Review 2013, Review Buku, Touchstone

[Review] My Crazy Beautiful Life by Kesha Rose Sebert


Judul: My Crazy Beautiful Life

Penulis: Kesha Rose Sebert

Penerbit: Touchstone

Cetakan 1: November 2012

Bahasa: English

ISBN: 978-1-4767-0416-6

Halaman: 192 halaman

Harga Normal: Rp367.840,-

Harga Diskon: Rp136.000,-

Rating: 4/5

Sinopsis

In less than three years, I’ve gone from being the worst waitress in LA to living out my childhood dreams of singing my songs to people all over the world. Sometimes, it feels as if the last few years have encompassed a few decades…. You might have heard my voice on the radio, seen me onstage and on the red carpet, or in a music video, but that’s only a part of the story. In these pages, I’m revealing a more complete picture of what my life is really like. It’s not all glamorous and it’s not all pretty, but it’s all real…. I want you to come on a whirlwind journey with an all-access pass to My Crazy Beautiful Life.

Review

“My mom taught me to write honestly and tell a good story. Writing songs was, and is, my favorite thing to do in the world.” (page 12)

“My life has changed dramatically but i wouldn’t trade this crazy beautiful life for anything.” (page 58)

Kesha Rose Sebert, penyanyi yang dulu lebih dikenal dengan nama Ke$ha ini, dalam buku autobiografinya bercerita tentang kisah hidupnya semasa kecil hingga seperti sekarang. Berbicara mengenai kehidupannya semasa kecil, kehidupannya sama seperti orang kebanyakan. Penuh dengan kelucuan, keceriaan, juga kebahagiaan. Sesuai dengan judul bukunya My Crazy Beautiful Life, dalam autobiografinya ini saya bisa melihat kehidupannya yang benar-benar ‘gila’, tetapi menyenangkan. Saya pun menjadi lebih tahu bagaimana kehidupan Kesha sebelumnya. Tak ada yang menyangka bahwa Kesha yang awalnya hanya seorang pelayan di LA, bisa merealisasikan mimpi masa kecilnya; menyanyikan lagu-lagu miliknya untuk orang-orang di seluruh dunia.

Kesungguhan dan semangat luar biasa penyanyi sekaligus pencipta lagu yang berasal dari Nashville, Tennessee, untuk bisa menggenggam mimpinya ini terlihat selama ia hidup sendirian di LA. Meski banyak orang yang berkata padanya bahwa ia tak akan berhasil, namun ia tak patah arang dalam mencari produser-produser yang mau bekerja sama dengannya. Selain itu, dalam buku ini Kesha juga menceritakan bagaimana pertemuannya dengan cinta pertamanya, pembuatan album Warrior, bagaimana proses rekaman lagu Crazy Kids, “lahir”nya Die Young dan All That Matters, serta pembuatan lagu Out Alive—salah satu lagu favoritnya dalam album Warrior. Bagian tersebut adalah salah satu bagian yang menarik untuk saya.

Banyak sekali momen-momen paling berkesan yang telah Kesha alami selama beberapa tahun terakhir. Salah satu momen paling berkesannya yaitu saat ia kehilangan suaranya sehari sebelum ia manggung di salah satu festival musik terbesar di dunia. Semua momen paling berkesan tersebut ia ceritakan dalam My Crazy Beautiful Life. Pun perasaannya ketika kejadian tersebut terjadi.

“I am speaking from experience when i say just give the haters the finger and be true to yourself. You can’t be a victim. You have to be a warrior.” (page 82)

Bagian paling manis adalah bagian pada akhir buku. Di mana Kesha bercerita tentang penggemarnya dan ada pula foto-foto para penggemarnya. Meski kini ia telah menjadi penyanyi yang namanya telah dikenal khalayak luas, namun ia tetap tidak melupakan para penggemarnya. Baginya, penggemarnya-lah yang telah membuat semuanya ini mungkin terjadi.

Salah satu yang saya suka dari autobiografinya ini adalah banyaknya foto dokumentasi pribadi yang belum pernah dipublikasikan. Foto-foto semenjak ia masih kecil hingga foto-foto saat konser, pun saat sedang dalam perjalanan tur maupun dari tempat show ke hotel. Tak hanya itu, dalam My Crazy Beautiful Life juga terdapat foto-foto halaman notebook dan lembaran lirik favoritnya. Melihat semua fotonya, terlebih foto saat ia bersenang-senang dengan timnya, tampak sekali bahwa Kesha tetaplah Kesha. Tidak ada yang berubah pada dirinya.

Kekurangan dari My Crazy Beautiful Life ini hanya satu yakni saya merasa kisahnya kurang lengkap sehingga seperti ada bagian hidup yang hilang dari seorang Kesha. Terpikir oleh saya sepertinya masih ada kisah hidupnya yang belum tersampaikan. Meskipun begitu, autobiografi ini cukup membuat saya terkesan dengan perjuangan dan kehidupannya. Kekurangan tersebut tertutupi oleh hardcover-nya yang simpel, namun keren dan elegan. Juga isinya yang full color.

Bila kamu penasaran dengan kisah hidup seorang Kesha, baca saja My Crazy Beautiful Life—sekalipun kamu bukan penggemarnya. Sebab, selalu ada pelajaran yang bisa dipetik dan sisi menarik yang bisa dilihat dari membaca sebuah buku autobiografi. 🙂

“I never try to have expectations, because as soon as you expect something, you can be disappointed. But as my first headlining tour came to a close, i realized that this tour had exceeded any expectations that i could ever have had, and all of it was made possible because of my fans.” (page 122)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s