Review 2013, Review Buku, Touchstone

[Review] My Crazy Beautiful Life by Ke$ha


k$_bookJudul Buku: My Crazy Beautiful Life
Penulis: Ke$ha
Penerbit: Touchstone
Cetakan Pertama: November 20, 2012
Bahasa: English
Tebal: 192 halaman
No. ISBN: ISBN-10: 1476704163 / ISBN-13: 978-1476704166
Peresensi: Launa Rissadia

Sinopsis
In less than three years, I’ve gone from being the worst waitress in LA to living out my childhood dreams of singing my songs to people all over the world. Sometimes, it feels as if the last few years have encompassed a few decades. . . . You might have heard my voice on the radio, seen me onstage and on the red carpet, or in a music video, but that’s only a part of the story. In these pages, I’m revealing a more complete picture of what my life is really like. It’s not all glamorous and it’s not all pretty, but it’s all real. . . . I want you to come on a whirlwind journey with an all-access pass to My Crazy Beautiful Life.

Review
Kesha Rose Sebert, penyanyi yang lebih dikenal dengan nama Ke$ha, dalam buku pertamanya ini bercerita tentang kisah hidupnya semasa kecil hingga seperti sekarang. Ia pun berbagi kisahnya mengenai bagaimana dan di mana Ia dilahirkan. Berbicara mengenai kehidupannya semasa kecil, kehidupannya sama seperti orang kebanyakan. Penuh dengan kelucuan, keceriaan, juga kebahagiaan. Sesuai dengan judul bukunya My Crazy Beautiful Life, dalam buku autobiografinya ini aku bisa melihat kehidupannya yang benar-benar ‘gila’ tapi menyenangkan.

Ini adalah kali pertama aku membaca buku autobiografi. Sangat menarik. Sebab, dengan membaca buku semacam ini, aku menjadi lebih tahu bagaimana kehidupan Ke$ha sebelumnya. Tak ada yang menyangka bahwa Ke$ha yang awalnya hanya seorang pelayan di LA, bisa merealisasikan mimpi masa kecilnya yaitu menyanyikan lagu-lagu miliknya untuk orang di seluruh dunia.

Penyanyi sekaligus pencipta lagu yang berasal dari Nashville, Tennessee ini, sangat dekat dengan kakak juga adiknya yaitu Lagan dan Louie. Ia juga sangat dekat dengan saudara sepupunya yang bernama Kalan. Bukan cuma itu, aku juga menjadi tahu bagaimana kehidupan Ke$ha sewaktu berumur 17 tahun dan sendirian di LA. Kesungguhan dan semangatnya yang luar biasa untuk bisa menggenggam mimpinya, terlihat selama Ia hidup sendirian di sana.

Membaca perjuangannya untuk bisa mencapai posisinya kini, sebagai fans, sungguh membuatku semakin cinta dan bangga padanya. Meski banyak orang yang berkata padanya bahwa Ia tak akan berhasil, namun Ia tak patah arang dalam mencari produser-produser yang mau bekerja sama dengannya. Di buku ini, Ke$ha pun menceritakan bagaimana awal mula Ia bertemu dengan Dr. Luke, dan pertemuannya dengan cinta pertamanya, Harold.

Banyak sekali momen-momen yang paling berkesan yang telah Ke$ha alami selama beberapa tahun terakhir. Salah satu momen paling berkesannya yaitu saat Ia kehilangan suaranya sehari sebelum Ia manggung di salah satu festival musik terbesar di dunia. Semua momen-momen paling berkesan tersebut Ia ceritakan dalam buku ini. Pun perasaannya ketika kejadian tersebut terjadi.

Bagian yang paling menarik dari buku ini adalah saat Ke$ha menceritakan pembuatan album terbarunya Warrior, juga seputar beberapa lagunya yang terdapat dalam album tersebut. Bagaimana proses rekaman lagu Crazy Kids, “lahir”nya Die Young dan All That Matters, serta pembuatan lagu Out Alive — salah satu lagu favoritnya di album Warrior.

Bagian paling manis adalah bagian akhir buku ini. Pada bagian akhir, Ke$ha bercerita tentang fansnya (Animals) dan ada pula foto-foto fansnya pada buku ini. Meski kini Ia telah menjadi penyanyi yang namanya telah dikenal khalayak luas, namun Ia tetap tak melupakan para fansnya. Baginya, Animals-lah yang telah membuat semuanya ini mungkin terjadi.

Yang aku suka dari autobiografinya adalah banyaknya foto-foto dokumentasi pribadinya yang belum pernah terpublikasikan. Foto-foto semenjak Ia masih kecil hingga foto-foto saat konser, juga saat Ia sedang dalam perjalanan tur maupun dari tempat show ke hotel. Tak hanya itu, di buku ini juga terdapat foto-foto halaman notebook dan lembaran lirik favoritnya. Melihat semua fotonya, terlebih foto saat Ia bersenang-senang dengan team-nya, nampak sekali bahwa Ke$ha tetaplah Kesha. Tidak ada yang berubah pada dirinya.

Kekurangan dari autobiografinya ini hanya satu, yaitu aku merasa kisahnya kurang lengkap sehingga seperti ada bagian hidup yang hilang dari seorang Ke$ha. Terpikir olehku sepertinya masih ada kisah hidupnya yang belum tersampaikan. Walaupun begitu, buku autobiografi ini cukup membuatku terkesan dengan perjuangan dan kehidupannya. Kekurangan tersebut tertutupi oleh hardcover-nya yang simpel tapi keren dan elegan, juga isinya yang full color.

Bila Anda penasaran dengan kisah hidupnya, bacalah meskipun Anda bukan fansnya. Selalu ada pelajaran yang bisa dipetik dan sisi menarik yang bisa dilihat dari membaca buku autobiografi. 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s