[Review] Bagai Bumi Berhenti Berputar by Clara Ng


JPEG_20160904_133304_1572399268Judul Buku: Bagai Bumi Berhenti Berputar

Penulis: Clara Ng

Ilustrasi: Emte

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Cetakan Kedua: Oktober 2015

Bahasa: Indonesia

ISBN: 978-979-22-7884-2

Halaman: 124 halaman

Harga Resmi: Rp 120.000,-

Harga Diskon: Rp 102.000,-

Peresensi: Launa Rissadia

Rating: 4/5

Sinopsis

Apakah arti mati? Mengapa kakak tidak dapat berjalan? Mengapa Mama berpisah dengan Papa? Mengapa adik harus dirawat di rumah sakit? Kenapa aku harus pindah rumah ke tempat yang asing?

Anak-anak tidak lepas dari emosi negatif, seperti duka, shock, sedih, dan malu. Peristiwa yang menguras emosi bisa saja terjadi di dalam keluarga mana pun. Sebagai orangtua kita tak boleh mengabaikannya, menganggap peristiwa yang sangat emosional ini sebagai hal yang harus ditutupi, tak perlu diungkapkan atau dibesar-besarkan. Orangtua wajib memberikan sandaran dan dukungan bagi mereka.

Buku ini membantu anak-anak memahami perasaan mereka; membantu mengingatkan bahwa mereka tidak sendirian. Buku ini juga menolong anak-anak berempati kepada anak-anak lain yang kebetulan sedang mengalami peristiwa menyedihkan di keluarganya.

Mari baca dan satukan hati bersama si kecil.

Bacaan tepat untuk anak berusia 7+ tahun

BO: Bimbingan Orangtua

Review

Entah ini kali keberapa saya membaca karyanya Clara Ng. Saya tidak pernah tidak suka dengan karya beliau. Karyanya selalu menarik untuk dibaca, termasuk buku anak yang ditulisnya. Buku anak ini berisi lima cerita, di mana masing-masing cerita memiliki pesannya sendiri. Berikut kelima cerita tersebut:

Melihat pohon harapanku tumbuh subur, demikian juga harapan yang ada di hatiku. Aku yakin suatu hari Adik akan benar-benar sembuh.” – halaman 26

Cerita Pohon Harapan: tentang seorang kakak yang amat menyayangi adiknya dan tidak ingin kehilangan adiknya. Ia tak henti-hentinya berdoa dan berharap agar adiknya lekas sembuh dari penyakit kanker. Melalui cerita ini, Clara mengajarkan anak-anak untuk selalu optimis dan berdoa ketika ada saudara yang sedang sakit.

Teman adalah harta karun yang tidak ternilai.” – halaman 45

Cerita Seribu Sahabat Selamanya: tentang ketakutan dan kekhawatiran seorang anak akan sahabat dan hal lainnya, apabila ikut ayahnya pindah ke luar negeri. Di sini Clara mengajarkan untuk tidak menduga-duga dan memikirkan hal yang belum tentu terjadi.

Bunda tidak akan pernah kembali lagi. Yang bisa kita lakukan adalah mengenang semua kebaikan hati Bunda, mengenang kegembiraan yang diciptakan Bunda di keluarga kita.” – halaman 66

Baca lebih lanjut

[Review] Il Tiramisu by Dy Lunaly


Judul Buku: Il Tiramisu

Penulis: Dy Lunaly

Penyunting: Dila Maretihaqsari

Penerbit: Bentang (PT Bentang Pustaka)

Terbit: April 2016

Bahasa: Indonesia

Tebal: 334 halaman

ISBN: 978-602-291-174-6

Harga Resmi: Rp 59.000,-

Harga Diskon: Rp 50.150,-

Peresensi: Launa Rissadia

Rating: 3.5/5

Sinopsis

Gytha terpaksa menerima tawaran kerja sebagai host chef di salah satu acara televisi. Ia memenuhi utang budi kepada teman lama meski sebenarnya tidak yakin bisa melakukannya. Ditambah lagi Gytha tidak sendiri. Executive Chef di Olive Garden itu akan menjadi host bersama Wisnu, seorang penyanyi yang sedang naik daun.

Meski rupawan dan mutlak digandrungi para wanita, pria itu memberi kesan pertama yang buruk kepada Gytha. Wisnu Kanigara, tidak lebih dari seorang selebritas yang angkuh dan menyebalkan. Lebih menyebalkan lagi karena mereka harus sering bersama dan terlihat akrab.

Sejak itu, kehidupan Gytha tidak lagi tenang. Ia menjadi incaran media gosip Tanah Air yang haus berita akan kedekatannya dengan Wisnu. Media terus berusaha mengorek apa pun tentangnya. sampai-sampai hal yang paling dirahasiakan Gytha, tentang masa lalu kelamnya, berhasil diungkap media. Gytha sungguh menyesali keputusannya mengambil pekerjaan ini. Ia menyesal mengenal Wisnu. Ia juga menyesal telah terjebak dalam rasa yang tak seharusnya ia simpan untuk pria itu.

Review

JPEG_20160509_203244_214399396

Buntelan dari Dy Lunaly

Dy Lunaly. Sebagian dari kalian pasti sudah ada yang mengenalnya, bahkan menjadi penikmat karya-karyanya. Untuk saya sendiri, saya belum pernah membaca satupun karyanya dan baru mengenalnya belum lama ini. Il Tiramisu adalah karya Dy Lunaly yang saya baca pertama kali. Novel ini merupakan novel roman populer kedua yang ditulisnya setelah My Wedding Dress yang terbit akhir 2015 lalu. Bisa dibilang ia merupakan penulis yang produktif. Sejak 2012 Dy Lunaly sudah menerbitkan empat novel remaja, yaitu My Daddy ODHA, Remember Dhaka, NY Over Heels, dan Pssst!. Dengar-dengar sekarang ia sedang mempersiapkan karya terbarunya yang bakal keluar Oktober tahun ini. Kira-kira cerita apa lagi, ya, yang bakal diberikan Dy Lunaly untuk pembacanya? Hm… penasaran, deh.

Everyone have some loneliness in their hearts.

Il Tiramisu menceritakan tentang kisah seorang Executive Chef di Olive Garden―salah satu restoran fine dining Italia terbaik di Jakarta―yang bernama Gytha Syareefa Thaheer. Suatu ketika Diandra Dwi Wijaya atau yang akrab dipanggil Aya―teman SMP Gytha―menawarkan pada Gytha untuk menjadi host sebuah acara masak di TV berjudul “Everybody Can Be a Chef“. Sikap Diandra yang selalu bisa membuat orang lain merasa memiliki utang budi padanya telah membuat Gytha terpaksa menerima tawaran tersebut. Meski sebetulnya Gytha tidak berminat dan ia bukanlah orang yang senang tampil.

Tidak pernah ada yang benar-benar sederhana di dunia ini. Sesuatu yang terlihat sederhana pada awal pasti menyimpan kerumitan setelahnya.” (Hlm. 28)

Bukan cuma itu yang membuat Gytha merasa bernasib sial. Kesialannya pun bertambah dengan hadirnya seorang penyanyi yang sedang naik daun sebagai co-host acara tersebut; Wisnu Kanigara. Kesan pertama Gytha pada Wisnu tidaklah baik. Bagi Gytha, Wisnu adalah seorang penyanyi yang arogan dan menyebalkan. Sama seperti Wisnu, pertemuan kali pertama dengan Wisnu membuat Gytha merasa ada hal yang tidak beres dengan dirinya.

Seiring berjalannya waktu, perasaan di antara keduanya pun tumbuh. Wisnu yang senang memerhatikan gerak-gerik Gytha begitu hapal dengan kebiasaan-kebiasaan Gytha, yang bahkan Gytha sendiri pun justru tidak menyadarinya. Ada beberapa hal dari diri Gytha yang membuat Wisnu terkejut sekaligus kagum oleh sikap atau ucapannya Gytha. Terlebih ketika Gytha mampu menebak arti dari lirik lagu yang dibuatnya. Tidak seperti kebanyakan orang yang menganggap arti lagu tersebut adalah perihal cinta.

Masa lalu memang tidak bisa mendefinisikan siapa kamu. Tapi, masa lalu itu nggak pernah bisa dibuang.” (Hlm. 242)

Nggak peduli sekuat apa pun berusaha, kita nggak mungkin kabur dari diri kita sendiri.” (Hlm. 296)

Perpisahan tidak pernah mudah. Terlebih ketika perpisahan itu terpaksa dilakukan.” (Hlm. 320)

Baca lebih lanjut

[Catatan] Happy World Book Day!


JPEG_20160423_111249_-1944874007

Duh, telat banget, ya, aku baru posting tentang Hari Buku Sedunia hari ini. Tapi, lebih baik telat daripada tidak sama sekali, kan, ya? hehe.😀 *mencoba melakukan pembelaan diri* *ditoyor para pembaca*

Kalau ditanya apa yang aku dapat dari sebuah buku, aku akan menjawab amat amat amat banyak. Kenapa? Karena bukan satu dua hal yang aku dapatkan dari membaca sebuah buku, melainkan juga mendapat banyak teman baru yang memiliki kesukaan yang sama. Melalui buku aku bisa memperoleh banyak ilmu yang tidak aku dapatkan selama sekolah dan kuliah dulu, mengetahui pemikiran penulisnya, belajar dari berbagai sudut pandang, dan yang pasti ‘jalan-jalan’ ke banyak tempat. Sejak kecil aku sudah dekat dengan buku, meski buku yang kubaca hanyalah komik serial cantik, Detective Conan, Doraemon.

Baca lebih lanjut

[Review] 3 (Alif Lam Mim) – Tiga Sahabat, Tiga Pilihan Hidup by Primadonna Angela


ID_GPU2015MTH10FKSAU_B

Cr: scoop.id

Judul Buku: 3 (Alif Lam Mim)

Penulis: Primadonna Angela

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Terbit: September 2015

Bahasa: Indonesia

Tebal: 232 halaman

ISBN: 978-602-03-2094-6

Harga Resmi: Rp 55.000,-

Harga Diskon: Rp 44.000,-

Peresensi: Launa Rissadia

Rating: 4/5

Sinopsis

Novelisasi film 3 karya Sutradara Anggy Umbara.

Alif, Lam, dan Mim. Tiga sahabat seperguruan yang menjalani hidup berbeda sejak Indonesia menjadi negara liberal. Alif teguh sebagai penegak hukum. Lam berkarier sebagai wartawan, memaparkan kebenaran sebagaimana yang dilihatnya. Mim tetap setia di padepokan, meski Indonesia mencurigai mereka yang beragama.

Satu demi satu konflik bergulir. Dalam situasi genting, garis antara kawan dan lawan mengabur, dan mereka bertiga harus terus berjuang demi negara, keluarga, dan sahabat yang mereka sayangi…

Review

Buku ini merupakan novel yang diadaptasi oleh Primadonna Angela dari film berjudul sama karya sutradara Anggy Umbara. Buku 3 menceritakan tentang peristiwa yang terjadi di Jakarta pada tahun 2034. Di mana agama mulai ditinggalkan karena dianggap memicu kekerasan dan menghalangi kebebasan. Pun dianggap membatasi ideologi dan menjadikan penganutnya fanatik sekaligus hanya menganggap diri mereka yang benar. Agama tidak lagi dianggap perlu oleh Negara dan sila kesatu Pancasila telah dimusnahkan. Pada tahun tersebut pula kisah tiga sahabat, yaitu Alif, Lam dan Mim dimulai.

Ketika semua padepokan bela diri di Nusantara ditutup, dan ketika guru mereka yaitu Astaroth pergi meninggalkan padepokan, Alif, Lam dan Mim memiliki keputusannya masing-masing mengenai masa depan. Alif yang ingin negara menjadi aman dan damai memutuskan untuk menjadi penegak hukum. Lam yang ingin masa depan yang lebih baik memutuskan untuk menyebarkan kebenaran dengan cara menulis tentang kebenaran. Dan Mim yang ingin mati dalam keadaan husnulkhatimah memutuskan untuk mondok di sekolah KH Mukhlis. Ia ingin menyebarkan kebaikan melalui agama.

Bagian Pertama: Alif – punya banyak misi, salah satunya menangkap Big Boss Mafia, Mr. Sunyoto

“Semua tak selalu berjalan sesuai keinginan. Begitulah kehidupan.” – Hlm. 35

Alif yang seorang pemimpin diharuskan berani untuk menegakkan kebenaran. Seorang Letnan yang idealis, ambisius, memiliki kemampuan bela diri dan reputasi yang hebat. Alif adalah seseorang yang begitu patuh dan taat pada peraturan, meski dalam hatinya ia merasa bahwa peraturan yang dikeluarkan oleh atasannya di markas besar kepolisian, berkenaan dengan melarang penggunaan peluru besi dan menggantinya dengan penggunaan peluru karet, kurang tepat.

Dalam misinya menangkap Big Boss Mafia, sesuatu telah terjadi dan menyebabkan dirinya menjadi seorang terdakwa sekaligus korban sebuah jebakan. Entah atas dasar apa orang tersebut menjebaknya. Dengan bantuan salah satu sahabatnya yang berprofesi sebagai jurnalis yaitu Herlam, Alif mencoba mencari tahu siapa Big Boss itu dan keluarganya. Telah banyak orang-orang yang menjadi korban dalam misinya selama ini. Meski begitu, Alif masih memiliki nurani dan ia mempunyai caranya sendiri untuk tetap waras. Melalui Herlam, ia selalu berusaha mencari tahu info mengenai keluarga dari para korban.

Baca lebih lanjut

[Review] Rubrik Kata Katya by Primadonna Angela


2015-08-28 18.22.30Judul Buku: Rubrik Kata Katya

Genre: Fiksi

Penulis: Primadonna Angela

Penerbit: Elf Books

Cetakan I: Maret 2013

Bahasa: Indonesia

Tebal: 194 halaman

ISBN: 978-602-19335-7-2

Rating: 3/5

Sinopsis

Katya kesal! Masa di umur enam belas, ia masih dilarang pergi sendirian? Apalagi kalau keluarganya menitahkan Diko, tetangga sekaligus teman masa kecilnya, untuk menemani Katya.

Lelah karena selalu dianggap bayi oleh keluarganya, Katya langsung menyambut dengan penuh antusias tawaran dari Nando untuk mengasuh rubrik konsultasi di sebuah majalah remaja. Inilah kesempatan Katya untuk membuktikan pada keluarganya bahwa ia bisa mandiri!

Melalui Rubrik Kata Katya, Katya memberi solusi untuk permasalahan para remaja. Namun, ketika sarannya kemudian berdampak fatal pada kasus tertentu, apa Katya sanggup mengemban tanggung jawab itu?

Review

Novel ini adalah novel pertamanya Primadonna Angela yang diterbitkan Elf Books. Primadonna Angela adalah penulis yang sangat sangat produktif karena setiap tahun selalu mengeluarkan novel baru. Nggak heran kalau sudah puluhan bukunya yang diterbitkan dan saya selalu merasa kagum dengannya. Rubrik Kata Katya sendiri merupakan novel yang terbitnya sudah cukup lama, tepatnya dua tahun lalu.

Novel ini bercerita tentang Katya Kasumi Kirana, atau yang sering dipanggil Katya, yang ingin sekali dianggap sudah dewasa oleh orangtua dan kakaknya. Katya merasa bahwa mereka terlalu mengekangnya karena ia selalu nggak diperbolehkan pergi sendirian tanpa ada yang menemani. Biasanya ia ditemani oleh  Diko, teman masa kecil sekaligus tetangganya. Kadang lebih parahnya lagi ditemani orangtuanya. Dan Katya benci itu. Katya selalu merasa iri dengan kakaknya, Tatyana, yang bisa bebas ke mana pun ia pergi tanpa harus ada orang yang menemaninya.

Lucu melihat tingkah Katya dengan Diko yang nggak pernah akur. Ketika Katya mencoba melarikan diri dari penjagaan Diko dengan bersembunyi di sebuah toko peralatan komputer, ia bertemu dengan John Fernando, atau yang biasa dipanggil Nando, sang penjaga toko. Entah mengapa Katya langsung merasa nyaman meski baru pertama kali bertemu dengannya. Saking nyamannya, tanpa sadar Katya membagi semua unek-uneknya pada Nando.

Singkatnya, Katya memperoleh tawaran kerja dari Nando untuk mengisi salah satu rubrik di sebuah majalah online. Demi ingin membuktikan pada orangtua dan Teteh Tatyana bahwa ia sudah dewasa, ia pun dengan mantap menerima tawaran Nando. Kata-kata yang diucapkan Nando telah menyenangkan hati Katya dan membuatnya menetapkan pilihan.

Baca lebih lanjut

[Review] Mimpi yang Menyembuhkan Hati Seorang Perempuan by Eka Kurniawan


Judul Buku: Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi

Penulis: Eka Kurniawan

Genre: Fiksi – Sastra

Penerbit: PT Bentang Pustaka

Cetakan 1: Maret 2015

Bahasa: Indonesia

ISBN: 978-602-291-072-5

Halaman: 170 halaman

Harga: Rp 34.000,-

Rating: ♫♫♫♫

Sinopsis

Kalian orang-orang tolol yang percaya kepada mimpi.

Mimpi itu memberitahunya bahwa ia akan memperoleh seorang kekasih. Dalam mimpinya, si kekasih tinggal di kota kecil bernama Pangandaran. Setiap sore, lelaki yang akan menjadi kekasihnya sering berlari di sepanjang pantai ditemani seekor anjing kampung. Ia bisa melihat dadanya yang telanjang, gelap dan basah oleh keringat, berkilauan memantulkan cahaya matahari. Setiap kali ia terbangun dari mimpi itu, ia selalu tersenyum. Jelas ia sudah jatuh cinta kepada lelaki itu.

Kumpulan cerita Eka Kurniawan yang sangat khas: eksploratif dan penuh kejutan; satir dan merefleksikan kenyataan; intim dan menyadarkan.

Review

Beberapa tahun yang lalu, sebagian besar cerpen dalam buku ini sudah pernah diterbitkan di beberapa media. Entah di buku ini cerpen-cerpen tersebut ada yang diperbaharui atau tidak. Karena dulu saya belum menjadi penggemarnya Eka Kurniawan (tepatnya dulu belum suka baca novel ataupun kumcer, hehe). Di sini pun ada cerpen yang belum pernah diterbitkan, sayangnya cuma satu cerpen. Walau begitu, bagi saya semuanya terasa baru karena saya sama sekali belum pernah baca kelima belas cerpen yang ada di buku ini.😀

Di mata saya, Eka Kurniawan adalah seorang penulis yang jarang menerbitkan buku. Tapi sekalinya mengeluarkan buku, buku tersebut menjadi buku yang fenomenal. Seperti buku Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas yang terbit tahun lalu, atau Cantik itu Luka yang sudah dicetak ulang sebanyak tujuh kali & diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang, Korea, Malaysia, Inggris, Perancis, dan yang terbaru bakal diterjemahkan ke dalam bahasa Belanda.

Menurut saya, ide Eka Kurniawan dalam membuat cerita itu nggak biasa meski cerita yang disajikan begitu sederhana dan dekat dengan keseharian kita. Hal yang nggak terpikirkan untuk dijadikan sebuah cerita, di tangan Eka Kurniawan bisa menjadi cerita yang seru, menarik, dan unik. Permasalahan-permasalahan sederhana dibuat menjadi sangat kompleks, namun tetap terasa kesederhanaannya dan nggak dibuat-buat. Saya kagum dengan ide dan kemampuan Eka dalam membuat cerita biasa menjadi cerita unik yang kaya akan makna.

Baca lebih lanjut

[Review] 13: Kumpulan Cerpen Horor by PAST!


Follow my blog with Bloglovin
20150619_103541Judul: 13: Kumpulan Cerpen Horor

Penulis: PAST! (Primadonna Angela & Shandy Tan)

Genre: Horor

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Terbit: Juni 2015

Bahasa: Indonesia

ISBN: 978-602-03-1784-7

Halaman: 200 halaman

Harga: Rp 45.000,-

Rating: 3.5/5

Peresensi: Launa Rissadia

Sinopsis

Ada sesuatu yang magis dengan angka 13. Bagi kami, ini angka berbahaya. Banyak hal aneh, bahkan menyeramkan, terkait dengan angka 13.

Jika selama ini kamu mengganggap itu omong kosong belaka, pikirkan lagi. Kisah-kisah di buku ini akan membuatmu lebih berhati-hati pada apa pun yang terkait dengan angka 13: rumah, buku, jalan, bahkan bidal. Kami dulu juga begitu, tidak percaya angka ini bisa membawa petaka. Selama dan setelah menyelesaikan kumcer horor 13 ini, kami berubah pikiran. Mungkin seusai membaca buku ini, persepsimu tentang angka 13 tidak akan sama lagi…

Review

Ini kali pertama aku baca buku bergenre horor. Seru juga ternyata. Sebagai pembaca yang baik, kita mesti coba baca semua genre, kan?😀 Alhamdulillah dua minggu lalu, aku mendapat tawaran dari Kak Donna untuk jadi early reviewer dan reader untuk buku 13 ini yang akan segera rilis, tepatnya (kalau nggak ada perubahan) tanggal 29 Juni 2015. Terima kasih Kak Donna atas tawarannya. Juga terima kasih untuk Kak Shandy, dan tentunya GPU.🙂

Primadonna Angela adalah penulis yang menurut aku sangat produktif karena setiap tahun selalu ada saja buku barunya yang dirilis. Nggak heran kalau karyanya banyak banget! Buku ini sendiri merupakan buku ke-28-nya sekaligus kumcer pertamanya bersama Shandy Tan. Shandy Tan adalah penulis yang karyanya juga telah banyak diterbitkan. Dan kumcer ini pun merupakan buku duet pertamanya bersama Primadonna Angela. PAST! sendiri merupakan singkatan nama dari kedua penulis tersebut. Buku ini adalah buku duet mereka yang pertama, dan mereka berencana untuk tetap kontinyu menulis buku-buku berikutnya.

13. Apa yang kamu pikirkan tentang angka 13? Mungkin tak terpikirkan olehmu kalau 13 adalah angka yang benar-benar magis. Mungkin tak terpikirkan juga olehmu kalau banyak hal-hal aneh yang terjadi karena angka 13. Mungkin kamu akan beranggapan semua hanyalah kebetulan. Tapi, setelah baca buku ini, akankah anggapanmu tetap sama? Cerpen-cerpen di buku 13 bakal bikin kamu berpikir. Berpikir benar atau tidaknya semua kejadian yang ada dalam kumcer ini.

Aku nggak akan menyebutkan judul dari setiap cerpen yang ada dalam buku ini. Jadi aku tulis Cerpen 1-13 saja, ya. Biar pada penasaran, haha. Sebelum review keseluruhan untuk buku ini, sila dibaca dulu pendapatku tentang masing-masing cerpennya.

*Cerpen 1

textgram_1434789006

Saat baca cerpen ini, mulanya aku berpikir, “Oh, tentang boneka. Pasti ada yang aneh dengan bonekanya. Pasti bonekanya menyeramkan seperti di film-film.” Namun, setelah membaca sampai selesai ternyata dugaanku salah, haha. Aku jadi berpikir mungkin ada juga boneka yang nggak menakutkan seperti Rowena. Bahkan boneka tersebut merasa memiliki tanggung jawab untuk membantu pemiliknya dengan caranya sendiri. Meski ceritanya nggak terlalu menyeramkan, tapi bisa bikin penasaran karena alur ceritanya yang nggak bisa ditebak.

*Cerpen 2

Kadangkala kita punya keinginan yang keluar begitu saja dari mulut kita/tercetus dari pikiran kita, tanpa kita pikirkan lebih dulu baik atau buruknya. Hingga kita rela melakukan apa saja demi tercapainya keinginan itu. Seperti yang dikatakan Reta dalam cerpen ini, hati-hati dengan keinginanmu. Kenapa harus berhati-hati? Karena segala hal bisa terjadi akibat dari sebuah keinginan, termasuk hal yang tidak pernah kita duga. Apabila keinginan tersebut udah terpenuhi dan hal yang tidak kita harapkan malah terjadi, maka siapa yang sanggup untuk membalikkannya? Hal ini terjadi pada Trisa.

*Cerpen 3

The unknown is sometimes more exciting. Because we fill the blanks with our wild imaginations. – Hlm. 34

Rasa penasaran. Kadang rasa penasaran akan sesuatu hal yang ganjil bisa menyebabkan hal yang tidak terpikirkan oleh kita sebelumnya. Nggak percaya? Jawabannya ada dalam cerpen ini.

*Cerpen 4

Suara hati penuntun sejati, tapi orang sering menanggapi dengan setengah hati. Jika hati kecilmu menyuruh pergi, segeralah angkat kaki. Mendapat julukan pengecut jauh lebih baik daripada selamanya tidak bisa lagi menyaksikan matahari esok hari. – Hlm. 42

Entah kenapa aku suka sekali dengan kutipan ini. Permainan katanya bagus banget. Untuk ceritanya, bakal bikin kita menebak-nebak sendiri kayak gimana akhir ceritanya. Nggak nyangka ternyata Aldo bukanlah teman yang baik. Lagi-lagi aku salah menduga, haha. Dari cerita ini jadi berpikiran mungkin benar adanya kalau angka 13 benar-benar angka yang magis.

Baca lebih lanjut