[Review] Cerita Calon Arang by Pramoedya Ananta Toer


Sumber foto: blogbukuhelvry blogspot co id

Sumber foto: blogbukuhelvry blogspot co id

Judul Buku: Cerita Calon Arang

Penulis: Pramoedya Ananta Toer

Penerbit: Lentera Dipantara

Cetakan 5: Februari 2010

Bahasa: Indonesia

ISBN: 979-97312-10-5

Halaman: 96 halaman

Rating: 5/5

Sinopsis

Cerita Calon Arang bertutur tentang kehidupan seorang perempuan tua yang jahat. Pemilik teluh hitam dan penghisap darah manusia. Ia pongah. Semua-mua lawan politiknya dibabatnya. Yang mengkritik dihabisinya. Ia senang menganiaya sesama manusia, membunuh, merampas dan menyakiti. Ia punya banyak ilmu ajaib untuk membunuh orang… murid-muridnya dipaksa berkeramas dengan darah manusia. Kalau sedang berpesta, mereka tak ubahnya sekawanan binatang buas, takut orang melihatnya.

Tapi kejahatan ini pada akhirnya bisa ditumpas di tangan jejari kebaikan dalam operai terpadu yang dipimpin Empu BAradah. Empu ini bisa mengembalikan kehidupan masyarakat yang gonjang-ganjing ke jalan yang benar sehingga hidup bisa lebih baik dan lebih tenang, tidak buat permainan segala macam kejahatan.

Review

Baru kali ini saya ‘berkenalan’ dengan Pramoedya Ananta Toer, tepatnya ‘mencicipi’ salah satu karyanya. Ya, Cerita Calon Arang adalah karya beliau yang saya baca pertama kali, sekaligus membikin saya ingin membaca karyanya yang lain. Saya penasaran dan ingin tahu bagaimana cara beliau menyampaikan pemikirannya ke dalam sebuah tulisan. Tentu berbeda bila penyampaian yang beliau gunakan bukan dengan cara mendongeng. Karena dalam buku ini beliau menuturkan kisah Calon Arang dengan cara mendongeng. Koreksi saya kalau salah. Seperti yang diucapkan penulis pada bagian pengantar bahwa buku ini disusun sebagai buku kanak-kanak, agar bisa membangkitkan cerita lama pada mereka.

Buku ini berkisah tentang Negara Daha yang aman dan makmur di zaman raja Erlangga, namun keadaan tersebut segera berubah karena tersiar berita bahwa akan ada musuh yang datang. Ada salah satu dusun bernama Dusun Girah di sana, dan tinggal seorang janda bernama Calon Arang yang memiliki kelakuan buruk dan ditakuti semua orang. Tak ada satupun orang yang berani padanya. Ia memiliki seorang anak perempuan yang cantik bernama Ratna Manggali. Meski cantik, tetapi tidak ada satupun lelaki yang berani memperistrinya. Akibat kelakuan Calon Arang tersebut, Ratna pun menjadi bahan perbincangan orang-orang dan tidak ada yang berani mendekatinya. Ketika ia tahu anaknya jadi buah percakapan, ia marah besar. Bersama beberapa muridnya yang terkemuka ia pun pergi ke Candi Durga demi memohon izin kepada Dewi Durga untuk membunuh orang banyak. Penduduk Dusun Girah semakin takut dengan Calon Arang. Ia tak segan-segannya memberikan teluh pada orang yang mengganggu dirinya maupun murid-muridnya.

Baca lebih lanjut

[Review] FBI vs CIA by Shandy Tan


Judul Buku: FBI vs CIA

Penulis: Shandy Tan

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Cetakan 1: Oktober 2008

Bahasa: Indonesia

ISBN: 978-979-22-4059-7

Halaman: 192 halaman

Rating: 3.5/5

Sinopsis

FBI dan CIA adalah dua geng cewek SMA yang berbeda secara fisik. FBI (Feni, Bertha, Isabel) bertubuh subur makmur sebulat sumur, sedangkan CIA (Carol, Ivana, Angel) bertubuh kurus kering setipis piring. Mereka saling cuek, sampai suatu saat guru fisika memberikan tugas kelompok.

Isabel terpaksa satu kelompok dengan CIA. Carol, yang tahu Isabel berotak encer, membujuk Isabel untuk menjadi anggota CIA. Syaratnya, Isabel harus kurus. Maka Carol mengiming-imingi Isabel pola diet jitu supaya Isabel bisa menurunkan berat badannya.

Isabel jelas menerimanya. Dalam waktu tak terlalu lama, berat badannya mulai berkurang. Demi menjadi langsing, cantik, dan populer, Isabel tak peduli lagi pada FBI. Sampai akhirnya Isabel tahu, CIA memanfaatkannya untuk mengatrol nilai-nilai mereka.

Isabel ingin kembali pada Feni dan Bertha. Tapi tunggu dulu! Posisi I sudah diisi Indri! Terus, Isabel harus bagaimana dong? Haruskah dia menyingkirkan Indri? Padahal Feni dan Bertha menyukai Indri. Kembali pada CIA? Nggak usah, ya! Jadi, berhasilkah Isabel mendapatkan kembali sahabat-sahabat sejatinya?

Review

Ini kali pertama saya membaca karyanya Shandy Tan. Sebenarnya sudah sejak lama saya punya salah satu bukunya yang berjudul Shine on Me. Hanya saja sampai detik ini saya belum sempat membaca buku tersebut. Karena, ya begitulah. Selalu tergoda untuk membaca buku yang baru dibeli terlebih dulu, hehe.

Shandy Tan adalah penulis yang mengawali keterlibatannya dalam dunia menulis fiksi pada tahun 1994. Wow, sudah lama sekali, ya. Sebelum menerbitkan novel ini, Shandy Tan telah menelurkan tiga buku pada tahun 2006, yaitu Rival, Rahasia Si Kembar, dan Saat Tersenyum Saat Menyentuh (kumpulan cerpen remaja). FBI vs CIA adalah buku pertama dari seri buku FBI vs CIA.

Buku ini merupakan awal mula kisah persahabatan dan perselisihan antara kelompok FBI (Feni, Bertha, Isabel) dengan CIA (Carol, Ivana, Angel). Mereka adalah dua geng SMA yang secara fisik penampilannya amat berbeda. FBI terdiri dari tiga orang siswi yang bertubuh lumayan subur dan identik dengan makanan, sedangkan CIA terdiri dari tiga orang siswi yang tergolong kurus dan amat memerhatikan penampilan.

Suatu ketika, Pak Ramses, seorang guru fisika memberikan tugas berupa menyusun laporan tentang serangkaian percobaan yang telah disusunnya. Ia pun mengadakan pembagian kelompok masing-masing beranggotakan empat orang. Bisa dibilang Isabel tidak beruntung sebab ia satu kelompok dengan CIA. Feni dan Bertha pun nasibnya tidak cukup bagus. Feni satu kelompok dengan dua cowok yang selalu menempati ranking pertama dan kedua dari belakang, sedangkan Bertha satu kelompok dengan Juli yang sok pintar.

Baca lebih lanjut

[Review] Tragedi Hidup Manusia


14883632_926069860870357_8830704892636203619_oJudul Asli: Of Mice and Men

Judul Terjemahan: Tragedi Hidup Manusia

Penulis: John Steinbeck

Penerjemah: Shita Athiya

Penerbit: Selasar Surabaya Publishing

Cetakan 1: September 2011

Bahasa: Indonesia

ISBN: 978-979-25-9413-3

Halaman: 150 halaman

Harga: Rp24.000,-

Rating: 4/5

Sinopsis

Berusahalah memahami masing-masing manusia, karena dengan memahami satu sama lain. kalian bisa bersikap baik satu sama lain. Mengenal baik seorang manusia tak pernah berakhir dengan membencinya dan nyaris selalu menjadi mencintainya.

 ̶  John Steinbeck, 1938

Realitas tragis tentang perjuangan hidup manusia yang berusaha keras meraih impian di antara sekian banyak keterbatasan. Dituturkan oleh penulis humanis untuk merayakan kapasitas manusia yang telah terbukti atas kebesaran hati dan semangat membara atas jiwa ksatria saat dikalahkan, atas keberanian, kasih sayang, dan cinta.

Bacaan wajib bagi siapa pun.

Review

Ini kali pertama saya membaca karya John Steinbeck dan tidak mengecewakan, meskipun ending-nya mengesalkan, haha. John Steinbeck adalah seorang penulis yang telah menulis 27 buku, termasuk 16 novel, enam buku nonfiksi, dan lima kumpulan cerpen. Ia juga pernah meraih Penghargaan Nobel untuk Kesusastraan pada tahun 1962. Membaca buku ini membuat saya tergiur untuk mencicipi buku yang dinilai sebagai karya terbaiknya, The Grapes of Wrath (1939), yang telah diterjemahkan dan diterbitkan dalam bahasa Indonesia oleh Yayasan Obor Indonesia dengan judul Amarah. *kode :-D*

“Apa pun yang kita tak punya, tepat itulah yang kau mau.”  ̶  Halaman 14

“Tak perlu otak untuk menjadi orang yang baik. Kelihatan bagiku kadang-kadang tepat terjadi sebaliknya. Lihat saja orang yang benar-benar pintar dan biasanya hampir tak pernah jadi orang baik.”  ̶  Halaman 54

Buku ini menceritakan tentang persahabatan dua orang lelaki bernama George dan Lennie. George adalah lelaki yang memiliki badan kecil dan cukup pintar, sedangkan Lennie adalah lelaki bertubuh besar yang tidak bisa membedakan mana benar dan salah, tidak bisa mengendalikan diri ketika emosi menguasainya, dan bertingkah seperti anak-anak. Meski terkadang George suka merasa kesal dengan sikap Lennie dan sering membikin masalah, namun baginya Lennie tetaplah seorang teman yang baik. Pun George selalu berusaha menjaga Lennie agar tidak ada lagi kejadian yang tak diinginkan seperti saat bekerja di Weed dulu. Ia kerap kali menasihati Lennie untuk tidak melakukan dan berbicara hal-hal yang bisa menimbulkan masalah.

“Tentu saja Lennie luar biasa mengganggu hampir sepanjang waktu. Tapi kalau kau sudah terbiasa bepergian bersama seorang kawan, maka kau tak bisa mengusirnya.”  ̶  Halaman 55

“Siapa pun bisa sinting kalau tidak punya orang dekat. Tak peduli separah apa pun orangnya, asalkan ia selalu ada untukmu.”  ̶  Halaman 98

Baca lebih lanjut

[Review] Air Mata Buaya by Clara Ng


Judul Buku: Air Mata Buaya (Dongeng Tujuh Menit)

Penulis: Clara Ng

Ilustrasi: Gina

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Cetakan: Maret 2010

Bahasa: Indonesia

ISBN: 978-979-22-5483-9

Halaman: 24 halaman

Harga Diskon: Rp19.800,- (e-book)

Peresensi: Launa Rissadia

Rating: 2.5/5

Deskripsi

“Geli sekaligus terharu membacanya! Benar-benar membuat kita mengerti mitos air mata buaya…” – Sitta Karina, Novelis dan Kontributor Majalah CosmoGIRL!

Review

Saya selalu kagum dan salut dengan penulis yang bisa menulis cerita anak. Salah satu penulis buku anak yang saya kagumi dan favoritkan adalah Clara Ng. Penulis yang dongeng anak-anaknya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan telah beredar di Negara ASEAN ini tidak hanya menulis buku anak, tetapi juga buku remaja dan dewasa.

Air Mata Buaya adalah seri dongeng tujuh menit yang menceritakan tentang Buaya yang memiliki sifat lembut dan penyayang. Ia mudah sekali menangis apabila sesuatu terjadi dengan teman-temannya atau sekitarnya. Jika sudah menangis, tangisannya sangat sulit untuk dihentikan. Bahkan Ibu Gajah pun tak bisa menghentikannya dan malah ikut menangis bersama Buaya. Tangisan Buaya bukanlah tangisan yang dibuat-buat, melainkan tangisan yang memang datang dari hatinya.

Buaya-nya cengeng sekali, haha. Bikin saya berpikir memang ada, ya, anak kecil yang sifatnya seperti si tokoh Buaya (di luar sifatnya yang penyayang dan lembut). Ya, namanya juga dongeng jadi sah-sah saja. Kalau dalam kenyataannya, sih, kayaknya enggak ada. Kaitan antara sifat Buaya yang mudah menangis plus tangisannya yang susah dihentikan, dan pesan yang ingin disampaikan (rasa kepedulian terhadap orang-orang susah dan berhati-hati dalam melakukan sesuatu) kurang masuk akal atau pas, menurutku. Tapi, ide Clara Ng tentang ‘air mata buaya’ menarik. Sifat lembut dan penyayang tokoh Buaya membuat saya terharu. Saya suka dengan cara penyampaian Clara Ng yang tidak menggurui dan enak dibaca. Selain itu, saya juga suka sekali dengan ilustrasinya Gina. Anak-anak banget! Pas sekali dengan dongengnya. Saya sebagai orang dewasa saja suka apalagi anak-anak. Air Mata Buaya adalah bacaan yang cukup menghibur dan menyegarkan bagi orang dewasa seperti saya.

[Review] Bagai Bumi Berhenti Berputar by Clara Ng


JPEG_20160904_133304_1572399268Judul Buku: Bagai Bumi Berhenti Berputar

Penulis: Clara Ng

Ilustrasi: Emte

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Cetakan Kedua: Oktober 2015

Bahasa: Indonesia

ISBN: 978-979-22-7884-2

Halaman: 124 halaman

Harga Resmi: Rp 120.000,-

Harga Diskon: Rp 102.000,-

Peresensi: Launa Rissadia

Rating: 4/5

Sinopsis

Apakah arti mati? Mengapa kakak tidak dapat berjalan? Mengapa Mama berpisah dengan Papa? Mengapa adik harus dirawat di rumah sakit? Kenapa aku harus pindah rumah ke tempat yang asing?

Anak-anak tidak lepas dari emosi negatif, seperti duka, shock, sedih, dan malu. Peristiwa yang menguras emosi bisa saja terjadi di dalam keluarga mana pun. Sebagai orangtua kita tak boleh mengabaikannya, menganggap peristiwa yang sangat emosional ini sebagai hal yang harus ditutupi, tak perlu diungkapkan atau dibesar-besarkan. Orangtua wajib memberikan sandaran dan dukungan bagi mereka.

Buku ini membantu anak-anak memahami perasaan mereka; membantu mengingatkan bahwa mereka tidak sendirian. Buku ini juga menolong anak-anak berempati kepada anak-anak lain yang kebetulan sedang mengalami peristiwa menyedihkan di keluarganya.

Mari baca dan satukan hati bersama si kecil.

Bacaan tepat untuk anak berusia 7+ tahun

BO: Bimbingan Orangtua

Review

Entah ini kali keberapa saya membaca karyanya Clara Ng. Saya tidak pernah tidak suka dengan karya beliau. Karyanya selalu menarik untuk dibaca, termasuk buku anak yang ditulisnya. Buku anak ini berisi lima cerita, di mana masing-masing cerita memiliki pesannya sendiri. Berikut kelima cerita tersebut:

Melihat pohon harapanku tumbuh subur, demikian juga harapan yang ada di hatiku. Aku yakin suatu hari Adik akan benar-benar sembuh.” – halaman 26

Cerita Pohon Harapan: tentang seorang kakak yang amat menyayangi adiknya dan tidak ingin kehilangan adiknya. Ia tak henti-hentinya berdoa dan berharap agar adiknya lekas sembuh dari penyakit kanker. Melalui cerita ini, Clara mengajarkan anak-anak untuk selalu optimis dan berdoa ketika ada saudara yang sedang sakit.

Teman adalah harta karun yang tidak ternilai.” – halaman 45

Cerita Seribu Sahabat Selamanya: tentang ketakutan dan kekhawatiran seorang anak akan sahabat dan hal lainnya, apabila ikut ayahnya pindah ke luar negeri. Di sini Clara mengajarkan untuk tidak menduga-duga dan memikirkan hal yang belum tentu terjadi.

Bunda tidak akan pernah kembali lagi. Yang bisa kita lakukan adalah mengenang semua kebaikan hati Bunda, mengenang kegembiraan yang diciptakan Bunda di keluarga kita.” – halaman 66

Baca lebih lanjut

[Review] Il Tiramisu by Dy Lunaly


Judul Buku: Il Tiramisu

Penulis: Dy Lunaly

Penyunting: Dila Maretihaqsari

Penerbit: Bentang (PT Bentang Pustaka)

Terbit: April 2016

Bahasa: Indonesia

Tebal: 334 halaman

ISBN: 978-602-291-174-6

Harga Resmi: Rp 59.000,-

Harga Diskon: Rp 50.150,-

Peresensi: Launa Rissadia

Rating: 3.5/5

Sinopsis

Gytha terpaksa menerima tawaran kerja sebagai host chef di salah satu acara televisi. Ia memenuhi utang budi kepada teman lama meski sebenarnya tidak yakin bisa melakukannya. Ditambah lagi Gytha tidak sendiri. Executive Chef di Olive Garden itu akan menjadi host bersama Wisnu, seorang penyanyi yang sedang naik daun.

Meski rupawan dan mutlak digandrungi para wanita, pria itu memberi kesan pertama yang buruk kepada Gytha. Wisnu Kanigara, tidak lebih dari seorang selebritas yang angkuh dan menyebalkan. Lebih menyebalkan lagi karena mereka harus sering bersama dan terlihat akrab.

Sejak itu, kehidupan Gytha tidak lagi tenang. Ia menjadi incaran media gosip Tanah Air yang haus berita akan kedekatannya dengan Wisnu. Media terus berusaha mengorek apa pun tentangnya. sampai-sampai hal yang paling dirahasiakan Gytha, tentang masa lalu kelamnya, berhasil diungkap media. Gytha sungguh menyesali keputusannya mengambil pekerjaan ini. Ia menyesal mengenal Wisnu. Ia juga menyesal telah terjebak dalam rasa yang tak seharusnya ia simpan untuk pria itu.

Review

JPEG_20160509_203244_214399396

Buntelan dari Dy Lunaly

Dy Lunaly. Sebagian dari kalian pasti sudah ada yang mengenalnya, bahkan menjadi penikmat karya-karyanya. Untuk saya sendiri, saya belum pernah membaca satupun karyanya dan baru mengenalnya belum lama ini. Il Tiramisu adalah karya Dy Lunaly yang saya baca pertama kali. Novel ini merupakan novel roman populer kedua yang ditulisnya setelah My Wedding Dress yang terbit akhir 2015 lalu. Bisa dibilang ia merupakan penulis yang produktif. Sejak 2012 Dy Lunaly sudah menerbitkan empat novel remaja, yaitu My Daddy ODHA, Remember Dhaka, NY Over Heels, dan Pssst!. Dengar-dengar sekarang ia sedang mempersiapkan karya terbarunya yang bakal keluar Oktober tahun ini. Kira-kira cerita apa lagi, ya, yang bakal diberikan Dy Lunaly untuk pembacanya? Hm… penasaran, deh.

Everyone have some loneliness in their hearts.

Il Tiramisu menceritakan tentang kisah seorang Executive Chef di Olive Garden―salah satu restoran fine dining Italia terbaik di Jakarta―yang bernama Gytha Syareefa Thaheer. Suatu ketika Diandra Dwi Wijaya atau yang akrab dipanggil Aya―teman SMP Gytha―menawarkan pada Gytha untuk menjadi host sebuah acara masak di TV berjudul “Everybody Can Be a Chef“. Sikap Diandra yang selalu bisa membuat orang lain merasa memiliki utang budi padanya telah membuat Gytha terpaksa menerima tawaran tersebut. Meski sebetulnya Gytha tidak berminat dan ia bukanlah orang yang senang tampil.

Tidak pernah ada yang benar-benar sederhana di dunia ini. Sesuatu yang terlihat sederhana pada awal pasti menyimpan kerumitan setelahnya.” (Hlm. 28)

Bukan cuma itu yang membuat Gytha merasa bernasib sial. Kesialannya pun bertambah dengan hadirnya seorang penyanyi yang sedang naik daun sebagai co-host acara tersebut; Wisnu Kanigara. Kesan pertama Gytha pada Wisnu tidaklah baik. Bagi Gytha, Wisnu adalah seorang penyanyi yang arogan dan menyebalkan. Sama seperti Wisnu, pertemuan kali pertama dengan Wisnu membuat Gytha merasa ada hal yang tidak beres dengan dirinya.

Seiring berjalannya waktu, perasaan di antara keduanya pun tumbuh. Wisnu yang senang memerhatikan gerak-gerik Gytha begitu hapal dengan kebiasaan-kebiasaan Gytha, yang bahkan Gytha sendiri pun justru tidak menyadarinya. Ada beberapa hal dari diri Gytha yang membuat Wisnu terkejut sekaligus kagum oleh sikap atau ucapannya Gytha. Terlebih ketika Gytha mampu menebak arti dari lirik lagu yang dibuatnya. Tidak seperti kebanyakan orang yang menganggap arti lagu tersebut adalah perihal cinta.

Masa lalu memang tidak bisa mendefinisikan siapa kamu. Tapi, masa lalu itu nggak pernah bisa dibuang.” (Hlm. 242)

Nggak peduli sekuat apa pun berusaha, kita nggak mungkin kabur dari diri kita sendiri.” (Hlm. 296)

Perpisahan tidak pernah mudah. Terlebih ketika perpisahan itu terpaksa dilakukan.” (Hlm. 320)

Baca lebih lanjut

[Catatan] Happy World Book Day!


JPEG_20160423_111249_-1944874007

Duh, telat banget, ya, aku baru posting tentang Hari Buku Sedunia hari ini. Tapi, lebih baik telat daripada tidak sama sekali, kan, ya? hehe.😀 *mencoba melakukan pembelaan diri* *ditoyor para pembaca*

Kalau ditanya apa yang aku dapat dari sebuah buku, aku akan menjawab amat amat amat banyak. Kenapa? Karena bukan satu dua hal yang aku dapatkan dari membaca sebuah buku, melainkan juga mendapat banyak teman baru yang memiliki kesukaan yang sama. Melalui buku aku bisa memperoleh banyak ilmu yang tidak aku dapatkan selama sekolah dan kuliah dulu, mengetahui pemikiran penulisnya, belajar dari berbagai sudut pandang, dan yang pasti ‘jalan-jalan’ ke banyak tempat. Sejak kecil aku sudah dekat dengan buku, meski buku yang kubaca hanyalah komik serial cantik, Detective Conan, Doraemon.

Baca lebih lanjut