atau mematikannya. Drama kehidupan, yang silih berganti.
Dalam buku ini ada beraneka kisah yang berkaitan dengan Pojok Lavender. Ya, Lavender Rosemary, adik Cinnamon Cherry, juga punya ceritanya sendiri. Tapi apa kisah cintanya akan berakhir indah seperti yang dialami banyak pasangan yang berkencan di kafenya?

Review
Ah… Been a long time. Last month I was too busy with writing project. So, I had no time to write a review. But, now I’m back! πŸ˜€
Ini kali kedua (kalau engga salah) aku membaca karyanya Primadonna Angela. Sama seperti teenlit Satsuki Sensei miliknya, dalam teenlit ini penulis menyajikan banyak kisah yang menyentuh dan sangat disayangkan bila melewatkannya. Keenam belas kisah tersebut dihidangkan secara apik olehnya.

Kamu dan aku, dalam hawa beku
Kala sendiri, merenung dalam sepi
Dan tiba-tiba, ada secercah cahaya
Tidak satu, tapi dua
Dua cahaya, yang akan menaklukkan dunia…

Syair lagu di atas adalah kutipan dari salah satu kisah yang paling aku suka dalam buku ini. Kisah menyentuh tersebut berjudul Dua Cahaya. Tokoh Hikari yang ada dalam kisah tersebut mengalihkan perhatianku. Bagiku, Ia merupakan sosok pria dambaan seluruh wanita. Siapa coba yang tak mendambakan seorang lelaki yang romantis seperti dirinya? πŸ˜€

Ada dua kisah yang paling aku suka dari keenam belas kisah yang ada. Dua kisah tersebut yakni Pretty Duckling dan (tentunya) Dua Cahaya. Sedangkan kisah-kisah yang menurutku paling menyentuh adalah Pretty Duckling, Dua Cahaya, Aku, Malaikat Pelindungmu, 39.000 Kaki, Cinta itu Seperti Hujan, The Sight, Broadcast Message, dan Semesta yang Dihuni Berdua.

Aku selalu suka membaca karya Primadonna Angela, sebab penggunaan diksinya tak sulit dipahami dan majas-majas yang digunakan semakin melengkapi setiap kisah yang ada. Kekurangan buku ini hanyalah terdapat beberapa typo pada beberapa kisahnya. Namun, hal tersebut bukan masalah besar. Buku ini masih tetap layak dibaca sebagai pelipur lara.

Penulis berhasil membawaku terhanyut dalam kisah-kisah yang disajikan. Pun membuatku membayangkan setting-nya, kue maupun minuman yang ada di kafe tersebut saat membaca setiap kisahnya. Secara keseluruhan Pojok Lavender adalah satu dari banyak bacaan yang menghibur. Butuh pelipur lara? Pojok Lavender-lah obatnya. πŸ˜€

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s